dead_vertical_cover_album_angkasa_misteri

DEAD VERTICAL – ANGKASA MISTERI
Three Sixty Music / demajors

Selepas intro yang bertajuk “Turbulensi Dimensi Hitam”, Dead Vertical langsung menggerinda dengan kencang dan sulit dihentikan. Sulit untuk melewatkan lagu “Tunggal Bertarung” yang bersenjatakan riff-riff gitar groovy tanpa ingatan akan bagian terbaik dari album Harmony Corruption-nya Napalm Death. Pola gitar semacam itu juga kerap hadir pada sejumlah track yang lain – di nomor “Hidup Tak Bernyawa”, misalnya.

Dead Vertical mengundang Arian13 (Seringai) sebagai cameo untuk ikut menyalak dalam “Broken” yang mengalun dalam corak hardcore yang ngebut. Beri perhatian juga pada opening “Trapped In The Shadow” yang apik, sebelum lagu itu berlari dalam tempo yang cepat. Sementara itu, pola tradisional musik Dead Vertical tetap terjaga intensitasnya dalam formula grindcore klasik melalui “Infeksi Permulaan” yang digeber singkat dan padat.

Dead Vertical hanya butuh tiga orang untuk menggeber musik seketat apa yang termuat dalam album Angkasa Misteri. Hanya sedikit ruang yang tersisa untuk menarik napas. Sebelas nomor di album ini cukup mumpuni menyajikan irama death/grind yang tangguh dan sarat presisi. Aroma death metal yang disisipi potongan-potongan gitar yang sarat groove dan breakdown berhasil membalut konteks musik grindcore karya band asal Jakarta ini. Produksi sound mereka di sepanjang album ini juga cukup bagus dan rapi. Terdengar begitu tegas sekaligus garang.

Kecerdikan Boy dkk juga makin kentara ketika mematok durasi lagu-lagunya dalam takaran yang pas. Itu terbilang cukup moderat bagi telinga yang menyukai musik death metal hingga grindcore. Sekilas mereka seperti sukses meracik pola-pola musik yang dimainkan oleh Extreme Decay, Rajasinga, Dead Squad, atau bahkan Forgotten.

Sejak awal Boy dkk memang sudah memperingatkan dalam pengantar yang tertulis di bagian dalam sampul CD mereka, “Hidup ini penuh misteri. Tak satupun dari manusia tahu apa yang akan terjadi. Segala kemungkinan bisa terjadi datang menghampiri. Dan siapkah kalian menghadapi Angkasa Misteri?…”

Namun, setelah mendengarkan semua materi di album ini, jelas bahwa kualitas musik Dead Vertical bukanlah sebuah misteri dan mungkin bisa terangkat lebih tinggi lagi. Album seperti ini, jika diputar dalam perjalanan sepulang kerja, mungkin mampu memangkas waktu tempuh Jakarta – Bekasi menjadi lebih cepat dan seakan tanpa hambatan. Angkasa Misteri telah menunjukkan bagaimana musik death/grind bisa dipacu dengan intens, sekaligus memiliki aneka manuver musikal yang tak terduga.

 

*Ulasan ini sebelumnya dimuat pada situs Supermusic.

http://supermusic.id/superbuzz/album-review-dead-vertical-angkasa-misteri