_IMG_0113

Tiga hari yang lalu saya merampungkan sebuah tulisan mengenai Unda-Undi, sebuah band rock n’ roll asal Malang. Sedikit di luar rencana, artikel itu saya kirim ke situs musik Gigsplay dan menjadi kontribusi pertama saya untuk situs musik tersebut. Judulnya sederhana saja, Unda-Undi ; Kwartet Rock N’ Roll Galau Asal Malang.

Sudah agak lama saya ingin menulis soal band ini. Sejak mereka rilis album kedua dan menggelar launching-nya di Levels Brewhouse Malang, 01 Maret 2013 lalu. Awalnya saya hanya ingin meliput release party itu. Eh ternyata luput, karena masih banyak bahan yang kurang. Lagian saya juga butuh penajaman akan beberapa poin lagi. Ah, kudunya wawancara aja sih kayaknya…

Ada beberapa poin menarik yang bikin saya antusias untuk menulis tentang Unda-Undi; apa yang bikin mereka cabut dari major label dan kembali ke indie, kenapa proses produksi album kedua berjalan lambat, serta bagaimana bisa lirik-lirik kegagalan cinta dan tema-tema galau itu bisa dibawakan dengan begitu riang?!…

Yah seperti anak muda jaman sekarang, Unda-Undi sepertinya senang merayakan kegalauan…

Tiba-tiba saya menemukan info yang menarik di linimasa @undaundi. Mereka ternyata didapuk menjadi duta resmi untuk perayaan Earth Hour di kota Malang, dan otomatis bakal manggung dalam momen tersebut di pelataran MOG, 23 Maret 2013.

Langsung saja saya hubungi Harsya via Whats-App untuk janjian ketemu dan ngobrol nanti selepas mereka turun panggung. Saya juga hubungi Hendietta, kenalan baik yang kebetulan jadi koordinator acara di momen Earth Hour Malang. Deal. Fixed.

Sabtu malam itu, kelar Unda-Undi manggung, saya langsung cegat Harsya dan Helmi untuk sekedar berbincang soal Unda-Undi dan album baru mereka. Hendietta yang lagi sibuk dan kebetulan lewat di depan kami bertiga juga saya tarik dan todong dengan sedikit pertanyaan. Hasil wawancara dengan mereka itu akhirnya jadi bagian dalam fitur tulisan saya di Gigsplay.

Yah, ini rasanya seperti mengundi nasib Unda-Undi di skena musik independen dan industri hiburan tanah air. Peluangnya mungkin masih ‘unda-undi’ alias fifty-fifty

* Album “Keluar Diluar” udah dirilis di pasaran. Silahkan hubungi Unda-Undi untuk info pemesanan maupun kerjasama. Thanks juga untuk Norman HS dari Happipolla Photoworks atas sumbangan fotonya.