siar, daur baur
siar, daur baur

Jumat malam esok, saya diundang untuk hadir dalam pemutaran video dokumenternya Pandai Besi di RM Ringin Asri Malang. Tidak hanya disuruh nonton, tapi saya ditodong untuk ikut nimbrung bicara di momen itu, bersama beberapa narasumber lainnya. Boleh, baiklah…

Uhm, sesungguhnya saya belum tahu mau bicara apa di acara itu. Belum pernah nonton filmnya kok. Eh, ada sih versi preview dari panitia acara, tapi belum saya tonton juga. Ha!

Well, mungkin ada baiknya nanti saya bicara soal film dokumenter musik saja. Soal dokumentasi atau pengarsipan secara audio-visual. Aktifitas penting yang masih jarang dilakukan oleh insan musik Indonesia. Are you with me?!…

Pemutaran film ini mungkin akan menarik dan inspiratif. Sebab, Efek Rumah Kaca punya basis fans yang lumayan banyak di Malang, dan Pandai Besi pun sudah pernah manggung dengan sukses di kota ini.

Detil acara ini bisa dibaca pada laman Event Page FB yang dibikin oleh panitia acara;  

Film Dokumenter Pandai Besi Juga Mampir di Malang

Sukses membelokkan panji Efek Rumah Kaca menjadi Pandai Besi, kini satu lagi keagungan karya telah dipersembahkan oleh Cholil dan kawan-kawannya. Setelah album Daur Baur dengan mashur tersebar ke seantero Nusantara, kini versi Syiar? dari Daur Baur juga turut membuntuti rekam jejak kiprah Pandai Besi di ranah sosial budaya Indonesia.

Siar, Daur Baur ini merupakan film dokumenter perjalanaan Pandai Besi saat merekam lagu-lagu mereka dalam album Daur Baur di studio paling bersejarah di Indonesia, Lokananta. Tempat yang epic dibantu dengan tata cahaya profesional membuat Gundala Pictures, selaku tim produksi film dokumenter tersebut tidak mengalami kesulitan dalam membuat karya film yang megah.
Tentunya Kota Malang juga tak boleh luput untuk turut menyiarkan film yang mungkin akan menjadi sejarah ini. Demi menjadi bagian dari sejarah tersebut, Malang tentu tak mau menjadi kota yang menayangkan film dokumenter ini secara sembarangan.

Film ini bakal diputar Jumat, 21 Februari 2014. Bertempat di Rumah Makan Ringin Asri yang terkenal rindang dan sedikit angker tersebut, penyelenggara berharap bisa menyuguhkan pertunjukkan yang sederhana namun tetap megah. Tak lupa suasana merinding dan bergetar seperti yang dijanjikan oleh tim produksi film tersebut juga bakal diupayakan dengan maksimal.

Untuk waktu kegiatan dimulai pukul 17.30 wib, dengan dibuka oleh penampilan band Dee Mariposa. Tiket masuk pertunjukan ini berkisar pada harga: Rp. 10.000,- ( pre-sale ) dan Rp. 15.000,- ( on the spot ).

Selain penayangan film dan satu band pembuka, rundown acara juga bakal terisi oleh agenda diskusi film Siar, Daur Baur. Dalam diskusi nanti akan ada beberapa nama seperti: Dana Putra ( sutradara film Siar, Daur Baur ), Redi ( Museum Musik Indonesia), Samack ( jurnalis musik ), Dewi Ratna ( editor Kapanlagi.com ).

Info dan Pemesanan:

085697082525 ( Lintang )
083834533324 ( Nisaa )

Enjoy the show, lets toy the brain.

Oya, baca juga soal “Siar, Daur Baur” di Situs Efek Rumah Kaca.

Well, selanjutnya sampai jumpa di sana saja ya. By the way, coke dan popcorn kurang cocok untuk momen seperti ini, mungkin kopi dan kacang yang lebih pas.

Mari menonton, berbincang dan berwacana…