Lions & The Southern Harmony [koleksi pribadi]
Lions & The Southern Harmony [koleksi pribadi]
Kemarin saya agak kaget pas ada berita The Black Crowes [TBC] menyatakan bubar [setelah baca artikel di RSI]. Eh tapi, kudunya tidak perlu terlalu shock kalau tahu TBC itu selalu tentang dua bersaudara Chris & Rich Robinson yang memang tidak pernah rukun. Mungkin itu dendam abadi rebutan kelereng pas mereka masih kecil?

Sudah berkali-kali TBC [baca; Robinson Bersaudara] diliputi konflik dan sengketa hingga bikin band ini vakum, hiatus dan nyaris bubar. Kemarin, Rich yang bilang kalo TBC resmi bubar [untuk ketiga kalinya!]. Konon gara-gara masalah honor dan pembagian uang/pendapatan dalam band. Oke, mungkin semacam sengketa warisan kalau dalam keluarga?!

Chris sendiri belum bilang apa-apa soal hal ini. Oya, Chris adalah mantan suami aktris Kate Hudson. Saya jadi tahu dari mana Kate Hudson dulu bisa punya banyak kaos band rock yang sering ia pakai pas pemotretan atau di filmnya. Atau, mungkin sudah ‘bakat’ Kate Hudson untuk menjadi groupie band rock. Coba tonton Almost Famous untuk klarifikasi masalah ini.

Well, saya mungkin suka band ini melebihi band lain yang se-genre dengan mereka, di eranya. Hard rock yang sekeras The Rolling Stones, sedalam REM, plus corak selatan Amerika [southern-rock] yang seliar Lynyrd Skynyrd. Saya juga jadi suka The Flowers gara-gara mereka mengaku terinspirasi oleh musik TBC. Saya cuma menyimpan dua kaset album TBC, Lions (2001) dan The Southern Harmony and Musical Companion (1992), sisanya format CD. Dan band ini tetap jadi favorit!

Seorang kolega di Facebook yang bernama panggung Demit Elektrik merespon hangat, “”Bad Luck Blue Eyes Goodbye”, nyaris tak pernah bosan tahun berganti tahun selalu anggun untuk dinikmati!”

Saya langsung sepakat detik itu juga. Nah, itu dia kalimat yang tepat; Musik rock yang anggun, seperti itulah The Black Crowes!

“Ini kiblatnya Flowers waktu mereka belum pakai embel-embel ‘The’,” tambah Agung Rahmadsyah, pemuda berjenggot syariah yang doyan rock & blues.

Komentar panjang saya dapat dari Manan, seorang hipster kenamaan ibukota, “Bung Samack, Lions itu kaset pertama yang saya beli setelah bermukim di jakarta, tepatnya liburan semester pertama kuliah saya di UI. Kala itu, saya cuma punya satu hiburan di kamar asrama UI, mini compo yang saya minta dikirimkan dari kampung dengan alasan ngawur ‘buat belajar!’. Tentunya, boro-boro buat belajar, saya malah kerap menyetel kaset kesayangan saya plus mendengarkan radio legendaris M97 di masa akhir hidupnya. Nah dari radio classic rock ini saya kenal singel slebor “Hard to Handle”. Tentunya, waktu itu saya ga ngeh apa itu southern rock. Gampangnya, kalau lagunya dimainkan m97, haqul yakin genrenya pasti classic rock.”

“Wow, Lions adalah kaset pertama Manan di Jakarta? Fakta yang menarik. Pesannya sudah jelas; jadilah singa di Jakarta, bukan kucing!” begitu batin saya seketika.

“Kembali ke “Hard To Handle”, saya suka sekali liukan vokal Chris Robinson yang merepet di lagu itu dan lagi-lagi liriknya yang slebor. Mendengarnya saja, saya seperti jadi cowok sejati. Walhasil, ketika beli Lions, saya ngarep dapat lagu-lagu macam “Hard To Handle”. Nyatanya tidak. Saya hampir kecewa. Lagu “Midnight From The Insight Out” yang lumayan lamban itu hampir bikin frustasi. Untung saya masih menemukan “Lickin” atau “Ozone Mama” yang ya sama-sama nakal namun lebih sedikit lebih genit. Saking genitnya, saya suka senyum sendiri-sendiri kalau baca liriknya dulu. Btw, liriknya saya print karena tidak tertera di sleeve,” imbuh Manan.

Pria yang konon baru dikudeta dari Dewan Kesepian Jakarta karena nekat punya kekasih itu melanjutkan, “Ngomong-ngomong, dulu saya tak banyak memperhatikan desain sampulnya, gambar singa dengan tone yang agak pinky. Kurang cowok! Tapi sekarang, setelah disandingkan konteks Chris Robinson yang baru menikahi Kate Hudson kala album ini dibuat, mungkin singa itu adalah Chris yang mengaum di depan Kate Hudson tiap malam!”

Aha, kecurigaan yang binal sekali.

Oke, saya juga suka sama sampul Lions. Yang terbaik di antara album mereka yang lain, menurut saya.Gambar singa bermata tiga. Absurd. Atau mungkin ini karena saya seorang Arema dan tinggal di kota yang bersimbol singa.

Saya sepakat pula dengan Manan kalau “Lickin” memang oke, “Ozone Mama” itu lumayan. Sisanya? Sebenarnya biasa, tidak istimewa. Mungkin Lions adalah album TBC yang buruk jika dibandingkan dengan Amorica atau Southern Harmony. Salahkan Kate Hudson untuk takdir ini!

Tapi ya itu tadi. Seperti kata Manan, sampulnya lumayan keren dan mau gimana lagi kalo itu mungkin jadi soundtrack bercinta Chris & Kate?

Demit Elektrik nimbrung lagi, “Mungkin kalo berbicara sampul, saya suka Amorica yang absurd dan disensor ketika dirilis di Indonesia – dengan minus ‘hutan kecil’ di balik bendera Amrik. Sampul Shake Your Money Maker dan Southern Harmony lebih menunjukkan mereka memainkan tradisional rock di tengah pencarian jati diri masa transisi rock gemerlap 80-an.”

Seniman pop yang slebor, Mufti Priyanka a.k.a Amenkcoy, ikut bicara di ujung diskusi, “Wuidihhh, berantem mulu yak ini band. Lumayan mengagumi juga beberapa album mereka, namun yang nyantol hingga hari ini tetep di album Shake Your Money Maker. Sisi musikalitas mereka pada saat itu masih grezz-grezz nya. Sebelum era rock alternatif boom, album ini menandai khasanah kultur musik rock. Someday bisa ngelengkapin kaset pita Chris Robinson cs ini.”

Sampai sini, mungkin benar kalau ada sebagian masyarakat yang bilang bahwa [menyukai atau memelihara] gagak hitam itu pertanda sial. Sekarang, gagak-gagak hitam itu pergi lagi, entah akan kembali atau tidak.

 

*Postingan awal dan segala komentar yang terdapat pada tulisan ini berbasis pada sebuah thread di grup facebook Your Daily Dose of Cassette.