boncell
boncell

Saya pertama kali kenal bocah yang akrab dipanggil Boncell ini sekitar dua tahun lalu. Saat itu saya sedang mengisi talkshow “Jurnalisme Musik” yang digelar Common Ground Magz di SMAN 8 Malang, dan kebetulan Boncell yang jadi host-nya. Oh, sopo arek cilik iki?! pikir saya waktu itu.

Kocak! itu kesan pertama saya tentang bocah ini – dan ini pasti diamini oleh banyak kawan yang sudah mengenalnya, luar-dalam. Memang bener, ada aja celoteh dan tingkahnya yang kadang agak absurd, serta ajaib.

Belakangan, saya jadi sering ketemu dia di berbagai event. Entah itu ketika Boncell jadi MC pertunjukan atau mendadak jadi kru paling bungsu di rombongan band Unda-Undi dan Atlesta.

Sekitar tengah tahun kemarin, Boncell berlari-lari di tengah lapangan venue Kickfest sekedar untuk menyerahkan karyanya kepada saya. Sebuah buku yang humoris dan penuh dengan kadar narsistik yang akut, berjudul “Susilo Boncell Jombloyono”. Keren. Bocah semester dua saja sudah berani bikin buku. I salute him!…

Bocah kreatif ini sepertinya memiliki bakat sebagai penghibur ulung. Yeah, he’s a true entertainer. Setiap momen dan suasana seringkali pecah penuh gelak tawa kalau ada si Boncell. Konyol sih!…

Nah, berikut obrolan ngalor-ngidul saya dengan Boncell mengenai segala aktifitas kreatifnya. Termasuk soal jamban di rumahnya, obsesinya mendirikan negara sendiri, serta kenapa dia tidak bisa hidup tanpa Pecel Lele!…

Pertama, gimana kabar si Toto, Cel?

Alhamdulillah, kabar terakhir dari Toto dia lagi kasmaran.

Oya, slogan “Berbeda-beda tetap jomblolah yang juara” yang jadi tagline bukumu itu maksudnya apa sih?
Itu slogan pemersatu kaum jomblo. Biasanya kan jomblo banyak yang ditindas, nah dari slogan itu saya berharap banyak jomblo yang bersatu. Bisa jadi ketika bersatu ketemu jodohnya kan lumayan.

Trus, buku kamu kok dikasih judul “Susilo Boncell Jombloyono” sih? Kamu ngefans ama Pak SBY ya? Atau sedang usil mengolok-olok beliau?
Itu judul bukunya diambil dari salah satu judul bab yang ada di dalemnya. Jadi buku saya nggak ada hubungannya sama beliau. Kalo beliau ngaku ada hubungannya sama saya, mungkin waktu itu akal-akalan photosop saja.

Atau mungkin ini obsesi tersembunyi kamu yang pengen jadi presiden?
Kalo jadi presiden mungkin itu cita-cita mayoritas anak kecil setiap ditanya cita-citanya apa. Berhubung saya sudah sunat dan sudah nggak kecil lagi, saya nyatakan bahwa saya bukan hanya berkeinginan menjadi presiden saja, tapi memiliki sebuah negara sendiri.

#SBJombloyono
#SBJombloyono

Udah ah serius, apa sih motif kamu menulis dan bikin buku itu, Cel?
Motif? Motifnya polkadot, kalo nggak gitu berenda-renda biar disukai wanita.

Berapa lama kamu nyelesein proses penulisan buku itu?
Buku SBJ? Nulisnya sih udah lama sejak SMA. Cuman rejekinya dijadikan buku itu baru pertengahan semester dua.

Sampai hari ini sudah terjual berapa kopi, Cel?
Yang jelas saya menjual sendiri lebih dari 200-an kopi, cuman yang resminya saya belum tau.

Trus berapa kopi juga yang disumbangkan atau dibagi-bagi gratis?
2 bungkus kopi, 3 kg gula dan selembar daun kelor. hehehe. Yang jelas ada yang disumbangkan cuman saya nggak menghitungnya.

Pernah dapet pujian dan apresiasi yang paling aneh tentang bukumu, Cel?
Ada, contoh apresiasinya adalah pertanyaan setelah ini…

Eh kok banyak typo-nya sih di bukumu, Cel? Hayo jelaskan kenapa?
Hehehe, iya selain yang nulis cuma saya pribadi, editornya sendiri juga nafsu pengen buruan dijadikan buku. Yah akibatnya kurang teliti deh, hehehe.

Keluarga dan dosen-dosen di kampus tahu kalau kamu nerbitin buku, Cel? Apa komentar mereka?
Alhamdulillah banyak yang tau. Komentar orang tua sih mereka sekarang menyadari bahwa begadang nggak harus membuang waktu. Tapi begadang juga bisa bermanfaat, nulis misalnya. Kalo dosen banyak yang memberi selamat dan menanyakan buku selanjutnya. Dari dosen kampus pula saya diperkenalkan kepada salah satu penerbitnya. Jadi saling membantu gitu, hehehe.

