photo by norman hs
photo by norman hs

Tahun ini, The Morning After didaulat menjadi salah satu duta Earth Hour Malang 2014 bersama dengan dua sosok lainnya, yaitu Muhammad Anton [Walikota Malang] dan dr. Gamal Albinsaid [CEO Indonesia Medika]. Informasi ini resmi disampaikan oleh pihak Earth Hour Malang di hadapan media dalam konferensi pers di Hotel Atria Malang, 26 Maret lalu.

Earth Hour merupakan program kampanye global yang dicetuskan oleh WWF yang mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintah di seluruh dunia untuk turut peduli terhadap perubahan iklim. Program ini dirayakan secara serempak di seluruh dunia, setiap hari Sabtu pada minggu terakhir di bulan Maret. Gerakan ini berupa mematikan listrik dan alat elektronik yang tidak terpakai selama satu jam, sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius dalam menghadapi perubahan iklim.

Teori Evolusi dan Momentum Untuk Kembali
Setelah hampir dua tahun mengalami masa hiatus, The Morning After memang baru kembali ke panggung musik sejak bulan November 2013 lalu. Tepatnya, dalam momen konser The Morning After live at Houtenhand – yang mereka persiapkan sendiri secara swadaya dengan dibantu oleh teman-teman dari MalangSubPop dan Houtenhand.

Konser tunggal dalam set akustik itu akhirnya menuai respon positif. Jatah tiket dan limited-seat yang terbatas itu sudah sold-out jauh hari sebelum acara. Tak kurang dari 15 lagu dimainkan dalam set akustik yang panjang. Peristiwa ini akan selalu dicatat sebagai momen penting kembalinya karir bermusik The Morning After.

Untuk menjawab banyak pertanyaan fans tentang stok debut album “Another Day Like Today” [L’il Fish / Universal, 2008] yang sepertinya sudah lenyap dari pasar atau out-of-stock, akhirnya The Morning After melepas gratis materi album tersebut secara digital melalui laman Soundcloud-nya pada awal tahun 2014 yang lalu. Meski demikian, wacana untuk merilis ulang album tersebut dalam format fisik masih saja menyeruak. Hal itu mungkin saja bisa terjadi, tapi sepertinya tidak sekarang.

The Morning After saat ini adalah Bambang Iswanto [gitar/vokal], Yudha Guritno [bass], dan Onny Maretino Nugroho [drums], plus beberapa teman baik yang turut membantu sebagai additional musicians di saat live seperti Iksan Skuter [gitar], Christabel Annora Paramita Parung [piano/keyboard] dan Octavianus Triangga [cello].

Selama tahun 2014, Bambang Iswanto dkk juga sempat mengisi beberapa panggung musik di kota Malang – seperti perayaan grand opening Omah Coffee, ulang tahun Elfara FM, atau konser amal untuk korban bencana Kelud di Houtenhand. Di sela-sela itu, The Morning After juga sempat merilis dua edisi shirt merchandises yang hanya dipasarkan di kala show dan melalui pemesanan online.

Saat ini, The Morning After sedang menggarap materi musik terbarunya. Tiga lagu baru sudah sempat direkam di studio Osi Thok, bulan Desember 2013 lalu, dan ketiganya masih menjalani proses mixing di studio Nero Malang. Rencananya memang bakal ada rilisan terbaru dari Bambang Iswanto dkk pada tahun 2014.

Aksi Kecil Untuk Dampak Yang Besar
“Kami sengaja menggandeng The Morning After karena mereka adalah salah satu band lokal dengan fanbase yang besar dan sudah cukup dikenal oleh publik. Harapannya mereka bisa merangkul komunitas dan penggemar musik di kota Malang,” ungkap Pandu Pramudya selaku koordinator acara Earth Hour Malang dalam sesi press conference di Hotel Atria Malang, 26 Maret lalu.

Musik adalah bahasa yang universal dan dipercaya masih mampu mempengaruhi atau ‘menyihir’ para penggemarnya. Sebuah kampanye peduli lingkungan seperti Earth Hour ini pastinya akan lebih efektif jika disuarakan juga dalam medium musikal atau seni pertunjukan. Untuk alasan tersebut, The Morning After antusias terlibat secara sukarela dalam momen Earth Hour di Malang, tahun ini.

“Ya, kami akan coba mengajak teman-teman di lingkungan industri kreatif dan seni musik kota Malang untuk ikut peduli atas kondisi lingkungan hari ini. Seperti semangat 60+, bahwa kegiatan kampanye seperti ini semoga tidak hanya berhenti pada satu hari atau satu jam saja, tapi kalau bisa menjadi pola hidup bagi kami semua di hari-hari selanjutnya,” tambah Bambang Iswanto kepada wartawan dan media yang hadir sore itu.

Beberapa hari lalu, The Morning After sudah menjalani sesi pengambilan video testimonial sebagai duta Earth Hour Malang di studio Nero. Malam itu juga, dilanjutkan dengan aktifitas photo session oleh Norman Haryo Sasongko dari Happipolla Photoworks untuk keperluan dokumentasi band.

Di kota Malang, momen perayaan Earth Hour akan dipusatkan di Balai Kota Malang pada tanggal 29 Maret 2014 dengan berbagai kegiatan kampanye dan pertunjukan seni yang menarik. Pada acara puncaknya, The Morning After bakal tampil spesial dalam set akustik yang hemat energi dan nyaris tanpa lampu penerangan.

 

The Morning After
Twitter ; @morningafter_id
Facebook ; https://www.facebook.com/themorningafter
Soundcloud ; https://soundcloud.com/the-morning-after-2

Tentang Earth Hour Malang
Twitter ; @EHMalang
Facebook ; https://www.facebook.com/pages/Earth-Hour-Malang/503696466348064
Blog ; http://www.earthhourmalang.blogspot.com

*Tulisan ini saya buat sebagai press release resmi dari manajemen TMA dan dimuat pertama kali di FB Notes-nya TMA.