Rotasi Konsumsi ; To Sit Alone

okli

Mengecap rima kritis yang anti bela negara, puisi dan bahasa, serta playlist cadas yang masih menancap di stereo set.

Tidak perlu alasan bertele-tele untuk tidak segera mengunduh singel bebas bea Morgue Vanguard x DOYZ “Check Your People” dari situs Grimloc Records. Pesannya jelas, “…simpan doktrin kalian soal cinta tanah air / bagi mereka yang tak punya tanah dan selalu membeli mahal air / bagi mereka yang terusir dan menjadi martir / saat nasib dipaksa parkir di bawah cakar Garuda / dan berakhir hidup di bawah tanah serupa Moria / di bawah angkara aparat yang tercatat / sejak Rotor dan ‘Pluit Phobia’ / hingga tiba di era ekspansi menggurita / terekam oleh WatchDoc dengan kamera…”

Kalau kurang jelas, baca tulisan yang menarik ini.

Saya baru memesan paket yang katanya wajib dimiliki sebelum kiamat, yaitu Joe Million X Senartogok – Vulgar. Isinya CD, plus tambahan buklet, zine, stiker dan remeh-temeh lainnya. Sebuah pencerahan di antara gemerlap hip-hop nusantara yang mulai absurd.

Saya menonton lagi film The End of The Tour. Kisah yang intens tentang proses wawancara seorang penulis buku dengan wartawan muda Rolling Stone. Sangat direkomendasikan bagi anda yang suka menulis dan membaca, mengkoleksi majalah Rolling Stone, ingin mengencani penulis fiksi yang absurd, atau jika anda sekedar fans Sheryl Crow yang cuma tahu lagu-lagu hits-nya saja. Tonton saja.

Dari lapak kaset bekas milik Cak Tono Boldi di pasar dadakan pada Minggu pagi, saya membawa pulang tiga album yang menarik. The Beavis and Butt-Head Experience, kompilasi seperti ini mampu melemparkan saya menuju era kejayaan MTV dan musik 90-an. Setelah saya teliti kemasannya kok agak beda dengan yang pernah saya lihat sebelumnya. Eh, ternyata ini rilisan Malaysia. Yang unik, saya perlu bertanya pada Google dulu sebelum memutuskan untuk membeli kaset E.L.O album Time. Ada beberapa baris kalimat yang cukup mengintimidasi di Wikipedia, seperti misalnya, “According to the book The Time Traveler’s Almanac, Time is the first major concept album devoted entirely to time travel.[4] In later years, the album attracted a cult following from those interested in retrofuturism, becoming the subject of admiration for some popular musicians.” Tampaknya itu sudah cukup kuat alasan untuk memiliki album yang penting tersebut. Mata saya lalu terhenti pada sampul kaset yang bertuliskan album Cozy Street Corner bertajuk Cozy. Ini rilisan yang kult sih, pikir saya. Konon musiknya apik dan menarik. Benar juga, sampai rumah saya setel berkali-kali album tersebut. Hari Minggu menjadi lebih menyenangkan bersama penemuan yang sesuai selera.

Saya baru tahu kalau ada versi CD dari albumnya Chrisye yang bertitel Puspa Indah ketika iseng-iseng masuk ke Musik Plus di Sarinah Malang, pada suatu sore setelah hujan. Sejak tahu album itu ada di peringkat 57 dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik versi Rolling Stone Indonesia, saya memburu Puspa Indah di beberapa lapak kaset bekas. Dan gagal menemukannya. Kekagetan saya masih berlanjut saat menemukan juga CD Remy Silado album Bromocorah dan Putrinya pada rak yang sama. Sialan, kemana saja saya selama ini kok baru tau?! Keduanya memang proyek rilisan ulang album-album klasik dari label rekaman Bravo Musik. Eh sebentar, bukannya tujuan awal saya mampir ke Musik Plus tadi untuk beli CD Hardwired-nya Metallica?! Ah lupa, besok saja. Itu bisa ditunda dulu.

Dari Musik Plus, saya lalu berjalan ke bioskop Mandala untuk bergabung hampir 800 kepala yang mau menonton bareng film Istirahatlah Kata-Kata. Kawan-kawan baik saya yang punya gagasan cemerlang dan mewujudkan nobar film itu di Malang. Heboh dan meledak. Mereka sampai kudu ‘membajak’ lima studio sekaligus untuk pemutaran film itu. Salut untuk mereka. Filmnya bagus, hening yang mendebarkan.

Aha, saya girang membaca kembali lima edisi Tigabelas Zine yang baru saya dapat kopiannya dari Alternaive, Bandung. Fyi, ini adalah fanzine punk/hardcore karya Arian13 bersama para kontributor terbaiknya (Ucok, Angga, Pam, dkk) yang pertama kali terbit di tahun 1998. Sampai sekarang, Tigabelas masih saya anggap sebagai salah satu fanzine musik terbaik di negeri ini. Jujur, saya pribadi banyak mendapat pengaruh dan inspirasi dari fanzine ini ketika menulis atau bikin media serupa.

Band shoegaze Malang, Intenna, terlibat dalam kompliasi tribut untuk Slowdive. Saya suka mendengar lagu kover “Golden Hair” yang mereka mainkan. Sampai saya putar berulang kali. Lagu yang aslinya milik Syd Barrett lalu digubah lebih panjang oleh Slowdive ini katanya ada relasi dengan puisi James Joyce. Coba baca di sini kalau tidak percaya.

Dari suatu malam yang seru di Houtenhand, saya membawa pulang tiga CD lokal dari lapak dadakan para kolega. Savor terdengar matang dan bertenaga pada album Hellegion yang dahsyat di telinga. Produksi musik dan rekamannya cukup baik. Album itu saya beli sepaket dengan CD Hymne Puja Belantara-nya Babirusa yang dirilis oleh FTP, Inc. Album yang dahsyat. Take This Life kabarnya sekaligus pamit undur diri pasca melepas bagian kedua dari Numbers EP. Oke, mereka mungkin butuh istirahat sejenak setelah banyak melakukan ‘perhitungan’ dalam musiknya.

Oya, saat ini saya juga sedang intens mendengarkan musik-musik sebagai berikut;
Entombed AD – Back To The Front 
Kreator – Gods of Violence
Overkill – The Grinding Wheel
Abbath – Abbath

Juga sedang menyelesaikan beberapa buku seperti Louder Than Hell; The Definitive Oral History of Metal (Jon Wiederhorn & Katherine Turman), Nawilla (Reda Gaudiamo), serta Gara-Gara Alat Vital dan Kancing Gigi (Gustaaf Kusno).

Oke, saya pikir cukup. Waktu ini masih terlampau singkat untuk mengkonsumsi hal-hal yang menarik di sekitar saya. Rasanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s