Sebenarnya dalam momen seperti apa yang tepat untuk membaca buku kamu itu sih, Cel?
Dalam momen kepingin pipis tapi nggak kebelet. Nah momen seperti itu yang tepat.

Eh, kamu kok sering ‘ngintil’ di rombongan Unda-Undi dan Atlesta sih?
Nggak cuman Unda-Undi dan Atlesta sih, juga ama Vitruvian dan Piratez. Cuman emang lebih seringnya sama Unda-Undi dan Atlesta. Nah, kebetulan saya juru bicaranya.

Emang kamu suka musik mereka?
Saya suka all-genre, tapi saya lebih enjoy dengerin musik yang nggak terlalu keras. Saya suka musiknya Unda-Undi dan Atlesta itu karena mereka berani tampil beda. Bukan hanya genre musik mereka yang unik, gaya panggungnya juga nggak kalah ciamik. Dan yang terakhir, saya suka gara-gara selalu diajak setiap kali mereka show, hahaha.

Siapa personil Unda-Undi favorit kamu? Selain backing vocal, tentunya.
iya om, iya. Enggak backing vocal kok, tapi penyanyi latarnya boleh kan?

Kalo personil Atlesta favorit kamu?
Dari Fifan, Narto, Helmi, Pandu, dan Harsya, saya favoritin mereka semua tapi saya bagi. Kalo berjuangnya saya favoritin Fifan, kalo enerjiknya saya favoritin Helmi, kalo gaya panggungnya saya favoritin Narto alias Valentino, kalo semangatnya saya favoritin Pandu. Eh, kalo Harsya saya favoritin giginya, hahaha.

Boleh tahu siapa penulis favorit kamu?
Muhammad Rizky Wahyu Utomo.

M. Rizky Wahyu Utomo aka Boncell
M. Rizky Wahyu Utomo aka Boncell

Kalo band atau musisi favorit?
Kalo band akhir-akhir ini saya lebih suka Payung Teduh. Musisi favorit saya itu David Naif, karena beliau mau berfoto dan membaca buku saya, hahaha.

Makanan favorit?
Pecel Lele. Without it i’m nothing! Haha.

Klub sepakbola favorit?
Dalem negeri ada Arema, kalo Luar negerinya Barca. #ViscaArema

Dosen dan mata kuliah favorit?
Saya suka semua dosen walaupun banyak yang jauh dari harapan saya. Tapi saya selalu mencoba menyukainya, karena ‘witing tresno jalaran soko kulino’. Mata kuliah favorit kalo ada olahraga saya milih itu, berhubung nggak ada jadi saya melanjutkan menjawab pertanyaan selanjutnya aja ya…

Program TV favorit?
Seringnya sih lihat Galeri Sepakbola Indonesia, One Stop Football, Lensa Olahraga, Kampiun, OVJ, Bukan 4 Mata, On The Spot, Curious George, sama Adzan Maghrib.

Kasih tips dong gimana untuk menghindari macet di kota Malang?
Jalan kaki bisa, nebeng bisa, ngangkot bisa, tidur juga bisa. Hahaha.

Eh kamu juga sering jadi MC/Host di beberapa event lokal. Boleh tahu siapa duet MC favorit kamu?
Harsya Unda-undi, soalnya dia belum bicara aja udah lucu, gimana kalo udah bicara.

Uhm, well…selain kuliah, apa kegiatan kamu di kampus?
Makan dan minum di kantin, ngasih rejeki tukang parkir walaupun cuma sedikit. Yah cuma itu aja sih.

Gak pingin ikut UKM Cheersleader atau jadi Ketua BEM, misalnya?
Sempet sih mau dipinang jadi wakil ketua HMJ, cuman males ah. HMJ kan Himpunan Mahasiswa Jomblo, saya kan sudah ada jodohnya jadi nggak jomblo lagi…

Oke, impian atau cita-cita kamu selanjutnya apa, Cel?
Pastinya pengen nerbitin buku lagi sih. Selanjutnya membahagiakan orang tua, menikah, dan punya anak.

Nah, masih giat menulis kan, kapan nih buku keduanya terbit?
masih dong, nulis di twitter tapi, hehe. Ya minta doanya ya, soalnya lagi ngerjain serial komik Kombon dan Komcell juga nih, hehehe.

Oke ini pertanyaan terakhir, kenapa sih kamu gingsul, Cel?
Soalnya….saya gingsul.

Kombon & Komcel
Kombon & Komcell

*Kekonyolan Boncell bisa diintip melalui akun Facebook dan Twitter-nya. Kunjungi juga situs pribadinya di sini. Jangan lupa, pesan dan baca bukunya yah!…