goes_to_Malang_city_by_iinAjah

“Kita sekarang hidup pada jaman di mana band/musisi kayaknya lebih sibuk eksis di sosial media, foto-fotoan, jualan kaos, atau manggung di sana-sini daripada merilis karya musiknya,” keluh seorang kawan pada suatu hari, di tahun 2012. ini seperti mengamini sinisme seorang teman yang lain, “Hari ini, fotografi mungkin jauh lebih penting daripada diskografi!”

Sedari dulu, kota Malang dikenal memiliki scene musik yang unik, kritis, dan membara. Meski jauh dari hingar-bingar industri musik nasional dan ekspos media mainstream, para pelakunya seperti memiliki cara-cara tersendiri dalam menggerakkan hobi/karir bermusik sambil terus menjalankan hidupnya.

Sesungguhnya kita harus tetap meyakini bahwa tugas terpenting bagi sebuah band dan kumpulan musisi itu adalah menciptakan musik atau lagu, yang keren! Itu yang mustinya jadi prioritas utama, sebelum enerjinya habis untuk mengejar eksistensi diri dan berdagang.


Sepanjang tahun 2012, memang tidak banyak rilisan fisik yang lahir dari scene musik Malang selain CD yang dirilis secara mandiri oleh Gusar, No Man’s Land, kompilasi Koalisi Nada, Atlesta atau Knee And Toes. Selebihnya adalah karya-karya dalam kemasan digital yang dipamerkan dan kadang bisa diunduh secara cuma-cuma melalui jaringan internet.

Beruntung ada laman Soundcloud dan Reverbnation di mana kita bisa mencari informasi tentang band/musisi sekaligus bisa mendengarkan langsung karya musik mereka. Saya bahkan jadi lebih sering ‘berbelanja’ musik di sana daripada mengunjungi music store atau distro lokal yang ada.

Saya akhirnya menemukan banyak track menarik yang mampu membuktikan kalau scene musik Malang itu sebenarnya cukup kaya dan variatif. Itu ditegaskan kembali oleh media dan webzine musik independen yang makin marak memberitakan segala sepak terjang skena ini.

Bahkan setahun belakangan, band-band indie rock/pop lokal mulai muncul bak jamur dan banyak menelurkan karya lagu yang keren serta menarik. Sebut saja seperti Knee And Toes, Ajer, Atlesta, Kobra, atau Peka. Dari scene cadas, masih banyak nama-nama lama selain adanya kejutan-kejutan baru macam Hellhound, Downtown Torpedoes, atau Harass.

Kredit khusus musti saya sematkan pada situs ensiklopedia musik seperti Megavoid dan Malang In Your Face yang rela mendata profil band dan diskografi lokal secara sukarela, meski konon masih minim apresiasi. Tanpa dua situs tersebut, kita dipastikan sulit mengejar informasi atau arsip-arsip lawas dari skena musik lokal.

Dalam tempo singkat, akhirnya tersusun daftar 20 lagu terbaik yang pernah dirilis oleh para musisi & band lokal Malang sepanjang tahun 2012. Musiknya memang beragam dan lintas genre, mulai senandung pop yang tenang sampai irama cadas yang menghentak. Versinya pun beraneka macam; ada yang masih berupa demo, singel, atau salah satu track andalan dari album rekaman mereka.

Dengan kata lain, ini adalah daftar 20 lagu keren yang bikin scene musik Malang tetap menarik dan penuh gairah!

Menilik apa yang lagi ramai di linimasa Twitter, maka mendapati 20 lagu di list ini jadi semacam #BestMoment2012, dan #Resolusi2013 itu semoga kita bisa menemukan lebih banyak lagi rilisan lokal yang keren.

Well, selamat datang di skena musik Malang. Selamat Tahun Baru 2013!…

20. Bangkit Melawan – Muda Berbahaya
Sudah agak jarang kita menemukan musik punk/hardcore yang bergairah, penuh semangat dan barisan lirik konstruktif. Bagi kuping awam, lagu-lagu yang penuh slogan seperti ini rasanya akan tetap berhasil menjadi ancaman.

Stream or download via Soundcloud

19. Breath of Despair – Declaration of Total War
Musik hardcore selalu tereksekusi secara jahat di tangan para personil Breath of Despair. Tak terkecuali pada demo anyar milik band kawakan ini. Setiap sudut musiknya mampu mendeklarasikan ketajaman Umank dkk dalam bermusik.

