@FRZLT aka Cecep
@frzlt aka cecep

Perbincangan ringan bersama Fahrizal Tawakkal, seorang desainer muda berbakat yang akrab dipanggil Cecep, soal kecintaannya pada proses menggambar, apresiasi terhadap seniman lokal dan manca, serta pengalamannya ‘Go Internasional’ mengerjakan desain untuk grupband Bring Me The Horizon, New Found Glory hingga Bad Religion!

Pertama, simpel saja, kenapa anda kok dipanggil Cecep? Padahal anda bukan orang Sunda khan?!
Ini gara-gara booming filmnya Anjasmara, “Wah Cantiknya”. Jaman SMA dulu kan ngetren tuh, rambut njegrik-njegrik kaya landak. Nah, saya ikutan tren itu juga. Jatuhnya malah kaya Cecep. Dari situlah sejarahnya…

Oke, tolong ceritakan sedikit saja tentang riwayat hidup anda…
Riwayat hidup? Lahir 27 tahun lalu di sebuah kota kecil bernama Salatiga, menghabiskan masa kecil di Semarang, dan mulai pindah ke Malang sejak 1996 sampai sekarang.

Sejak kapan anda mulai suka menggambar?
Sejak SMP mungkin ya. Waktu itu ada om yang numpang tinggal di rumah. Liat dia sering nggambar jadi tertarik juga.

Itu anda belajar sendiri atau ada yang ngajarin?
Ya om saya itu yang ngajarin. Selama tiga tahun dia tinggal di rumah, saya banyak belajar dari dia.

Anda pernah mengenyam sekolah atau kursus desain?
Tidak pernah sama sekali.

Masih ingat apa yang anda gambar pertama kali di masa kecil?
Jaman-jaman itu lagi seneng banget main game SNES, Sunset Rider, Ranger, apalah judulnya, lupa. Game koboi-koboian pokoknya. Jadi nggambarnya yang bertema western. Kayak kuda, koboi, kaktus, pemandangan gurun pasir dan yang western-western lainnya.

Sejak kapan anda mulai memutuskan untuk menekuni profesi sebagai desainer grafis?
Yang jelas awalnya saya iseng-iseng join ke forum clothing & desain (alm) distrobox.org sekitar tahun 2000-an. Dari situlah mulai iseng interaksi sama temen-temen desainer, pamer-pamer hasil karya. Karya saya pertama kali ‘terkomersilkan’ sama clothing Surabaya namanya Klover. Desainnya masih pop-art, gambar jpeg raster campur vector kalo gak salah ingat. Seneng banget waktu itu dapet duit dari hal yang belum kepikiran sebelumnya. Sejak saat itu diniati, pengen jadi desainer kaos.

Biasanya, bagaimana proses anda dalam menyelesaikan sebuah karya?
Ada dua metode yang sering saya pake;
– Foto-foto obyek yang sekiranya menarik buat dijadiin desain atau elemen pendukung. Foto, pindahin ke laptop, di-trace & dijadiin vektor.
– Dari manual / pensil, trus di-scan / difoto, dan di-trace juga.
Nah, kalo banyak waktu luang saya suka bikin vector stock buat pelengkap. Entah itu gambar tengkorak, bunga, daun, hewan, banner, dsb. Jadi pas butuh ngedesain nanti bisa tinggal dikombinasikan ke main object-nya.

Software desain apa saja yang biasa anda gunakan?
Corel Draw, didukung sama Adobe Illustrator & Photoshop.

Dalam bekerja, anda biasanya tergantung mood atau gimana?
Kalo kerjaan untuk klien, saya lebih seneng pake sistem deadline. Kalo untuk proyek ‘santai’, tergantung mood aja lah.

Biasanya berapa lama waktu yang anda perlukan untuk menyelesaikan sebuah desain?
Bisa setengah jam, satu jam, satu hari sampai satu minggu, bahkan satu bulan. Tergantung mood dan kepentingannya.

