thrash86

Dalam artikelnya di situs Metal Hammer baru-baru ini, jurnalis musik Jason Arnopp menjelaskan mengapa tepat tigapuluh tahun silam menjadi era yang paling esensial bagi genre musik thrash metal.

Menurutnya, jika ada tahun yang perlu dikenang sebagai kejayaan musik thrash metal, tahun itu tentunya 1986. Semuanya mungkin berawal dari Metallica saat merilis Kill ‘Em All yang merebut banyak atensi penggemar musik ekstrim di tahun 1983. Sejak itu, musik heavy metal seperti digeber lebih cepat, keras, dan tanpa kompromi. Thrash metal berada di titik start yang sempurna.

Band-band anyar yang memainkan genre musik ini mulai tumbuh dan berkembang – bersama bakat dan potensi yang semakin kuat. Musik thrash metal begitu meledak seketika. Eksplosif. Studio rekaman, records store, sampai konser-konser musik metal akhirnya menciptakan moshpit-nya tersendiri.

Hingga pada tahun 1986, penggemar musik cadas seperti kerepotan memilih album-album thrash metal yang beredar di pasaran. Begitu tumpah ruah, dan hampir semuanya terdengar prima. Kala itu, banyak album thrash metal yang merajai setiap rak records store, di daratan Amerika hingga Eropa.

Kebanyakan para fans musik metal kurang sadar, bagaimana mungkin dalam rentang waktu 12 bulan bisa ada begitu banyak album thrash metal yang luar biasa. Sebagian besar di antaranya bahkan kemudian ditasbihkan menjadi album yang berkategori klasik, legendaris dan esensial sepanjang masa.

Hingga kini, tiga puluh tahun telah berlalu. Ada baiknya menengok kembali 10 album thrash metal yang paling esensial di tahun 1986. Semua album yang ada pada daftar ini tentunya lahir di era pra-digital dan direkam secara analog. Kebayang betapa rusuhnya kualitas rekaman tersebut, secara tehnis sampai moral. Album-album ini menarik untuk diputar kembali sekarang sembari bersenang-senang layaknya di tahun 1986!

Dark Angel – Darkness Descends
Album kedua milik remaja-remaja asal kota Los Angeles ini masih kerap disebut-sebut salah satu album thrash metal yang bertenaga. Penuh dengan distorsi yang tebal dan riff-riff gitar yang bertebaran sejak track awal sampai akhir. Lagu-lagu seperti “Perish In Flames”, “Black Prophecies”, dan “Mercilles Death” adalah jagoannya. Lagu yang disebut terakhir bahkan sempat mengisi kompilasi Speed Kills III (1987). Kabar terakhirnya, Dark Angel kembali aktif dan sedang menyiapkan album terbaru tahun ini. Semoga mampu sedahsyat Darkness Descends. Kita tunggu saja.

Exumer – Possessed By Fire
Pasti ada sesuatu yang ditanamkan pada kepala anak-anak muda Jerman hingga mereka bisa sebegitu cerdas dalam memainkan musik thrash metal. Musik thrash metal dari Jerman bahkan sudah menjadi sub-genre tersendiri. Itu akibat konsistensi band kelas titan yang ditunjukkan oleh Kreator, Sodom, hingga Destruction. Exumer termasuk band anyar kala itu dan baru merilis debut Possessed By Fire pada tahun 1986. Album ini justru disambut panas. Berisi riff-riff yang tekun berlari di setiap fret gitar. Dibanding rilisan sejenis di tahun yang sama, kualitas sound album ini pun cemerlang. Cukup keras dan jernih. Mereka patut berterima kasih kepada produser Harris Johns untuk itu. Anak-anak muda ini memainkan thrash sejenis yang dimainkan Slayer dengan pendekatan karakter mereka sendiri. Simak lagu “Fallen Saint” dan “A Mortal In Black” yang terdengar sempurna sebagai formula thrashy. Cermati juga vokal unik Mem Von Stein dan limpahan riff dari gitaris Ray Mensch. Tidak seperti band lainnya, Exumer terus aktif sampai sekarang dan tidak pernah berhenti merilis album yang bagus. Sebagai bukti, coba saja album anyar mereka, The Raging Tides (Metal Blade Records).

Angel Dust – Into The Dark Past
Sebuah album yang mungkin paling obscure dan kvlt di daftar ini. Into The Dark Past adalah debut dari band asal Dortmund (Jerman) yang banyak berisi melodi dan riff yang memorable dengan kecepatan yang cukup tinggi. Lagu seperti “Gambler” dan “Legions of Destruction” masih relevan untuk didengarkan sampai sekarang. Pada tahun 1988 mereka merilis album To Dust You Will Decay yang serupa apiknya dan tetap di jalur thrash metal. Setelah itu, mereka justru mengubah haluan ke jenis musik power/progressive metal. Lalu, tak lama kemudian memutuskan bubar. Kabar baiknya, album Into The Dark Past dan To Dust You Will Decay sudah dirilis ulang oleh label No Remorse, bulan Januari 2016 kemarin. Segera diburu!

