08032013(001)
Saya memiliki kebiasaan untuk selalu menaruh atau menumpuk barang-barang baru [dan juga koleksi lawas] di dekat meja kerja atau di sebelah ranjang. Maksudnya ya biar dekat aja sih, dan mudah terjangkau tangan. Barang-barang baru itu biasanya berupa CD, DVD, buku, atau majalah. Kalau sudah saya tumpuk di sana, artinya itu barang-barang yang sedang ‘on rotation’ atau sedang saya nikmati dalam beberapa hari atau pekan tertentu. Kadang bisa sampai sebulan atau lebih, dengan tumpukan yang semakin bertambah tinggi. Kalau sudah kelar atau tamat, barulah barang-barang itu berpindah ke rak dan bergabung dengan kawan-kawan sejenisnya. Yah, saya akui memang terkesan agak fetish untuk hal ini.
 
Seperti beberapa pekan ini, saya menumpuk barang-barang yang cukup random untuk dikonsumsi setiap harinya. Ada CD-CD metal pemberian teman, DVD dokumenter band, boxset eksklusif yang sejujurnya belum saya putar dan cuma ditimang-timang, dua edisi majalah musik ekstrim, hingga novel remaja yang penuh dengan curhat dan kegalauan seorang perempuan muda.  
 
Berikut tumpukan barang yang sedang dalam periode rotasi konsumsi saya sehari-hari. Beberapa judul yang menjadi prioritas utama untuk dinikmati, diputar, ditonton, dan/atau dibaca setiap malam… 

((AUMAN)) “Suarmarabahaya”
Saya dikirimi CD ini langsung oleh sang vokalis, Ryan Pelor. Band ini memainkan musik cadas dengan blend metal, punk, hardcore hingga stoner. Musically [dan juga lyrically], sedikit menyerupai Seringai. Artwork dan packaging-nya lumayan apik. Memang belum terlalu istimewa sih, tapi kini kita jadi tahu bahwa di kota Palembang tidak hanya ada Pempek dan jembatan Ampera saja, melainkan sudah ada band dan scene rock yang juga berbahaya serta penuh potensi. Harimau Sumatra pun ikut mengaum garang!
Fave Cut ; “Subsonic Teenage Dream Machine”

ATLESTA “Secret Talking”
Otak di balik Atlesta, Fifan Christa, memberi saya sebuah album yang cukup segar, nakal dan sensual. Saya putar beberapa kali di kantor, dan cukup menghibur. Tapi yang mengagetkan, album ini hanya memiliki ‘masa jualan’ yang singkat dan sekarang sudah dilepas secara cuma-cuma melalui jaringan internet. By the way, Atlesta juga baru merilis singel “Say Darling” tepat pada momen perayaan hari valentine, 14 Februari, komplit dengan video musik yang spesial. I’m still listening to this album, and dance to it.
Fave Cut ; “Bloody Fuckin’ Party”  

HUMILIATION “Savior of Human Destruction”
Manajer band ini, Rashid, adalah kawan lama saya ketika masih studi di Bandung. Dia mempromosikan bahwa ini adalah talenta muda dari scene death metal di tanah pasundan. Eits, ternyata drummer anyar Disinfected juga ada di line-up band ini. Ada satu lagu Bleeding Corpse yang juga dikover apik di album ini. Highlight lainnya, Gustav Insuffer bikin artwork yang cukup mengerikan untuk kemasan sampul album ini.
Fave Cut ; “Bangkai Para Pendosa” [Bleeding Corpse cover]  

NADI “Nadisme”
Debut album ini sontak jadi favorit begitu saya menemukan ada nuansa old-school death metal dan juga riff-riff garang khas band-band Florida. Cukup dengan melihat fotonya saja, saya sudah bisa menebak kalau ada pengaruh Immolation yang kuat pada Nadi. Dan jika mengamati liriknya, “Nadisme” juga menyimpan tema-tema blasfemik yang mungkin bisa mengguncang iman.
Fave Cut ; “Sayatan Pedang Tuhan”

ROTTENBLAST “Pasukan Tak Bertuhan”
Berbarengan dengan Nadi, ada satu lagi debutan baru dari scene metal kota Malang yang merilis album pertamanya. Rottenblast memainkan death metal yang bisa menendang pantat hingga tersungkur. Beberapa track memang cukup menarik untuk disimak. Terlebih pada kover lagu “Mechanix” milik Megadeth yang sepertinya akan selalu saya ingat dan rekues jika mereka manggung.
Fave Cut ; “Manuskrip Kebusukan”

SHARKBITE “This Reality”
Saya sudah tertarik pada band ini semenjak menemukan demo lagu mereka sekitar dua tahun lalu. Keras, muda, lincah, bersemangat, dan selalu penuh enerji. Lagu-lagunya pun apik dan mereka juga sudah manggung di berbagai kota. Bahkan baru-baru ini mereka jadi opening act konser Madball di Bandung. Realitanya, Sharkbite adalah salah satu band hardcore terbaik yang pernah lahir dari scene punk/hardcore kota Malang. Ini saatnya bagi mereka untuk berbicara lebih lantang lagi di kancah nasional. Go!
Fave Cut ; “Set Us Free”

BURGERKILL “We Will Bleed”
Saya ketinggalan momen untuk order DVD “We Will Bleed” versi kemasan boxset eksklusif yang hanya dicetak 666 kopi. Ya, karena sudah sold-out dalam waktu singkat. Terlambat. Akhirnya saya berlari ke distro terdekat dan membeli dvd kemasan reguler ini. Beberapa scene utamanya sudah pernah saya tonton ketika dipamerkan Ebenz di penginapan paska Burgerkil manggung di Malang, tahun lalu. Wajib dikoleksi!
Fave Cut ; scene “Burgerkill ; Beyond Coma and Despair Tour 2007” di Jawa Timur. I was there as a tour manager with Kolektif Radiasi🙂

SLAYER “Reign In Blood” / “God Hates Us All” / “Christ Illusion”
Awalnya saya cuma pengen beli album “Reign In Blood” saja atas dasar nostalgia. Juga karena album tersebut termasuk album klasik yang wajib dimiliki oleh seorang metalhead. Tapi begitu ada tawaran harga murah jika membeli tiga CD sekaligus, maka tanpa berpikir panjang lagi saya langsung bilang, “Oke deh, bungkus mas. Tiga album itu saya ambil!”   
Fave Cut ; “Criminally Insane” [remix / bonus track]

PINK FLOYD “The Wall” [Immersion Boxset]
Ini boxset spesial yang konten detilnya silahkan cek melalui situs Discogs. Istimewanya, boxset ini saya beli dengan harga yang cukup murah hingga tidak perlu ditawar lagi. Saya bahkan beli dua kopi, satunya titipan sobat saya yang juga penggemar fanatik Pink Floyd. Dia bahkan memotret bagian-bagian boxset ini dan memajangnya di Facebook. “The Wall” akan selalu jadi album favorit saya sepanjang masa, dan mendapatkan boxset ini adalah pembelian terbaik saya di tahun 2012 kemarin.
Fave Cut ; Semuanya!

dok.wismabhayu
dok.wismabhayu

DECIBEL MAGAZINE
Bulan lalu, saya tiba-tiba ditawari untuk berlangganan majalah metal, Decibel. oleh kawan saya di Jakarta. Well, why not?! Mumpung gairah membaca lagi memuncak dan rasanya saya memang lagi butuh bacaan musik [metal] yang lebih up-to-date dan bisa terpegang tangan. Maka, mulai awal tahun ini saya akan memegang Decibel Magz secara rutin pada setiap bulannya. Metal up my ass!  
Fave Cut ; Flexy Disc gratis di setiap edisinya!

MUSIC RECORDS ; INDIE LABEL [Idhar Rez]
Ketika iseng jalan-jalan ke Gramedia, saya kaget menemukan buku karangan kawan saya ini di rak diskon dengan harga yang, tentu saja, sangat murah sekali. Maaf, bukan berarti kurang laku ya, Dhar. hehe. Sebelumnya saya bahkan belum pernah melihat buku ini di rak toko buku di Malang. Tanpa pikir panjang, buku ini langsung saya ambil dan bawa ke kasir. Lumayan buat nambah wawasan tentang [industri] musik independen.
Fave Cut ; Bab Lampiran dan Bonus CD Kompilasi   

ME TALK PRETTY ONE DAY [David Sedaris]
Buku ini juga saya temukan di rak diskon Gramedia, minggu lalu. Belum sempat saya baca sih sampai sekarang. Tapi tampaknya menarik jika menilik pada testimonial yang ada di sampulnya. Di situ dikatakan bahwa ini buku yang sangat lucu, cerdas, sarkastik, gila, ironik, ringan, menghibur, dan juga menakjubkan. Oke, akan coba saya buktikan dalam minggu-minggu ini.
Fave Cut ; Please Tell me! Or I’ll let you know later…

TUDUNG VENUS [Roro Ajeng Sekar Arum]
Saya diundang ke acara launching buku ini, beberapa pekan lalu. Acara yang cukup meriah, mewah, yang bahkan mengundang penulis serial “Supernova”, Dewi Lestari a.k.a Dee. Penulisnya, Ajeng, adalah mahasiswi UB dengan segudang aktifitas, prestasi dan nasib baik yang sepertinya tidak pernah berhenti. Dia jago menari, menyanyi, hingga menulis. “Tudung Venus” adalah buku pertamanya, kumpulan cerita/puisi yang bersumber dari blog-nya. Saya baru baca separuh sih, dan buku ini sangat ‘perempuan’ sekali…
Fave Cut ; cerpen “Retreat” [hal.05]

That’s all. Well, ini cuma catatan kecil, mungkin nanti akan ada beberapa barang yang akan saya ulas atau review secara lebih mendalam dalam sebuah artikel khusus. Ini juga masih kumpulan barang yang fisikal, kapan-kapan akan saya share ada stok file atau arsip digital apa saja yang lagi heavy rotation serta happening di laptop saya.

*artikel ini saya tulis sambil memutar lagu “jajan rock” [harlanboer] secara berulang-ulang. Lagu yang menurut saya merupakan versi lokal dari frase “record collectors are pretentious assholes”. Sebuah soundtrack bagi para pemadat rekaman fisik!