Rotasi Konsumsi ; Defishit Modal

rsdfgrt

Menunduk dalam pada deretan meja lapak di ajang pesta tahunan para pemuja ‘berhala’ dan rekaman fisik.

Berjumpa lagi dengan kolom budaya belanja duniawi yang biasa dilabeli hashtag #jajanrock. Kali ini saya beberkan hasil penemuan sejumlah rekaman musik dari ajang Record Store Day (RSD) di Malang, 22 April 2017.

Dibanding momen sebelumnya, saya tidak banyak belanja hari itu. Bujet memang terbatas, dan perlu dialokasikan untuk yang lain. Hari itu saya sengaja hanya fokus pada rekaman yang baru atau yang dirilis tepat pada momen RSD. Selebihnya, lebih sibuk menjaga lapak @demajors_mlg dan bersua dengan para kolega.

Sampai di rumah setelah bubaran RSD, ternyata saya membawa pulang hal-hal ini;

Bangkai – Re-Emotional Conform
Hellsoil – In Grind We Bong
Strider – Defishit Moral
Oke, tentu saja ini ‘jatah preman’ dari Confuse Records. Ya maklum, beberapa hari sebelumnya saya ditugasi menulis press release untuk ketiga rilisan dari label rekaman milik kawan saya itu. Oya, di album reissue-nya Bangkai itu juga saya menulis liner notes-nya. A real deal, khan?!

Damn, Strider bermain istimewa di panggung RSD kemarin.
Tentu saja, mereka ini langsung jadi band anyar favorit saya – di speaker maupun di panggung.

SATCF – Retorika (self-released)
Ini album yang paling saya buru di hari itu. Beberapa pekan sebelumnya, album ini memang sudah dirilis dalam versi digital. Tapi saya bukan pengguna layanan audio streaming macam Spotify dkk. Alhasil, saya baru menyimak Retorika sepulang dari RSD kemarin, melalui CD player di kamar. Tampaknya Retorika berhasil membawa SATCF ke wilayah musikal yang baru, tapi tetap memeluk tensi punkrock yang kuat. Dibanding album sebelumnya, musik mereka sekarang makin kaya dan berani. Saya tidak kaget jika nama mereka bisa lebih besar lagi. Sudah semestinya.

Ancient – The Old Dark Tyranny (Resting Hell / Vitus)
Saya penasaran dengan band ini setelah namanya seliweran di timeline Facebook. Banyak kawan-kawan metalhead yang mengomentari Ancient, dalam ulasan yang positif. The Old Dark Tyranny mematok irama thrash/black 80-an yang purba dan ortodoks. Segarang kulit dan peluru. Seteguh api dan kapak.

Deathroned / Diabolical – Split (Hell is Other Records)
Pada stiker yang menempel di sampul kaset ini bertuliskan, “Sepaket karya musikal yang bengis dan misantrofik. Deathroned meracik death metal dengan cara-cara yang luhur dan mulia sembari menapaki jejak yang ditinggalkan oleh Dismember, Grave, atau Unleashed. Sementara, Diabolical dengan sikap dingin dan nihilis siap mendeklarasikan perang yang barbarik di antara pengaruh Bathory dan Celtic Frost. Album split seperti ini mampu mengoyak keyakinan!…”

Sebentar, kata-kata di atas tampaknya tidak asing buat saya. Mmmmh…
Oh, ternyata memang saya yang menulis kalimat tersebut. Sebuah amanah dari sang pemilik label Hell Is Other Records. Ha!

The Trees and The Wild – Monumen (Black Orb Recording)
Kaset singel yang cuma berisi lagu “Monumen” dalam versi asli dan remix. Anda pasti sudah kenal dengan tembang itu. Apa lagi yang mau diceritakan?!

No Man’s Land – Unarmed (Aggrobeat Records)
Iya, ini rilisan lama di tahun 2015. Dulu saya tidak sempat beli, lalu kehabisan stoknya. Beruntung ada lapak kaset-kaset punk pas RSD kemarin. Tiba-tiba terselip kaset ini, ya langsung saya ambil untuk melengkapi koleksi album No Man’s Land.

Becuz – Jala (Nadapita Records)
Album paling baru dari unit noise-rock paling gegabah di Malang. Kaset ini dikemas bagus, banyak foto-foto unik di dalamnya. Jala ini penting kalau anda suka Sonic Youth dengan segala turunannya, atau bagi yang sulit move-on dari album pertama Koil dan Sajama Cut.

Hadd – Chainflower (Greedy Dust)
Bisa jadi mereka adalah band terbaik hari ini dari kota Blitar. Jujur saya tidak banyak mengenal dan menyimak musik-musik dari daerah tersebut. Saya pernah memutar satu lagunya di YouTube, dan langsung jatuh hati. Chainflower semakin menegaskan kalau pilihan saya ini tidak salah.

Much – A New Album Sampler (Haum Ent.)
Katakan saja ini versi demo jelang bakal album terbaru Much nantinya. Sebentar lagi rilis kok, janjinya. CD ini dikemas simpel dalam bentuk slipcase. Hanya memuat 4 lagu, termasuk kover “There She Goes”-nya Sixpence and None The Richer yang memukau. Seperti biasa, Much tetap legit dan bakal memikat lebih banyak muda-mudi kota ini.

Whitenoir – Feed Me (Pop Flesh Records)
EP yang cemerlang dari unit alt-rock terbaru kota Malang. Tampaknya Whitenoir sudah cukup yakin dengan komposisi dan sound mereka. Musically, mungkin seperti berada di tengah-tengah antara Beeswax dan The Morning After. Menarik memantau sepak terjang band ini selanjutnya…

Kompilasi Record Store Day 2017 Malang
Akhirnya, ini proyek spesial yang memuat kumpulan lagu dari barisan musisi (anyar) kota Malang. Mereka dikumpulkan dan dikurasi langsung oleh tim RSD Malang. Banyak lagu yang menarik, juga musisi yang potensial. Pasang kuping yang cermat untuk Sasabda, Takethislife, Closure, atau Harass. Masa depan iklim bermusik di kota Malang mungkin bisa berharap dari 17 band yang ada di kompilasi ini. Band lokal? Ah, itu hanya soal mental.

 

*Judul tulisan di atas merupakan versi parodi dari titel album Strider, “Defishit Moral”. Maklum kemarin modal kecil, belanja lumayan khilaf, jadi miskin lagi. I love you but i hate you, RSD!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s