Selain bikin ilustrasi/desain yang bertema musik, anda menangani jasa desain apa lagi?
Sekarang sedang coba melebarkan sayap ke desain produk, web, tipografi dan jadi font maker.

tipografi - twicolabs
tipografi – twicolabs

Ada ciri khas atau karakter khusus di setiap karya desain yang anda bikin?
Ciri khas-nya mungkin vektor yang saya bikin pasti bersih, rapi dan cenderung simetris. Satu lagi yang selalu saya tekankan ke diri saya sendiri selama ini; nama brand / band jangan pake font mentah kalo bisa di-tweak / custom biar lebih unik. Kecuali ada permintaan dari klien yang minta font-nya nggak usah di-custom. Kalo masalah warna biasanya ngikut trend atau maunya klien aja sih. Saya sendiri lebih seneng desain hitam putih atau grayscale.

Sekilas karya anda cenderung seram, ada tengkoraknya juga, tapi selalu dikemas secara komikal dan colourful, jadi kesannya tidak terlalu seram. Apa sebutan yang paling pas untuk aliran atau gaya desain anda ini?
Aduh apa ya? Sampe saat ini saya nggak tau namanya. Shepard Fairey-ish mungkin? atau Obey-ish? Entahlah.

Eh pernah mengalami yang namanya illustrator’s block, semacam mentok ide atau gak mood di tengah proses pengerjaan desain?

Sering. Kalau sudah gitu saya biasanya cari warung kopi, ngopi sendirian sambil browsing cari referensi. Dari situ biasanya dapet pencerahan buat ndesain lagi.

tee artwork for electobamanow.com
tee artwork for electobamanow.com

Sampai sekarang, clothing company apa saja yang sudah pernah memakai jasa dan karya anda?
kalo buat lokal Malang ada Eleven Clowns, Noisy, Dysangel, dll. Trus ada Dynamite, Furious & Handmad di Bali, Airplane Systm, Black ID dan kawan-kawan, dan masih banyak lagi.

Kalau untuk bands atau musisi, siapa saja?
Bring Me The Horizon, As I Lay Dying, Bad Religion, Blink 182, Architects, I Killed The Prom Queen, Memphis May Fire, Bruno Mars, Wiz Khalifa, dll.

Oya, gimana ceritanya kok anda bisa bikin desain untuk kaos Bring Me The Horizon dan New Found Glory?
kalo BMTH dapetnya dari iseng-iseng posting di Emptees (sekarang jadi mintees.com), itu desain yang sebenernya gak kepake buat sebuah clothing lokal. Dari situ akhirnya dapet job bikin beberapa desain buat mereka. New Found Glory? Entahlah. Suatu hari ada email masuk yang bilang kalo tertarik dengan desain saya. Katanya habis nemu portfolio saya di mintees. Hoki kali ya…

Eh anda bikin artwork untuk Bad Religion juga khan…
Iya. Hampir sama dengan cerita New Found Glory. Cuma ini email masuk kayak semacam audisi yang dikirim ke beberapa desainer. Saya submit beberapa desain, tapi nggak ada yang di-approve. Sedih dong. Beberapa hari kemudian dapat email susulan yang bilang kalo desain saya nggak cocok buat kaos, tapi untuk yang lainnya. Jadilah saya mendesain flyers, stage backdrop, poster, dan sebagainya untuk keperluan tour mereka.

Dari sekian banyak ilustrasi dan desain yang pernah dibuat, yang mana jadi favorit anda?
Desain Mary Versa saya untuk BMTH. It’s the first big fish i catch. Karena dari sinilah saya merasa pintu rejeki saya kebuka. Mulai banyak band-band lain yang tertarik bikin desain sama saya.

bmth 'mary versa'
bmth ‘mary versa’

Suka karya Pushead a.k.a Brian Schroeder?
Suka banget dan sangat kagum. Saya mengoleksi beberapa artwork-nya yang Misfits dan Metallica.

Obey Giant a.k.a Shepard Fairey?
Bisa dibilang ini ‘kiblat’ desain saya, selain Pak Dul [Inspired Store].

John Baizley?
Sama seperti Pushead.

Siapa saja desainer grafis dan ilustrator yang menjadi inspirasi atau influence anda?
Shepard Fairey, Sweyda dan Matthew Skiff.

