leftyfish2

LeftyFish merupakan proyek musikal teranyar dari Halim Budiono (Cranial Incisored) bersama tiga orang koleganya. Akhir tahun 2015 lalu, mereka merilis debut EP melalui label Hitam Kelam Records. Band asal Jogja ini menyajikan lima nomor cepat yang bising dan menggerinda, serta sarat akan eksperimentasi jazz di sana-sini.

Tembang pembuka “You, Fish!” diawali dengan bunyi saksofon yang semrawut, lalu disambut suara vokal perempuan yang seperti sedang mengomel tepat di samping telinga. Segala daya riff gitar dan drum dipacu kencang, begitu menyiksa. Tak lama, dialihkan oleh “Code Name” yang justru berisi liukan saksofon yang tenang. Sedangkan sang vokalis tetap berteriak-teriak sangar dan makin kesetanan. Menariknya, ada porsi jazz yang cukup besar di tengah-tengah lagu ini.

“End Up On The Screen” membahas sinyal ponsel dan kondisi batere yang kritis. Lagu ini cukup cerdik menyindir alokasi waktu kita yang terbuang percuma di hadapan layar ponsel; “Where is my signal when I need it? / It kill my battery, signal suck my battery / Oh god, my life only end up on the screen.”

“Trees” mungkin bisa disebut salah satu lagu lokal dengan pesan ekologis terbaik – cukup singkat dan jelas. Semacam mars yang efektif bagi gerakan ayo menanam pohon jika menilik dua bait liriknya; “When I can’t prevent people from cutting down trees / Why I don’t tell people to plant trees.”

Pada “Flowers” ada serbuan riff gitar yang cukup metalik. Kemudian diselipi bunyi saksofon yang ogah-ogahan dan terkesan cuek, namun toh tetap mampu memoles keindahan lagu tersebut dari belakang.

Seperti itu gambaran album You, Fish! Semua lagu sukses digeber singkat, total hanya berdurasi 17 menit saja. Memang rasanya seperti kurang, dan kudu diulangi dari awal lagi untuk mendapatkan sensasi musik yang maksimal.

Sebagaimana tipikal musik cepat berdurasi singkat, memang ada bagian-bagian lagu yang seperti serupa dan agak sulit dibedakan jika didengarkan pertama kali. Mustinya dikasih ‘hook’ supaya pendengar lebih ingat. Semua instrumen juga kerap terdengar bertumpuk dan seakan rebutan. Jika mau lebih ‘sabar’ dan diberi porsi satu-persatu mungkin musik LeftyFish bakal makin kaya juga variatif.

Suguhan utama yang paling menarik dari LeftyFish adalah vokal perempuan bersuara sangar sekaligus terdengar centil. Cukup jarang kita menemui karakter vokal seperti ini di sirkuit musik ekstrim Indonesia – yang mengingatkan pada Kat Katz (Agoraphobic Noisebleed) atau Mel Mongeon (Fuck The Facts), plus suara-suara centil ala female-fronted bands asal Jepang. Sudah hampir pasti kalau LeftyFish cocok dirayakan bagi semua penggemar Melt Banana, Cephalic Carnage, Naked City, Miles Davis, atau segala proyeknya John Zorn.

You, Fish! adalah album yang basah dan terburu-buru. Seperti kumpulan piranha yang sigap dan ganas. Sebuah penyegaran buat kuping pendengar, yang kudu disertai klausul peringatan bahwa album ini not for the weak. Karena musiknya mungkin agak sulit diterima oleh telinga awam. Bukan karena terlalu berat, melainkan memang cukup bising dan memekakkan.

Oke, durasi menulis (dan membaca) resensi ini sepertinya jauh lebih panjang daripada mendengarkan materi albumnya. Menarik untuk menanti apa yang akan dikerjakan oleh LeftyFish di kemudian hari, pada perairan musik cadas yang memang butuh gelombang di negeri ini.

*Artikel ini sebelumnya dimuat pada situs Supermusic.