"Hey, what's your top five songs about Sumpah Pemuda?..."
“Hey, what’s your top five songs about Sumpah Pemuda?…”

Beberapa hari lalu, tepatnya pas 28 Oktober 2014, saya iseng-iseng posting gambar di atas via akun Path, sembari menulis, “Kalo misalnya Jack Black nanya; What’s your top five songs about Sumpah Pemuda? Anda mau jawab apa? Feel free to join.”

Gitu aja sih, ceritanya meniru gaya Barry, seorang karakter penjaga record store yang snob dan diperankan dengan kocak oleh Jack Black di film High Fidelity.

Ini sambil survei kecil-kecilan juga. A fun thing.

Semenit kemudian, secara spontan, saya jawab sendiri pertanyaan tadi di kolom comment dengan personal list saya yang tiba-tiba sedang terlintas di kepala;

1. Bangun Pemudi Pemuda – Alfred Simanjuntak
2. Young ‘Til I Die – 7 Seconds
3. Youth Gone Wild – Skid Row
4. Atur Aku – Puppen
5. Berhenti Di 15 – Seringai

Beberapa menit kemudian muncul komentar baru dari Panji Prasetyo, kawan baik saya di lingkungan komunitas musik sejak era 90-an di Malang, dan sekarang dia tinggal di Jakarta. Belakangan jadi partner-in-crime dalam berburu rilisan dan nonton konser rock/metal juga. Dia menulis pilihannya sebagai berikut;

1. Darah Juang – Teknoshit
2. We Are Not The Center of This Funny Universe – Extreme Decay
3. Bung Karno – Kelompok Kampungan
4. Kenyataan Dalam Dunia Fantasi – Koil
5. Atur Aku – Puppen

Pilihan yang menarik. Cenderung kekiri-kirian. Semuanya adalah lagu dari musisi/band lokal. Seingat saya, “Darah Juang” adalah anthem klasik ciptaan John Tobing yang sering dinyanyikan mahasiswa selama demo di era ’98. Banyak band/musisi yang pernah mengkover lagu itu dalam berbagai versi – termasuk Teknoshit dan Marjinal, yang saya tahu. Memilih lagu Extreme Decay mungkin adalah pilihan yang sentimentil bagi Panji. Sebab, semua anggota band tersebut adalah kawan baiknya selama di Malang, dan sampai saat ini. Oh damn, saya juga kudu buru lagu “Bung Karno” itu. Belum tahu seperti apa itu lagunya…

Lalu, ada Dayat yang ikut berpartisipasi di survei ini. Penggemar musik hardcore yang taat dan bekas frontman Today Is Struggle ini menuliskan pilihan personalnya yaitu;

1. Minor Threat – Minor Threat
2. Youth of Today – Youth of Today
3. Rise Above – Black Flag
4. Rather Be Dead – Refused
5. Darah Muda – Rhoma Irama

Wow, list yang cukup punk/hardcore, bukan?! Benar-benar komposisi yang muda dan bertenaga. Tampaknya sesuai dengan selera musik yang biasa ia konsumsi sehari-hari. Damn, saya suka sekali lagu milik Refused itu. Saya iri, kenapa tadi gak kepikir oleh saya ya?! Eh sebentar, itu yang nomer lima? Haha, sialan. “Darah Muda” memang sangat cocok dengan tema playlist ini. Pilihan yang tepat sekaligus kocak.

Terakhir, ada Jaka, drummer tampan dari kelompok musik SATCF. Di sela jadwal band-nya yang sedang proses rekaman di Jakarta dia malah menyempatkan mengetik lima lagu pilihannya di playlist ini;

1. Summerholiday vs Punkroutine – Refused
2. Young ‘Til I Die – 7 Seconds
3. Things We Say – Gorilla Biscuits
4. Fire To The Ocean – RX Bandits
5. Kebyar-Kebyar – Gombloh

Aha, ada Refused lagi! A nice pick. Salam tinju buat Jaka atas kesamaan selera pada “Young ‘Til I Die”. Eh ini lagu Gorilla Biscuits yang mana ya? Saya kok agak lupa. Oke nanti akan dicari. Ah, sayang saya gak pernah dengerin RX Bandits, tampaknya ini juga menarik. Dan, haha, lagi-lagi ada pilihan yang epik pada list terakhir, “Kebyar-Kebyar”. Mendiang Gombloh dan kawan kami Limbang pasti bangga dengan pilihan Jaka yang satu ini. Kudos!

Well, sudah itu saja. Menarik khan iseng-iseng bikin survei sederhana tentang playlist yang tematik?! Tentunya fun kalo kita memang suka musik dan doyan berbagi. Oke, nanti akan saya sambung lagi dengan tema atau momen yang lain.

Ya, ini mungkin akibat kecintaan yang berlebihan pada film High Fidelity.

Salam dari meja kasir toko rekaman Championship Vinyl,
Samack & Jack Black