Kalau desainer dan ilustrator Indonesia yang disuka dan jadi favorit?
Pak Dul [Inspired Store], Gilang Purnama. dan Tony Midi.

Lima album musik favorit yang sering jadi soundtrack anda dalam berkarya?
– Joey Cape & Tony Sly – Acoustic Vol. 1 & 2
– Matisyahu – Youth
– Dropkick Murphys – Live on Landsdowne
– Streetlight Manifesto – 99 Songs of Revolution
– Lagwagon – Trashed

Lima artwork kover album musik yang bikin ngiri dan jadi favorit anda?
– kover album Social Distortion – Hard Time and Nursery Rhymes.
– semua kover album Protest The Hero
– semua kover album Mastodon
– kover album NUFAN – More Betterness
– semua kover album Live In A Dive (NUFAN, Lagwagon, SOIA & Strung Out)

Eh kabarnya anda sekarang hijrah dari Malang ke Jakarta?
Iya, mencari sesuap nasi di bidang sosial media, cari pengalaman baru, sekalian membuktikan kata orang-orang kalo Jakarta itu keras.

Terus apakah itu Twicolabs?
Twicolabs sebenernya semacam alias atau nama lain saya di internet. Singkatan dari “This Is What I Called Vector”, plus ditambahin Labs biar gaya dikit. Itu kata-kata dapet dari seorang klien di tahun 2005. Sepertinya dia puas bekerja dengan saya.

Oya, belakangan ada komunitas Pena Hitam yang berbasis di Malang. Anda sudah pernah liat karya-karya dan majalahnya?
Sudah, ada temen yang kasih liat waktu itu. Wow, super keren! Artist-artist yang ngisi pun kualitas dunia akhirat, bener-bener WOW! Saya kehabisan kata-kata…

Tertarik untuk ikut terlibat atau kirim karya ke Pena Hitam?
Belum! Belum pantas buat masuk situ. Saya cuma butiran debu jika dibanding mereka.

Seperti apa kualitas karya desain Indonesia dibandingkan dengan luar negeri?
Tidak jauh berbeda, bahkan beberapa bisa dibilang lebih oke daripada desainer luar negeri. Terbukti, sudah banyak band dan clothing yang rutin menggunakan jasa desainer Indonesia.

Menurut pengalaman, seperti apa klien asing mengapresiasi atau menghargai karya grafis dari Indonesia?
Kalau soal apresiasi, di luar masalah honor/fee, bisa dibilang klien manca ‘sedikit’ lebih menghargai. Saya speechless masalah ini. Serius. Next ya…

Lalu gimana caranya supaya desainer lokal bisa ‘go internasional’ seperti anda, misalnya?
Langkah awal sih mungkin dengan bikin portfolio, trus aktif di beberapa forum / website tentang desain. Jangan sungkan-sungkan buat pamerin karya. Pepatah kuno mengatakan, “Wong sungkan ra keduman”. Perluas koneksi. Di jaman internet untuk rakyat gini kayaknya gampang kok buat go internasional. Semangat!

Apa tips dan trik yang bisa anda sampaikan pada para ilustrator dan desainer muda saat ini?
Terus berlatih, dan perbanyak referensi.

Impian anda selanjutnya ingin bikin ilustrasi atau desain untuk siapa?
Pengen mendesain buat Lagwagon, NUFAN, Strung Out, dan band-band Fat Wreck lainnya. Ini dreamjob dari dulu.

typeworks by twicolabs
typeworks by twicolabs

Well, mungkin ada saja band atau clothing company yang ragu atau segan untuk bertanya, jadi saya wakili saja di sini; Kira-kira berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk menyewa jasa dan karya desain anda?
Untuk clothing / band luar negeri, rates saya sekitar USD 150 – 500. Buat yang lokal, bisa nego-negoan via japri lah. Yang jelas rates buat klien luar dan lokal saya bedakan kok.

*Fahrizal Tawakal alias Cecep sekarang ‘mencari sesuap nasi’ di Jakarta, dan masih sering mudik untuk nongkrong dan ngopi ke Malang. Dia bisa dihubungi via Twitter atau Facebook. Cek juga portofolio karyanya bersama Twicolabs.