Kesaksian: Sepuluh Musisi Berbahaya dari Scene Malang

Malam itu, di sela acara Indonesian Netaudio Festival di Yogya, saya sedang nongkrong dan ngobrol ngalor-ngidul dengan sejumlah kawan di pelataran panggung outdoor Jogja National Museum. Di situ ada Andi Alo, Hilman, Deugalih, Tri Sambrenk, Indra Menus, dan banyak lagi cah-cah Jogja di sekitar. Diselingi berbatang-batang rokok, sodoran gelas kopi dan botol miras lokal yang entah datang dari mana. 

Singkat kata, kiba-tiba kami didatangi oleh seorang sobat lama yang ajaib, Raka Ibrahim dari Jurnal Ruang. Kami bertiga – Saya, Alo dan Hilman – lalu ditodong untuk memberi ‘kesaksian’. Spontan saja, tanpa persiapan apa-apa. 

Yah, beginilah jadinya… 

Continue reading