Mencari Jejak Nick Drake di Indonesia

nick drake

photo taken from songbar.com

Saya pertama kali mengenal nama Nick Drake itu sekitar tahun 2010. Ya, memang sangat terlambat. Ketika itu saya baru bergabung pada jajaran kontributor situs Jakartabeat. Di situ saya bergaul dengan penulis-penulis lain, mendapatkan banyak informasi serta akses menuju musik-musik baru yang menarik dan belum pernah saya kenal sebelumnya. Seperti misalnya Fleet Foxes, Wilco, The National, dan juga Nick Drake.

Continue reading

Advertisements

Menengok Kembali Jejak Harmony Corruption di Indonesia

ND-Harmony ; artwork by David Windmill

Artwork by David Windmill

If The Truth Be Known: Ketika suatu hari editor Vice Indonesia meminta saya untuk menuliskan artikel tentang dampak album Harmony Corruption (Napalm Death) di Indonesia, tentu saja saya langsung menyanggupi. Soal format artikel dan deadline pun disepakati. Saya lalu meriset banyak data dan informasi soal album tersebut. Juga menyusun daftar narasumber – berisi orang-orang yang saya yakin pernah tumbuh bersama album itu. Kemudian mengontak mereka dan mengirimkan daftar pertanyaan melalui Facebook Message atau email. Dibalas cukup cepat juga sama mereka. Proses menulis dan menyunting pun saya mulai. Dasar saya yang bandel dan agak mangkir dari kesepakatan di awal. Alhasil saya molor melewati deadline yang ditentukan. Lalu naskah yang harusnya berbentuk feature sebatas 1500 kata malah jadi semacam wawancara keroyokan atau ‘oral history’ yang berkembang hingga 4000 kata. Ha! Otomatis naskah saya jadi agak lama disunting di meja redaksi Vice Indonesia. Sampai akhirnya terbit feature versi ringkasnya di situs tersebut, tempo hari. Nah, sekarang saya tampilkan naskah komplitnya (uncut version) di blog ini sebagai arsip. Selamat membaca dan mengenang kedigdayaan Harmony Corruption…

Continue reading

Album Metal Indonesia Terbaik 2016

best-album

source ; warningmagz.com 

Mau di tahun berapa pun, musik metal selalu tampak menarik dan menyenangkan bagi sebagian besar penggemarnya. Setahun kemarin, scene musik metal di Indonesia juga membara dan penuh gairah melahirkan rekaman-rekaman musik yang apik.

Itu tidak lepas dari upaya label-label rekaman dalam negeri yang makin rajin dan sigap merilis album yang kadang di luar dugaan. Daftar katalog album dari label rekaman macam Hitam Kelam, Brutal Infection, atau Armstretch kerap menarik minat fans musik ekstrim metal. Bahkan ada beberapa label asing yang jeli dan nekat merilis album milik band Indonesia yang bagus. A good thing.

Continue reading

The 20 Malang Indie Essential Tracks from 2016

mlg_essen

Artwork by Eiji

Throughout 2016, Malang indie music scene was pretty much fervent with many releases from potential musicians and bands. The music discography, whether in the form of single or album were overflowing and most of them were worth checking out. Music gigs, concerts, or festival level celebration in Malang were packed and they further proved the high enthusiasm within our local music scene. In this special mixtape, we have compiled 20 essential indie tracks that were released by Malang’s indie musicians during 2016 that we thought were compelling enough to wrap up the year.

Continue reading

Memburu Pustaka Di Kandang Serigala

wp_20161019_003

“So many books, so little time.” – Frank Zappa.

“Good books, good foods!” begitu ucap Arisman dengan wajah sok yakin menatap saya. Seakan-akan ia sedang memaparkan tema utama perjalanan kami pagi itu. Kedua tangan pria bertubuh tambun itu tetap memegang kemudi mobil Avanza yang dipacu dalam kecepatan rata-rata. Saya hanya melirik geli mendengar kalimatnya barusan yang seolah-olah hidup pada hari itu hanya soal buku dan makanan, baginya.

Saya duduk tenang di samping pria berdarah Tionghoa tersebut sambil menyimak sampul CD album After The Eulogy-nya Boysetsfire yang sedang diputar saat itu. Tiga buah CD lainnya sudah siap di atas dashboard – Mastodon, Hellcrust, dan Ghaust – yang bakal jadi teman setia kami selama perjalanan Malang – Surabaya PP.

Continue reading

Scene N’ Heard ; Malang

crp8iztukaaldvq

Rolling Stone Indonesia, September 2016

Dengan iklim yang relatif sejuk, anak muda Malang bersenang-senang dengan caranya sendiri.

Sebagai salah satu daerah yang memiliki scene musik yang cukup disegani sejak lama, kota Malang tidak pernah kehilangan talenta-talenta baru khususnya di ranah musik independen. Kota ini bahkan dianggap menyimpan aura rock n’ roll yang kuat, menurut sejumlah kalangan.

Dari kota ini memang pernah melahirkan dan membesarkan nama-nama musisi/band yang cukup disegani karya, pencapaian dan legacy-nya. Seperti misalnya Rotten Corpse, No Man’s Land, Antiphaty, Extreme Decay, Screaming Factor, Begundal Lowokwaru, The Morning After, SATCF, atau Tani maju yang bergerak pada komunitas bawahtanah dan musik independen. Juga ada nama Flanella atau Putih yang sempat mengadu nasib pada label rekaman besar dan memainkan musik pop arus utama, kalau mau dicatat.

Continue reading

Berjalan Melintas Bukit Yang Jazzy

WP_20160821_013

“Waduh, kok ndadak? Mmmmh, sek aku tak mikir dulu 10 menit…” begitu kalimat balasan yang saya kirim melalui WhatsApp saat bercakap dengan Dewi Ratna alias Nana yang tiba-tiba menawari saya untuk ikut dalam Bromo Trip sembari menonton Jazz Gunung 2016. Tawaran mendadak itu datang pada Kamis sore (18/08), dan besok pagi sudah dijadwalkan untuk berangkat bareng-bareng menuju kawasan Bromo sembari menonton gelaran Jazz Gunung yang berlangsung selama dua hari, 20 – 21 Agustus 2016. Uhm…

Continue reading