Slayer – Reign In Blood
Ya, tentunya anda sudah memperkirakan album ini sudah pasti masuk dalam list. Tentu saja tidak perlu diulas panjang-lebar lagi soal kedahsyatan album ini. Beri hormat bagi semua personil Slayer dan produser Rick Rubin untuk sebuah album yang pasti akan selalu dicintai oleh semua penggemar musik thrash metal di mana pun, sampai kapan pun. Mari kita putar kencang Reign In Blood sekali lagi, dari menit awal hingga akhir.

Kreator – Pleasure To Kill
Meski permainan drum Ventor disebut-sebut masih lemah dan mentah di album ini, namun itu tidak mengurangi kualitas Pleasure To Kill yang telah mewariskan komposisi musik thrash klasik. Lagu-lagunya sudah dikenal baik oleh semua fansnya. Gaya bermain gitar dan corak vokal Mille Petrozza tetap tiada dua. Bahkan didengarkan sampai hari ini pun, Pleasure To Kill tetap membunuh.

Megadeth – Peace Sells… But Who’s Buying?
Album ini memang memainkan tempo yang lebih pelan daripada rilisan lain yang berada dalam daftar ini. Tapi ini tetap thrash metal dengan komposisi musik yang juara dan melodi yang intens di setiap sisi. Setelah dipecat dari Metallica, Dave Mustaine mengobarkan Peace Sells sebagai dendam yang harus dibayar lunas. Dan itu terbilang cukup sukses serta berhasil.

Destruction – Eternal Devastation
Tuning gitar yang dimainkan dalam album ini terdengar begitu renyah dan fuzzy. Apik. Bunyi seperti itu kayaknya tidak pernah terjadi lagi di rekaman yang lain, pada album Destruction berikutnya sekali pun. Mike Sifringer layak disebut thrash guitar hero karena talentanya menemukan sound dan riff yang ajaib seperti semua lagu di album ini. Banyak keseruan yang lahir dari lagu-lagu seperti “Curse The Gods”, “Life Without Sense”, “United By Hatred”, “Eternal Ban”, “Confused Mind”, sampai nomor instrumental “Upcoming Devastation”. Makin jelas, Eternal Devastation adalah karya terbaik Destruction sejauh ini.

Nuclear Assault – Game Over
Nuclear Assault adalah pelaku musik metal yang cukup chaotic dalam sesi rekaman dan panggung. Album debut ini salah satu contohnya. Sound gitarnya terdengar kering tapi uniknya begitu bertenaga. Sedikit rusuh, namun tetap nyaman di kuping. Dan Lilker memainkan bass-nya dalam corak yang sludgy. Suara John Connelly begitu berbeda dengan vokalis band lainnya. Band ini mampu meramu musik metal dan hardcore dengan baik, dan menghasilkan thrash metal yang prima. Itu bahkan bisa didengar lewat lagu yang berdurasi kurang dari satu menit (“Hang The Pope”) atau tujuh menit (“Brain Death”). Sungguh, band yang ajaib.

Possessed – Beyond The Gates
Band asal San Francisco melahirkan album kedua yang cukup anomali di sejarah musik ekstrim metal. Setelah ‘membangun’ musik death metal yang apik lewat debut Seven Churches, mereka justru menyinggahi thrash metal di album ini. Bassist Jeff Becerra memiliki range vokal yang brilian, sekaligus mencekam. Produksi album ini terdengar kering dan begitu purba. Menyimpan karakter sound yang asli dengan atmosfir yang kejam. Versi piringan hitamnya yang orisinil memuat banyak artwork yang sangar. Kalau versi CD dan digital download-nya berbonus mini album Eyes Of Horror (1987). Album thrash metal tidak pernah sebengis ini.

Metallica – Master Of Puppets
Kalau anda tidak pernah tahu album ini, berarti anda telah membuang waktu percuma membaca artikel ini sejak awal tadi. Well, sebaiknya anda sudahi sekarang. Segera lari ke records store terdekat, beli album ini, kemudian baca kembali artikel ini sejak awal lagi. Get thrash or die trying!…

Oya, sekedar catatan tambahan, ada enam album thrash metal rilisan tahun 1986 lainnya yang juga esensial dan pantas menjadi highlight ;

Onslaught – The Force
Flotsam & Jetsam – Doomsday For The Deceiver
Mortal Sin – Mayhemic Destruction
Sepultura – Morbid Visions
Sacrifice – Torment In Fire
Sodom – Obsessed By Cruelty

Sampai jumpa di moshpit, thrash on!

*Artikel ini sebelumnya dimuat pada situs Supermusic.