Keajaiban (Kaset) The Real Thing, Kecerobohan Tata Letak, dan Dua Lagu Yang Hilang

Faith-No-More-The-Real-Thing

The Real Thing – Versi CD Orisinil

Kemarin siang, 20 Juni 2017, sekelebat muncul berita di linimasa kalau album The Real Thing tepat dirilis 28 tahun lalu.  Saya langsung spontan melirik ke sebelah kanan, tempat rak koleksi kaset saya berada. Kalau urusan Faith No More kebetulan koleksi saya lumayan lengkap. Ehem.

Ini album bagus yang menandai kemunculan Mike Patton untuk pertama kalinya di Faith No More. Dua album sebelumnya, posisi vokal diisi Chuck Mosley – yang akhirnya dipecat karena kebanyakan madat dan akibat perilaku maboknya yang kelewatan.

Sudah tidak mungkin lagi bisa bekerjasama dengan Mosley, menurut bassist Bill Gould. Pernah suatu kali Mosley mabuk berat dan tertidur di atas panggung (justru) ketika Faith No More menggelar record release show untuk album kedua mereka, Introduce Yourself.

Akibatnya fatal!

Tidak ada ampun lagi. Semenjak tahun 1988, Mosley diberhentikan.

Priiiiit!… Mosley out! Patton in!

Kembali saya mengamati kaset The Real Thing yang saya punya. Sembari memutar lagunya, saya bolak-balik sleeve cover-nya. Uhm…

Eh, ternyata sampul kasetnya yang versi Indonesia (rilisan Polygram) ini terbilang ‘unik’. Artwork-nya memakai desain yang versi vinyl – utuh tanpa cropping. Lumayan lebih keren sih dibanding versi asli atau CD-nya.

The_Real_Thing_vinyl_cover

Ini sampul The Real Thing versi vinyl – yang diadopsi pada kaset rilisan Indonesia.

Loh, tapi terus ada sesuatu yang janggal: pada sampul depan versi kaset tertulis titel albumnya memang “The Real Thing”, sementara di bagian samping titel albumnya kok ditulis “Epic”.

Uhm, oke ini aneh. Salah cetak? Salah kaprah?

Itu lalu mengingatkan saya yang sejak dulu memang kerap menyebut kalau ini adalah album Epic. Maklum, semua kaset saya tata berdiri dan berjajar, jadi bagian samping yang lebih sering terbaca. Maaf.

WP_20170621_003

Ini versi kaset The Real Thing dari koleksi saya. Tampak ada yang aneh?!

Ketika ‘persoalan’ ini saya unggah di status Facebook, ada beberapa komentar dan tanggapan yang menarik.

“Anjir bener juga baru sadar tentang “Epic” itu,” tulis Adhit Android (HelmProyek) di kolom komentar. Ia juga mengaku kalau dulu menyebut ini album namanya Epic. Ha!

Drummer Seringai, Edy Khemod, lalu ikut komentar, “Untuk anak-anak sekarang album ini kayanya biasa aja ya. Tapi pas pertama baru keluar, rasanya kaya fresh banget. Rasanya udah paling ultra modern tanpa peduli genre.”

Bener juga yang dirasakan Khemod. Saya dulu pertama kali mendengarkan album ini juga bingung. Sekaligus heran. Sungguh tidak seperti musik-musik alt-rock atau metal yang biasa saya konsumsi.

The Real Thing memang terdengar cukup aneh di jamannya. Seperti libas sana-sini, dan kita tidak paham musik mereka kudu berada di genre sebelah mana.

Maklum, konon kabarnya, di album ini Faith No More semakin mengembangkan jangkauan sound dan musik mereka. Mike Patton dkk memadu-kembangkan thrash metal, funk, hip hop, progressive metal, synthpop, carousel music, dan hard rock. Semua itu dibungkus dengan apa yang mereka sebut “a black sense of humor”.

Sinting.

Sekali lagi, itu bukan musik yang ‘wajar’ untuk ukuran saat itu. Atau mungkin kita yang belum mengenal banyak referensi mutakhir. Kalau jaman sekarang mungkin kita sudah familiar setelah menemukan musik yang multi-disiplin seperti The Mars Volta, Puscifer, atau bahkan Pallbearer.

Oke, siapa yang masih meragukan pengaruh dan legacy Faith No More era Mike Patton kalau sudah begini?!…

Perihal ‘keajaiban’ kaset The Real Thing rilisan Indonesia ini ternyata tidak berhenti pada persoalan tata letak sampul dan titel album saja.  Rusli Hatta (Becuz), kawan saya yang koleksi rekamannya terkenal ‘brengsek’ ikut komentar dan mengingatkan kalau tracklist-nya versi kaset dengan versi CD (rilisan impor) itu berbeda.

Duh, masalah apa lagi ini?” batin saya. Maklum, saya cuma punya versi kasetnya saja, dan belum pernah memegang CD-nya.

“Coba lihat saja, cocokkan…” tantang Rusli.

Saya lalu coba mengecek via internet – menelusuri Wikipedia, Discogs, sampai Amazon. Voila!

Damn. Bener juga kata Rusli. Ternyata selain tracklist-nya tidak sama dan tidak urut. Di versi kasetnya cuma ada 9 lagu, kudunya total ada 11 lagu kalau menurut versi aslinya di CD. Dua lagu yang hilang itu berjudul “Edge of the World”, dan satu lagi yang justru penting: lagu kover “War Pigs”-nya Black Sabbath!

Kedua lagu yang hilang itu akhirnya saya unduh via internet. Sialan.

Mau tahu ‘keunikan’ lain yang tidak penting? Sila cek Side One dan Side Two yang tertukar cetakannya pada kaset saya di atas tadi.

Ketemu?

Dugaan saya, staf bagian desain dan tata letak di PT Suara Sentral Sejati (distributor rilisan Polygram di Indonesia) itu pasti sudah dipecat karena ceroboh menempatkan titel album dan tracklist tadi.

Segala keteledoran di atas tadi semakin sah ketika saya cek dan konfirmasi ke situs Discogs. Katanya begini:

This edition was stripped from 11 tracks to 9 tracks, omitting the tracks “Edge Of The World” and “War Pigs”.

“Epic” is incorrectly printed on the spine as the album title.

Ya, semakin ajaib saja kaset versi indo ini.

***

Sembari menunggu waktu sahur, saya memutar kembali The Real Thing. Masih kuat dan solid, seperti yang pertama kali saya dengarkan dulu. Ulasan musik dan pencapaian album ini sudah banyak beredar di berbagai media online. Cari sendiri dan baca saja. Dan kalau anda belum pernah mendengarkan The Real Thing, saran saya cuma satu: segera miliki albumnya!

Vokalis Korn, Jonathan Davis, saja pernah berujar, “My favorite Faith No More record is The Real Thing. That’s when Mike Patton took over. That’s the one… We got a lot of our influences from The Real Thing. It showed everybody you could do heavy music and not be “metal”. It was something completely different.”

Bahkan, Greg Puciato dari The Dillinger Escape Plan mendeklarasikan The Real Thing sebagai salah satu album penting yang mengubah hidupnya.

Well, The Real Thing is definitely the real deal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s