eyes of war - the lawnmower dance mayhem
eyes of war – the lawnmower dance mayhem

EYES OF WAR – THE LAWNMOWER DANCE MAYHEM

Record Label ; Grimloc Records / Dead Man Records
Rating ; 4 / 5

I thought the traditional hardcore was extinct in this country (Indonesia), coz most bands here sound more ‘metallic’ today. Oops, but I was wrong. The Lawnmower Dance Mayhem poured some water in my face and woke me up.

Listening to Eyes of War revives the heydays of the Indonesian punk / hardcore movement. If you remember the era of Harder and Cihampelas scene in Bandung, from the late 90’s to early 2000’s, Grimloc Records along with Dead Man Records clearly wants to bring back that spirit. Eyes of War plays an energetic hardcore music, that´s at the same time threatening. Full of protest and anger. The first track “Justice” attacks you straight from the start, complete with a stomping groove. Similar to the other songs, like “Yakin” or “Destroy”. While “Believe Your Choice” and “Fight Back Till You Die” has a punk axe that is ready to storm. Two cover songs, “Skin and Punx” (Haircuts) and “In Search Of” (Cause For Alarm), are also well-executed. “Liquor Crew” shows that the kids also dont forget to have some times for fun. Eyes of War was helped by their hometown friends from Standfree, Under18, and Eyefeelsix.

Yes, an album like this can always add more confidence and adrenaline to fight the tyrants. In fact, also to kick some police shields, as shown on the front cover. When the true ideas and mindset of hardcore music becomes more and more rare today, Lawnmower Dance Mayhem appears and dares to take a stand – complete with an aggressive and tough music. Indeed, rather than to fuss about fashion and the most cutting edge hardcore attributes, Eyes of War´s message is more essential and important, and should be re-considered and followed. Hardcore, still alive and well.

* * * * *

Saya kira musik hardcore yang tradisional sudah mulai punah di negeri ini, sebab kebanyakan terdengar makin ‘metalik’ pilihan sound-nya. Ternyata dugaan saya salah. The Lawnmower Dance Mayhem yang menyiramkan air dan menyadarkan saya soal hal tersebut.

Mendengarkan Eyes of War seperti mengembalikan the heydays of Indonesian punk/hardcore movement. Jika anda ingat era-era kejayaan scene Harder dan Cihampelas di Bandung pada akhir 90-an hingga awal 2000-an, mungkin Grimloc Records bersama Dead Man Records ingin meneruskan semangat seperti itu. Eyes of War memainkan musik hardcore yang enerjik sekaligus mengancam. Penuh protes dan amarah. Track pertama “Justice” sudah menyerang sejak awal, lengkap dengan groove-groove yang menghentak. Serupa juga dengan lagu lainnya, seperti “Yakin” atau “Destroy”. Sementara “Believe Your Choice” dan “Fight Back Till You Die” memiliki sumbu punk yang siap menggempur. Dua lagu kover, “Skin and Punx” (Haircuts) dan “In Search Of” (Cause For Alarm) dieksekusi dengan baik dan tetap meninggalkan jejak musik mereka dengan jelas. “Liquor Crew” menunjukkan kalau mereka juga tidak kehilangan waktu untuk bersenang-senang. Eyes of War banyak dibantu oleh kerabat mereka dari Standfree, Under18, sampai Eyefeelsix.

Ya, album seperti ini selalu bisa menambah keyakinan dan adrenalin untuk menghantam kaum tiran. Bahkan, untuk menendang barisan tameng polisi, seperti gambar di sampul depannya. Ketika hardcore sebagai gagasan dan pola pikir itu makin jarang terbukti faktanya, Lawnmower Dance Mayhem muncul dan berani mengambil sikap – lengkap dengan komposisi musiknya yang agresif serta berbobot. Memang, daripada ribut soal mode dan atribut hardcore yang paling mutakhir, ada baiknya menengok pada pesan-pesan Eyes of War yang lebih penting untuk dipikirkan kembali. Hardcore, still alive and well.

Links
Twitter ; @eyesofwar_hc
Facebook ; Eyes of War
http://www.grimlocrecords.com
http://www.deadman-records.com

*Resensi ini sebelumnya dimuat pada situs musik The Metal Rebel yang berbasis di Swedia.