Retrospektif Musik bersama Samack

dsc02222

Photo ; Widhi Astana / Whiteboard Journal

Tempo hari, saya diajak berbincang oleh Muhammad Hilmi untuk situs Whiteboard Journal. Seperti ini hasilnya…

Malang adalah salah satu kota yang menetapkan barometer musik lokal. Di kota ini, sejarah musik rock lokal tumbuh dan berkembang, Malang adalah salah satu tempat dimana musik underground hidup dan dihidupi, dan belakangan mencuat kembali dengan keberagaman musik yang segar dan menarik. Whiteboard Journal berbincang bersama salah satu pegiat scene sekaligus pelaku sejarah musik di kota Malang, Samack mengenai sejarah, dikotomi daerah-pusat hingga potensi yang ada di sana.

Continue reading

Mengabadikan Zaman bersama Garna Raditya

garna_raditya_1

Garna Raditya – Foto oleh Scott Russel

Semarang sering luput dari radar youth culture yang terjadi di seputaran Indonesia. Padahal, di dalamnya juga terjadi pergolakan dan semangat yang sama dari anak-anak mudanya. Garna Raditya adalah salah satu sosok penting yang menghidupkan scene Semarang melalui aktivitasnya sebagai gitaris di dua band legendaris Semarang, AK//47 dan OK Karaoke. Whiteboard Journal berbicara dengan Garna yang kini tinggal di Amerika mengenai albumnya, serta pentingnya perkembangan literasi.

Continue reading

Burgerkill ; 20 Years of Blessing Life and Un-Blank Proudness

Burgerkill - BK.Doc

Burgerkill 2015 – BK.Doc

Bulan Mei 2015 yang lalu, band metal terbesar di Indonesia, Burgerkill, tepat mencapai usianya yang ke-20 tahun. Itu tentu bukan usia yang singkat bagi sebuah band yang lahir dari sudut distrik perkampungan yang padat dan kawasan industri yang sibuk di bagian timur kota Bandung, serta ngotot memainkan musik yang sangat mereka sukai – dari hardcore sampai metal, dan kombinasi segala musik keras di antaranya.

Seperti yang sering dibilang orang-orang, perjalanan karir Burgerkill memang telah memeras darah, keringat dan air mata hingga tetes terakhir. Tonton video dokumenter mereka, We Will Bleed, untuk kisah detilnya. Itu semua terjadi kalau pun bukan akibat takdir dan kebetulan, pasti karena kerja keras dan mimpi yang selalu mereka perjuangkan sampai hari ini.

Saya mewawancarai gitaris Ebenz untuk menangkap kesan tentang fase awal terbentuknya Burgerkill, momen-momen bersejarah dan pencapaian yang telah diraih, serta bagaimana karir bermusik yang sudah digeluti selama 20 tahun itu akhirnya mampu merubah hidupnya…

Continue reading

Q & A ; Ayu Fajar Widjaja

ayu1
Perbincangan ringan nan panjang bersama seorang mahasiswi tingkat akhir yang bercita-cita menjadi dosen, Ayu Fajar Widjaja, tentang kesukaannya menggambar hingga tersesat di belantara seni rupa. Ilustrator yang sempat pingin jadi dokter gigi ini juga menyerukan sepotong kalimat untuk Andy Warhol, sampul musik dan band favorit, serta siapa sosok yang harus menggambar potret dirinya…

((( Ayu dan Masa Kecil )))

Sejak usia berapa kamu mulai suka menggambar?
Sejak masuk TK, waktu pertama kali dibelikan crayon dan spidol buat pelajaran kesenian. Itu pun gambarnya jelek banget…

Siapa yang pertama kali mengajari kamu untuk menggambar?
Kayaknya sih gara-gara dulu waktu TK tiap lagi gambar manusia selalu dikira sama gurunya itu robot. Jadi waktu itu sering diajarin sama ibu caranya bikin gambar yang bener gimana, biar gak dibilang bu guru robot terus, hehe.

Anak kecil biasanya suka gambar binatang atau pemandangan, kalo kamu dulu paling sering bikin gambar apa?
Gambar keluarga lagi piknik di taman, atau anak-anak kecil lagi lomba 17-an. Pokoknya di tiap gambar itu selalu ada anak cowok lagi manjat pohon mangga di pojok sebelah kiri. Lama kelamaan suka bikin gambar yang ada ceritanya, bikin komik-komikan terus dibaca sama temen-temen. Seneng banget waktu itu. Suka aja dulu bikin gambar yang bercerita.

Pernah gak dimarahin orang tua gara-gara suka corat-coret atau menggambar di sembarang tempat?
Pernaaaah! Soalnya corat coret di sprei sama gorden.

Sebenarnya, kamu di waktu kecil itu punya cita-cita pengen jadi apa?
Pramugari, hahaha!

Continue reading