Senandung Folk Dari Lembah

fmf3

foto dok. FMF2016

Hari itu, 14 Mei 2016, matahari bersinar cukup cerah di Lembah Dieng, Malang. Saya sampai di sana sekitar jam sebelas siang. Masih cukup sepi. Hanya ada beberapa anak muda berseragam plus berkalung id card yang sibuk mondar-mandir. Saya bisa pastikan mereka adalah para panitia penyelenggara dan barisan voluntir dari Folk Music Festival 2016, hajatan besar yang sejak beberapa pekan sebelumnya sudah sangat diantisipasi oleh para penggemar musik, folk dan piknik.

Continue reading ‘Senandung Folk Dari Lembah’

Sedikit Saja Untuk Houtenhand Zine

WP_20160520_010

houtenhand zine ; folk issue

Sedikit kontribusi kata-kata untuk Houtenhand Zine edisi Folk Issue yang sempat diterbitkan pada Folk Music Festival, 14 Mei 2016 lalu. Ceritanya, saya disuruh menulis profil singkat 8 musisi kota Malang ini. Dalam deadline yang singkat dan pengaruh wiski, beginilah jadinya…

Continue reading ‘Sedikit Saja Untuk Houtenhand Zine’

Christabel Annora ; Talking Days

CA1 - by hendisgorge

foto oleh hendisgorge

Penyanyi dan pianis berbakat asal kota Malang merilis album yang bertutur tentang perjalanan rasa dan pikiran selama satu hari penuh, sejak subuh hingga larut malam.

Tidak lama setelah melepas singel “Sunshine Talks” melalui situs Rolling Stone Indonesia, Christabel Annora akhirnya resmi merilis debut albumnya yang bertajuk Talking Days melalui label rekaman Barongsai Records.

Talking Days merupakan album yang menggambarkan perjalanan rasa dan pikiran kala menjalani hidup selama satu hari penuh. Menurut pengakuan Christabel Annora, lagu-lagunya memang sudah di-setting berawal dari suasana bangun tidur di kala subuh hingga kembali ke peraduan pada larut malam. Hal itu tergambar sejak track pertama “Early Reflections” hingga track terakhir “Inside Your Unconscious Mind”

Continue reading ‘Christabel Annora ; Talking Days’

Christabel Annora – “Sunshine Talks”

Sunshine Talks ; Single Cover by Hendisgorge

artwork by hendisgorge

Singel perdana dari penyanyi dan pianis berbakat asal kota Malang jelang perilisan debut albumnya.

“Pada dasarnya, ini merupakan lagu tentang mensyukuri sebuah awal hari. Saya juga memilih lagu ini sebagai singel pertama untuk mengawali album saya nanti. Karena dalam melakukan sesuatu, kita harus mengawalinya dengan rasa bersyukur,” jelas Christabel Annora soal pemilihan singel “Sunshine Talks”.

Menurutnya, inspirasi penggarapan lagu “Sunshine Talks” itu dipengaruhi oleh musik-musik era klasik, dan liriknya diambil dari pengalaman pribadi. “Kalau disimak liriknya, alur cerita lagu ini sebenarnya cukup sederhana. Yaitu ketika kita bangun tidur, membuka mata, dan masih diberikan kesehatan. Masih diberikan kemampuan untuk melihat alam dan merasakan pagi,” tuturnya kemudian.

Continue reading ‘Christabel Annora – “Sunshine Talks”’

Filastine ; The Miner

Filastine_Press_Picture_credit_Miguel-Edwards

Filastine baru saja merilis video musik “The Miner”, singel anyar yang menjadi episode perdana dari proyek serial bertajuk Abandon. Singel “The Miner” tersebut dirilis kepada publik melalui kanal resmi YouTube milik Filastine, mulai tanggal 29 Maret 2016. Pada hari itu juga, Filastine menggelar video screening, press conference dan talkshow di Legipait Coffeeshop, Malang.
Continue reading ‘Filastine ; The Miner’

Press Release ; Road To Malang Underground Fest

muf1

Pada pertengahan tahun 1994, sekelompok anak muda yang menggemari musik keras (metal, hardcore, punk) membidani kelahiran sebuah komunitas underground lokal di kota Malang yang diberi nama Total Suffer Community (TSC). Obsesi awal mereka saat itu hanya ingin membuat konser musik underground yang pertama di kota Malang, serta berniat mengembangkan pergerakan kancah musik cadas di lingkungannya.

Proyek tersebut berhasil diwujudkan melalui event Parade Musik Underground (PMU) di gedung Sasana Asih YPAC, pada tanggal 28 Juli 1996. PMU sendiri akhirnya menjadi serial gigs lokal terbesar yang mampu mencapai sekuel ketiga pada tahun 1998, serta menjadi landmark bagi konser-konser underground selanjutnya di kota Malang.

View original post 317 more words

10 Album Yang Bikin 1986 Menjadi Tahun Terbaik Bagi Thrash Metal

thrash86

Dalam artikelnya di situs Metal Hammer baru-baru ini, jurnalis musik Jason Arnopp menjelaskan mengapa tepat tigapuluh tahun silam menjadi era yang paling esensial bagi genre musik thrash metal.

Menurutnya, jika ada tahun yang perlu dikenang sebagai kejayaan musik thrash metal, tahun itu tentunya 1986. Semuanya mungkin berawal dari Metallica saat merilis Kill ‘Em All yang merebut banyak atensi penggemar musik ekstrim di tahun 1983. Sejak itu, musik heavy metal seperti digeber lebih cepat, keras, dan tanpa kompromi. Thrash metal berada di titik start yang sempurna.

Continue reading ’10 Album Yang Bikin 1986 Menjadi Tahun Terbaik Bagi Thrash Metal’


solidrock

samack

Axis Blog Award 2012 Nominee


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers