Penampakan Kaset Gunadi Bersiul
Penampakan Kaset Gunadi Bersiul

Ceritanya, saya kemarin iseng-iseng bongkar koleksi kaset [alm] pakdhe saya. Dari ratusan kaset yang dominan jazz, beberapa pop 80-an, sedikit rock/blues, serta sisa-sisa etnik tradisional, tiba-tiba…tanpa sengaja saya menemukan satu kaset ini dan histeris seketika. Saya langsung terbahak-bahak sampai mata berair dan teringat postingan Bung Budi Warsito di grup FB Your Daily Dose of Cassette, beberapa waktu lalu.

Nevermind Your Fave Musician, Here’s Come…
Gunadi Bersiul – Senandung Doa [Octave Recs / Gema Nada Pertiwi]

Total ada 15 lagu karya A. Riyanto, Ibu Sud, Gesang, Pance Pondaag, hingga Ismail Marzuki yang digubah Gunadi dalam versi siulan. Bahkan dua nomor, “Bengawan Solo” dan “Es Lilin”, ‘disiulkan’ dalam versi Live Show! Di sampulnya, tertera label harga Rp.2.250 [khusus P.Jawa] dan bonus Riwayat Hidup [selembar buklet kecil]. *sigh*

Bukletnya seru. Selain berisi kredit produksi, juga ada riwayat singkat semacam CV-nya Gunadi gitu, plus catatan karier. Henokh Gunadi lahir di Semarang, 22 Mei 1948, bintangnya Gemini. Di kolom hobi tertulis, “…Mempunyai bakat alam dalam bersiul dan memang gemar bersiul sejak kanak-kanak.” Pekerjaan Sebelum Menjadi Artis; Pernah bertani dan menjadi pengemudi (seperti mendiang Elvis Presley). Ha!

Buklet, eh Riwayat Hidup Bapak Gunadi
Buklet, eh Riwayat Hidup Henokh Gunadi

Begitu cerita dan foto kaset Gunadi Bersiul saya posting di Your Daily Dose of Cassette, Budi Warsito sepertinya ikut histeris dan kepencet capslock, “MASYA ALLAH BUNG SAMACK!!! HARTA KARUN INI!!! Hahahaha (((SEPERTI MENDIANG BUNG ELVIS)))”

Punggawa Kineruku Bandung ini lalu melanjutkan, “Ternyata beliau ini dibimbing langsung oleh Jaya Suprana si bapak absurd Indonesia. Ckckck, pantesan…” – kemudian kembali menceritakan detil kaset Henokh Gunadi yang ia miliki, mulai tracklist sampai aransemen.

Sandya Maulana nimbrung dengan penuh rasa curiga. “Apakah ini akan kembali berlanjut dengan pembicaraan soal burung?” ungkapnya, mengingat obrolan unik di postingan terdahulu. Ha!

Ardi Wilda Irawan pun berkomentar singkat, “Duh, bersiul di kamar mandi tak akan lagi sama setelah mengenal Gunadi.”

Hanya Manan yang kelihatan kalem dan penuh rasa optimis mengatakan, “Tolong itu bikin mp3-nya. Atau saya kirim kaset kosong ke Malang biar situ kopiin. Ini lebih berbudaya dari musik ambient Brian Eno.”

Do Ro juga mengucapkan hal yang senada, “Kaset Gunadi Bersiul ini saya mau kalo sudah dijadikan file mp3. Keren, hehehe. Dokumentasi sejarah.”

Baiklah, akan saya coba mencari kolega yang punya perangkat dan bisa menduplikasi kaset Gunadi Bersiul ini ke format digital [mp3]. Ternyata memang susah cari informasi dan karya Henokh Gunadi di internet – saya sudah tanya Google dan keliling Youtube juga gak nemu.

Oke. Sudah. Maaf saya tidak kuat untuk melanjutkan cerita soal ini lagi. Mata saya kembali berair.

Ya, sungguh woles sekali pria ini…

 

*Sumber utama dan segala komentar yang terdapat pada tulisan ini berbasis pada sebuah thread di grup facebook Your Daily Dose of Cassette. Baca juga tulisan Bung Budi Warsito tentang Gunadi yang cukup ‘underated’ ini di blognya