source; metalsucks.net
source; metalsucks.net

Metallica – Lords of Summer
Memainkan kembali intro bergaya “Creeping Death”, dijahit dengan sound tipikal “And Justice For All”, dalam tempo standar se-“Black Album” yang dipermak jadi 8 menit. Mengingatkan pada potongan puzzle lagu-lagu lawas mereka. Ada bagian koor, chanting, solo gitar, dan riff-riff thrashing yang terdengar fun. Mungkin sektor drum saja yang seperti agak kurang tenaga [berani memaki Lars?] – selebihnya lumayan dan tidak buruk kok. Tetap seperti Metallica yang seharusnya. Oke, menarik untuk ditunggu hasil akhirnya. [Rating; 4.5/6.0]

Dua hari lalu saya mem-posting review singkat di atas pada kolom status Facebook – setelah memutar video konsernya di Bogota secara berulang-ulang kali. Ada komentar yang beragam dari kawan-kawan saya soal tembang anyar Metallica ini.

Metallica – Lords of Summer [live at Bogota]

Kemudian, tadi siang saya menemukan link lagu “Lords of Summer” versi demo garasi yang diunggah resmi oleh Metallica di sini. Fukk yeah!…

Oke, coba ingat-ingat dengan seksama, bukankah itu tipikal intro ala lagu “Creeping Death” yang diantarkan oleh ritme drum Lars Ulrich yang provokatif dan bisa mengundang chanting penonton. Disambung dengan riff pembuka yang thrashy dan fun pula. Mendengar opening kayak gitu, setidaknya crowd akan mengangkat tangan – entah dalam kondisi terkepal atau melambangkan devil-horns – lalu larut dalam circle-pit yang seru.

Produksi sound-nya masih tipikal “And Justice For All”, atau tidak jauh dari “Death Magnetic”, yang renyah dan garing. Beruntung bukan sound yang menggelikan ala “St.Anger” yang diselipkan pada “Lords of Summer” kali ini.

Saya juga mendengar ada beberapa sisi kecil yang catchy dan menjaga tempo standar layaknya komposisi lagu di “Black Album”. Entah ini nilai plus atau minus bagi level kuping cadas anda. Tapi saya rasa masih aman, dan bisa bikin nyaman.

Kepada Rolling Stone, Lars Ulrich bilang kalau lagu ini adalah fairly representative of where our creative headspace is at right now – sebagai bukti pada fans kalau Metallica masih menjalani proses kreatif menulis lagu di sela-sela turnya.

“Lords of Summer” yang konon berasal dari materi album “Death Magnetic” [2012] yang tidak terpakai ini bisa terdengar cukup epik akibat durasi dan komposisinya yang kaya.

Memang, durasi lagu yang panjang selama delapan menit memberi banyak waktu dan porsi bagi James Hetfield dkk untuk mencoba berbagai part yang menarik dan penuh variasi.

Meskipun variasi tersebut tidak baru-baru amat juga, karena sebagian fans masih bisa mengingat dengan detil pengaruh lagu-lagu lawas Metallica pada tiap lini “Lords of Summer”.

Ada yang bilang mendengar arwah lagu-lagu semacam “Trapped Under Ice”, “Leper Messiah”, “Harvester of Sorrow”, atau bahkan “Disposable Heroes” menempel pada beberapa bagian “Lords of Summer”.

Lalu, ada benarnya juga kalau banyak yang komplain bahwa tenaga dan kecepatan Lars Ulrich sudah menurun dan tidak seperti dulu lagi. Wajar. Itu sudah terlihat sejak beberapa karya terakhir Metallica, bahkan dalam konsernya sekalipun. Tapi masalahnya, [hampir] tidak mungkin untuk mengganti sosok Lars Ulrich di tubuh Metallica. Dare you?

lords of summer
lords of summer

Yah, “Lords of Summer” ini masih versi demo dan baru dimainkan untuk konsumsi live saja. Perlu kita tunggu final version-nya nanti. Itu pun kalau lagu ini jadi masuk track-list atau tidak mengalami perubahan komposisi seperti yang biasanya mereka lakukan di studio.

Sebab kata Lars Ulrich pada Rolling Stone kemarin, “So who knows what’s going to happen with this stuff…there will be a different song or different thing or different arrangement. Who knows? We’ll sort of take it one step at a time.”

“That’s how we work; stuff just gets changed around, moved over and this goes over there and the rest of that gets sacked and that ends up in the intro in song five,” ujar Lars Ulrich membiarkan misteri itu terus berlanjut sampai kita memegang album baru Metallica suatu saat nanti.

Kalau prediksi saya, sambil melirik komposisi singel tadi, rasanya album Metallica memang tidak akan jauh seperti komposisi “Death Magnetic” yang dirilis tahun 2012 silam. Kalau memang seperti itu, mungkin penggemar fanatik Metallica masih bisa maklum dan doyan.

Sambil, kita kudu menerima kenyataan bahwa Metallica mungkin tidak akan pernah lagi bikin materi musik yang dahsyat seperti pada empat atau lima album awal mereka. Sebab, yang paling penting, setidaknya bagi saya, mereka tidak mengulangi lagi ‘ketololan’ macam di album”St.Anger” saja.

Sampai baris ini, saya masih menjamin kalau “Lords of Summer” itu tetap terdengar seperti Metallica, yang seharusnya dan tetap bisa dimaklumi. Sebuah track yang mungkin tidak istimewa, tapi masih mampu menghangatkan. Persis seperti kalimat James Hetfield pada baris liriknya…

“Are you remembering the sound, Recall the shaking of the ground, Crawling, crawling all as one, Lords of Summer bring the sun…”