Drawing Crazy Patterns On Your Sheets

fans

Apa yang terlintas di benak seorang ilustrator ketika mendengarkan musik, menatap karya grafis dari band pujaan, atau memandang poster gigs yang menggetarkan hati dan pikirannya?

Kemungkinan besar adalah ia bakal tergerak mengangkat pena serta merespon semua itu dalam wujud garis dan rupa. Seperti itu biasanya tindakan sederhana mereka. Sekadar corat-coret awalnya, kemudian dengan tekun bisa menghabiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari untuk menyelesaikan karyanya tadi. Apapun itu motifnya – atas nama keisengan, naluri bakat dan profesi, passion, atau apresiasi.

Itu mungkin yang terjadi pada sekumpulan ilustrator yang berkumpul dan memajang karyanya pada pameran poster Juicy #2: I’m Your Fans di Houtenhand Garten Malang, mulai 30 Juli 2017. Selaku fans dan penggemar musik, mereka nekat merespon sepotong sampul album, selembar poster gigs, bahkan mungkin komposisi dari musisi/band idolanya.

Seperti tema pameran ini, para ilustrator yang terlibat bisa dipastikan adalah penggemar musik dan fans berat dari musisi/band tertentu. Di kamarnya, mereka bisa saja memutar Radiohead sambil mengamati goresan Stanley Donwood, memuja Pushead sambil menikmati Metallica atau Misfits, atau mencermati poster-poster gigs punk/hardcore terbitan klub musik CBGB atau 924 Gilman Street.

Dengan gaya dan karakternya masing-masing, mereka mendesain ulang sekaligus meredefinisi karya-karya yang pernah tercipta. Mungkin dengan mengusung pemahaman dan interpretasi yang baru – setelah beberapa malam memelototi karya-karya aslinya tersebut. Hasilnya, beragam polesan pop-art, psikedelik, cut & paste, surealis, hingga goresan yang ‘cadas’ ikut mewakili karya anak-anak muda ini.

Menarik untuk mencari tahu dari mana munculnya ide dan gagasan mereka itu semua. Lalu, bagaimana konsep dan proses kreatif mereka berjalan hingga melahirkan karya-karya ‘baru’ sekaligus ‘reissue’ yang tidak terprediksi tersebut.

Bagaimana tidak, siapa yang kepikiran menaruh gambar Reog Ponorogo saat merespon desain Motorhead? Atau memajang alien yang merokok di sampul album Mellon Collie and the Infinite Sadness? Lalu ilustrasi perang bintang untuk band stoner/doom semacam Sleep? Kok bisa Explosions In The Sky dipahami secara surealis ala Salvador Dali? Kapan lagi ada konser Didi Kempot yang sepanggung dengan Dead Kennedy’s, Green Day, dan The Who?

Cukup sinting, di luar perkiraan, sekaligus absurd bukan?! Jika bertemu dengan ilustratornya, coba sapa dan tanyakan perihal karya-karyanya tersebut. Sebagai sesama penggemar musik dan seni rupa, perbincangan seperti itu pasti akan berlangsung menarik.

Ini juga momen baik untuk mengingat kembali bahwa setiap karya ilustrasi bukan lagi sekedar pembungkus album atau pertunjukan musik belaka. Lebih dari itu, mereka adalah interpretasi dari konten. Yang terus hidup dan berkembang dinamis sehingga selalu bisa didefinisikan atau diinterpretasikan ulang sesuai dengan semangat zaman.

“The empty-handed painter from your streets,
Is drawing crazy patterns on your sheets…”

Malang, 30 Juli 2017
Samack

* Ditulis sebagai pengantar katalog Pameran Poster “Juicy #2: I’m Your Fans” di Houtenhand Garten Malang, 30 Juli – 05 Agustus 2017.
* Judul tulisan ini diambil dari potongan lirik lagu “It’s All Over Now, Baby Blue” milik Bob Dylan, di album Bringing It All Back Home (1965).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s