Bagaimana Cara Memainkan “Scum” Di Tahun 1994

bangkai-tape

“Bangkai bukanlah sebuah band. Kami hanya sekumpulan orang yang iseng memainkan alat musik…” ujar Andry, pendiri dan vokalis band ini. “Kebetulan kami suka mengkover lagu-lagu milik Sepultura, Blasphereion, Terrorizer, dan Napalm Death.”

Jika menilik catatan sejarahnya, embrio Bangkai sudah terbentuk sejak tahun 1992. Awalnya mereka memakai nama Primitive Symphony, dan kerap manggung di berbagai parade atau festival musik lokal di jaman itu. Formasi pertamanya adalah Mamang (drum), Dedith (bass), Erwan Stench (gitar), Tatok (gitar), dan Andry (vokal).

Dalam salah satu pentasnya, Andry dkk pernah naik panggung lalu menyapa penonton,”Oke, ini lagu pertama dari Dewa19…”

Penonton bertepuk tangan, mungkin sambil membayangkan lagu “Kangen” atau “Tak Kan Ada Cinta Yang Lain”.

Kemudian, tiba-tiba Andry dkk menggeber lagu “Scum”-nya Napalm Death dengan kencang dan tanpa kompromi. Brengsek.

Penonton sontak terkejut. Melongo. Meringis.
Penyelenggara dan panita langsung memerah mukanya. Kesal.

Ya, seperti itu ‘perlawanan’ yang paling sederhana atas kekolotan dan dominasi musik pop arus utama di jaman yang bahkan kata-kata seperti underground, scene, grindcore, death metal, dan sejenisnya masih belum terlalu kita kenal.

Andry dkk menjadi band yang sering mengelabui penyelenggara atau panitia acara musik dengan mengaku sebagai band pop biasa yang (hanya) membawakan lagu-lagu milik Dewa19 atau Kla Project. Maklum saja, itu jaman di mana pertunjukan musik dan studio musik kerap memasang peraturan “No Punk, No Thrash, No Underground”.

Atas ulahnya itu tadi, Andry dkk justru mendapat respon yang berbeda-beda; dicekal di berbagai acara, sering dikomplain panitia yang merasa kecolongan, mulai digemari penonton dan pencinta musik keras, atau justru mendapat tawaran manggung di pentas yang lain.

Begitu lika-liku sebagai satu-satunya band lokal yang memainkan musik paling keras di antara kepungan band-band pop, rock, atau paling mentok heavy metal.

Pada tahun 1994, Bangkai dilahirkan dalam formasi Tatok (gitar), Susianto (drum), Vicky (gitar), dan Andry (vokal/bass). Sejak era itu, mereka menggeber irama yang lebih keras dan ngebut. Musiknya banyak dipengaruhi oleh Napalm Death, Brutal Truth, Repulsion, Dead Kennedy’s, hingga Discharge.

Ini juga berarti Bangkai bisa dibilang band underground yang paling tua usianya dan masih eksis sampai sekarang di kota Malang. Mereka boleh dipanggil kakak, bahkan paman, bagi band-band muda saat ini. Tentunya paman yang keren, karena masih suka musik keras.

(…dan tidak murahan seperti Ahmad Dhani.)

Pada tahun 1997, Bangkai merilis debut album bertitel For W.H.A.T di bawah label Centra Production dalam formasi Tatok (gitar), Susianto (drum), Erwan Stench (gitar), dan Andry (vokal/bass). Mereka juga sempat terlibat dalam sejumlah proyek kompilasi seperti Brutally Sickness, Fallen Angel, sampai Tribute To Terrorizer.

Bangkai lalu merilis album Emotional Conform (Confuse Records) pada tahun 2001. Formasi mereka di album tersebut ada Erwan Stench (gitar), Inul (gitar), Eko (drum), dan Andry (vokal). Selanjutnya, Bangkai kerap kita temui pada berbagai poster gigs yang dihelat komunitas underground. Sudah tidak perlu berpura-pura membawakan lagu Dewa19, tentunya.

Dengan restu bumi, album bertajuk Re-Emotional Conform ini dilepas, sebagai upaya untuk menengok kembali materi album Emotional Conform yang pernah dirilis enam belas tahun silam. Artwork sampulnya sudah diperbarui oleh Confuse Records. Ada sedikit proses mixing dan mastering ulang juga. Tapi yang pasti akan tetap menggaransi satu hal; alur gerinda yang cepat dan maksimal. Tanpa kompromi.

Oya, satu klarifikasi lagi; tidak pernah ada lagu Dewa19 dalam daftar lagu mereka.

Sebelum kau terlelap, Grind On.

Samack.
Penyuka 16 album Napalm Death dan 4 album awal Dewa19.

*Naskah ini merupakan liner-notes yang dimuat pada bagian dalam sampul album Re-Emotional Conform, yang dirilis tepat saat Record Store Day 2017.

bangk

kaset Bangkai “Emotional Conform” (Confuse Recs, 2001)

Advertisements

2 thoughts on “Bagaimana Cara Memainkan “Scum” Di Tahun 1994

  1. Pingback: Rotasi Konsumsi ; Defishit Modal | sesikopipait

  2. Pingback: #BanalitasHarian: remah-remah horor Pilkada Jakarta – Amorfati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s