sumber ; hai online
sumber ; hai online

Sebenarnya sudah agak lama saya ditawarin oleh Ucup [demajors records] untuk handle tur Morfem di Malang. Tepatnya sekitar awal Mei 2013, pas saya maen ke Jakarta pasca Hammersonic Fest kemaren. Hanya saja, mesti menunggu kepastian jadwal tur dan penyesuaian venue di Malang untuk realisasi itu semua.

Akhirnya, hari Senin [03 Juni 2013] jadwal tur Morfem baru bisa dipastikan mampir di Malang pada tanggal 09 Juni – setelah menyesuaikan schedule venue Levels Brewhouse yang cuma kosong di hari itu. Oke, persiapan cuma lima hari. The show must go on. Hajar!

Sisa waktu lima hari saya persiapkan bertiga bersama Bongky Cadas dan Febe untuk setting venue, cari soundsystem, berburu band lokal pendamping yang ajaib, rekrut kru lapangan, publikasi kecil-kecilan via internet, dan segala tetek bengek kebutuhan gigs lainnya. Semuanya dikerjakan dengan santai, fun dan penuh passion. Bahkan terlalu santai, haha.

Jelang hari H, kami mulai dibantu oleh Eko Marjani yang handle urusan media partner lokal, Harsya mau jadi MC, Hendisgorge sebagai tukang foto keliling, dan Nadia Swastika yang diplot sebagai LO dadakan pada saat Morfem soundcheck siang harinya.

Berikut beberapa highlights penting dari Morfem ; Hey, Makan Tuh Gitar! Tour di Malang – sejak era persiapan hingga paska acara malam itu…

#HMTGtourMLG
#HMTGtourMLG

01. Awalnya, kami dan Morfem sangat ingin mengundang band ajaib, Lolyta and The Disgusting Trouble, untuk ikut main di acara ini. Saya coba sms vokalis/gitaris Lolyta, Limbang, dan langsung dapat balasan yang santun bahwa mereka tidak bisa ikut tampil – karena mereka lagi sibuk rekaman dan sudah komitmen gak mau manggung sebelum album mereka kelar. Ah sayang sekali ya, tapi komitmen mereka itu patut kita hargai dong. Mari kita tunggu albumnya!

02. Ditolak Lolyta, saya tidak menyerah. Iseng-iseng saya tawarkan posisi MC untuk Limbang di acara ini. Dia malah kaget, tertawa, dan lagi-lagi menolak dengan sopan atas tawaran yang kurang ajar ini, haha.

03. Gagal mendapatkan Limbang, akhirnya Bongky menawari Harsya dari Unda-Undi untuk jadi MC. Yups, Harsya sepakat. Sip, dia punya talenta dan banci tampil juga. Ok, MC fixed and confirmed!

04. Begundal Lowokwaru [BL] jelas kami undang karena mereka, terutama sang vokalis Chipenk, adalah kawan baik dari Jimi dkk. Mereka sering bercanda di twitter. Jimi mengaku hampir setiap malam memantau twit-twitnya @BL_rock yang terkenal cabul, seronok dan penuh humor itu. Nah, pasti seru kalau BL dimainkan bareng Morfem. Apalagi BL adalah salah satu band terbesar di Malang, dan mereka cukup kooperatif serta antusias dengan acara ini.

05. Morfem sendiri sempat kaget dan bersemangat ketika dikabari akan maen bareng BL di Malang. Merinding, katanya [via twit sih!]. Jimi sempat bercanda kalau mustinya BL saja yang maen terakhir setelah Morfem. Kedekatan mereka juga bikin kami makin antusias saja. Tidak ada yang lebih baik selain mempertemukan dua band yang sudah bersahabat ke dalam satu panggung.

06. Pentas kurang tiga hari, baru kami berhasil mengontak Kobra, band garage/rock Malang yang pernah maen bareng Morfem juga dalam sesi tur “Jalan Darat” di Malang, tahun 2012 silam. Mereka langsung menyatakan oke dan bersedia ikut tampil. Sip, bungkus!

07. Beberapa hari sebelum pentas, Morfem sudah mengontak kami kalau mereka ingin berkolaborasi dengan Ustard Chipenk [Begundal Lowokwaru] dan Ovi [Kobra] di panggung nanti. Mereka berjanji akan bikin kejutan. Wow, ini makin seru aja…

08. Morfem sempat mengkonfirmasi melalui berita di situs majalah Hai, bahwa pentasnya di Malang itu bakal jadi ‘punk rock nite’. Oya, Morfem sepertinya membawa jurnalis khusus untuk menuliskan segala kisah selama tur via situs Hai Online, yang selalu di-update setiap hari. Ini menarik dan patut dicontoh oleh band lain.

#HMTGtour
#HMTGtour

09. The show begins! Acaranya sendiri berlangsung lancar, seru dan intim – meski tidak terlalu crowded oleh penonton. Nyaris ada 100 kepala yang menonton dan bersenang-senang malam itu. Ketiga band tampil pol dan penuh enerji dalam set yang lumayan panjang. Sengaja kami cuma menampilkan tiga band saja dengan durasi panjang yang tidak terbatas. Tujuannya untuk memberi kebebasan kepada setiap band supaya bisa eksplor musik dan performance yang lebih maksimal di panggung.

10. Di set pertama, Kobra tampil edan-edanan. Bising dan berisik. Vokalis Ovi tampak beraksi penuh semangat. Menyanyi, teriak, dan berlompatan. Personil lainnya juga bermain liar seperti tiada hari esok. Saking semangatnya sampai-sampai dua gitar mereka mengalami senar putus di tengah set. Mereka pun nekat tetap maen dengan sisa senar yang ada. Sadis!

11. Selanjutnya, Begundal Lowokwaru tampil membawakan stok lagu-lagu lawas hingga track paling anyar yang belum dirilis. Mungkin baru kali ini Chipenk bisa bernyanyi maksimal, utuh, dan hampir seorang diri. Sebab biasanya dia banyak dibantu oleh koor penonton dan nyaris menganggur di atas panggung. Malam itu dia mengaku bekerja keras dan tidak lagi makan gaji buta, katanya setengah berkelakar. Haha!

12. Ini highlight yang juga dicatat dan berkesan bagi Jimi dkk; Di tengah aksi Begundal Lowokwaru, Chipenk sempat beberapa kali jatuh terpeleset oleh muntahannya sendiri. Epik!

13. Giliran Morfem, penonton makin merapat ke bibir stage. Mereka membuka pesta dengan “Pilih Sidang Atau Berdamai”. Jimi dkk tampil pol sebagaimana yang diceritakan di halaman jurnalnya.

14. Oh ya, ada tamu spesial di jajaran penonton malam itu. Dia adalah Sylvia Saartje, perempuan asli kota Malang yang dikenal sebagai lady rocker pertama Indonesia dan eksis diblantika musik sejak era ’70-an. Mbak Jipi memang diundang khusus oleh Ucup [demajors] untuk hadir di gigs ini. Beliau bahkan datang sejak awal dan menonton semua band yang tampil malam itu. Thanks for coming, Mbak Jipi.

15. Di tengah set, Morfem mengundang Ovi Kobra ke atas panggung untuk ikut menyanyikan lagu kover “Sugali” milik Iwan Fals. Tereksekusi dengan baik dan cukup sempurna. Good job, Ovi!

16. Morfem lalu mengundang Chipenk untuk duet menyanyikan lagu “Tidur Di Manapun, Bermimpi Kapanpun”, lagu Morfem dari album pertama, “Indonesia”. Pilihan lagu ini muncul mendadak dari Chipenk sendiri pada saat Morfem soundcheck di siang harinya. Chipenk mengaku sangat suka dengan lagu tersebut. Uniknya, ketika latihan bareng siang itu, suara vokal Chipenk terdengar [terlalu] merdu, menurut personil Morfem. Tapi pas show malam harinya, vokal Chipenk berubah ke kodrat aslinya yang punk, berat dan kasar. Hah!

17. Konon sebelumnya, Chipenk ditawari Morfem untuk duet di sesi medley lagu-lagu Ramones. Tapi Chipenk menolak halus dan memilih untuk bernyanyi membawakan lagunya Morfem saja. A good choice. 

18. Giliran sesi medley lagu-lagu Ramones menjadi suasana paling pecah dan liar malam itu. Hampir semua penonton sontak merapat ke panggung, ikut bernyanyi dan sing-along. Plus sesekali aksi pogo dan moshing. Keren!
Fyi, “Morfem Ramones Mania” [medley lagu-lagu Ramones ala Morfem] adalah Blitzkrieg Bop, Do You Remember Rock N’ Roll Radio, KKK [Took My Baby Away], I Wanna Be Sedated, Do You Wanna Dance, Rockaway Beach.

19. Set Morfem diakhiri oleh lagu “Gadis Suku Pedalaman” yang ditutup dengan aksi “memerkosa” gitar bersuara fuzzy yang sangat memekakkan telinga. Fuzzed! Noize!

20. “Ini guest house-nya keren. Antik. Vintage sekali. White Shoes pasti suka kalo diinepin di sini. Bisa-bisa mereka langsung bikin video klip di rumah ini,” kata Ucup ketika kami nongkrong bareng di guest house yang jadi tempat menginap rombongan Morfem, malam hari selepas acara. Yang dia maksud adalah White Shoes and The Couple Company, band retro-pop asuhan label demajors yang musiknya bernuansa oldies dan personilnya doyan segala hal yang berbau vintage.

21. Oh ya, saya agak shock sekaligus kagum menemukan sekeping kaset Metallica album “Master of Puppets” versi rekaman lawas yang bertengger di atas radio tua di guest house itu. Itu kayaknya kepunyaan sang pemilik rumah, kata anak-anak Morfem. Di ruangan belakang ternyata banyak kaset lawas dari genre pop dan rock Indonesia. Nyaris saja saya bawa pulang kaset Metallica itu, tapi gak tega….

22. Dan malam itu, kami semua menghabiskan malam dengan berbincang serta bercanda bareng hingga jam dua dini hari di ruang tamu guest house. Those nite was officially fuzzed!…

Complete photos by Hendisgorge can view HERE.

*Official Crew #HMTGtourMLG are ; Samack, Bongki, and Febe. Plus Eko Marjani [Media Handling], Harsya [MC], Hendisgorge [Photographer], and Nadia Swastika [Liasion Officer]. Thanks to Ucup & demajors records, Jimi & Morfem, Chipenk & BL, Ovi & Kobra, Paulus & Levels Brewhouse, volunteers & supporters, media partners, and all crowds for a fuzzy nite. Cheers to all!…
**Morfem “Hey, Makan Tuh Gitar!” CD out now via demajors recs.