Stream or download via Soundcloud

18. Hellhound – Selamat Datang Jiwa Tersesat
Tahun ini, Hellhound menjadi kejutan death metal lokal yang berani memamerkan riff-riff jahat dan solo gitar melodius tanpa mengurangi intensitas musiknya. Begitu teknikal dan penuh presisi. “Selamat Datang Jiwa Tersesat” adalah gerbang untuk menuju ruang musikalitas mereka yang keji.

Stream or download via Reverbnation

17. Downtown Torpedoes – Save Our Earth
Ini juga torpedo baru di genre punk/hardcore lokal. Lewat “Save Our Earth” mereka mengabarkan bahwa tugas menyelamatkan bumi tidak hanya ada di pundak para superhero.

Stream via Soundcloud

16. Brigade 07 – Takdir Kita
Galih dkk seperti tidak pernah gagal dalam menciptakan musik pop-punk yang catchy dan kalimat-kalimat yang cukup serius dalam liriknya. Ya, mungkin itu sudah takdir mereka. “Takdir Kita” tinggal mengamini saja.

Stream or download via Soundcloud

15. Intenna – Little Miss Sunshine
Pengusung triphop/shoegaze dengan female vocal yang gloomy. Cocok untuk mengiringi detik-detik matahari terbit dari puncak Gunung Panderman. Pagi yang menggigil. Dingin dan masih ada sedikit kabut.

14. Kobra – Bisa Ular
Punkrock yang bandel ala Ramones dengan vokal genit ala Widi Vierra yang kerap out-of-tune. Jangan salah, justru itu yang bikin musik mereka terdengar unik, segar dan seksi. Seperti racun yang susah dicari penawarnya.

13. Gusar – To Slave The Scream
Ada perasaan merinding setiap kali mendengar lagu yang mungkin sudah berumur 20 tahun ini. Dulu lagu ini sempat menguasai setiap panggung konser rock/metal di Malang. Tahun 2012 Gusar kembali aktif bermusik dan merekam hampir semua repertoar lawasnya. Ini seperti tiba-tiba menemukan berkas asli Surat Perintah Sebelas Maret tepat di atas meja. A gentle comeback!

Stream or download via Soundcloud

12. Harass – At The Mercy We Are Worshipping
Ini seperti merayakan hadirnya suara-suara yang mengganggu. Harass melukiskan sound musik yang pekat, berat dan lambat. Kiprah sludge-metal dari sebuah band yang masih anonim. Hingga akhir tahun 2012, misteri ini belum terpecahkan. The untouchable sludge warriors!

Stream via Soundcloud

11. Sekarat – Masih Biadab
Mungkin ini adalah track paling solid dari seluruh diskografi lagu Sekarat sejak era 90-an lalu. Warisan terbaik dari mendiang Francist Haru Setiawan [vokalis] dan sekaligus enerji ekstra bagi Didik dkk untuk melanjutkan karir band ini.

10. No Man’s Land – Born To Defense
Sungguh membanggakan bisa melihat salah satu band paling veteran di skena musik Malang yang masih aktif dan produktif merilis karya. Sejak awal 90-an, Didit dkk masih tetap bertahan dan tidak pernah bosan menulis lagu-lagu terbaiknya. “Born To Defense” sudah cukup untuk menjelaskan semuanya.

09. Sharkbite – This Reality
Sejak awal, band ini sudah diprediksi akan jadi sebuah ancaman yang menjanjikan. Komposisinya selalu gagah sekaligus kokoh. Sepertinya “This Reality” akan mampu menempatkan semangat hardcore pada moshpit yang ideal.

Stream via Reverbnation

08. Peka – If I’m Losing You
Setelah lama vakum, pengusung indie folk/pop yang paling kalem dan humble seantero kota Malang ini tiba-tiba merilis singel anyar di tahun 2012. “If I’m Losing You” dengan dipenuhi suara kocokan gitar akustik yang pasrah dan gaya bernyanyi Paraou yang terdengar tabah. Lagu yang simpel, namun kuat!

07. Atlesta – Sissy Pussy
Salah satu track paling sensual yang pernah lahir dari kota Malang. Setahun ini, Atlesta mencapai statusnya sebagai unit yang panas sekaligus binal. “Sissy Pussy” dikemas cukup upbeat dengan bunyi terompet dan keyboard yang membius. Ya, judul lagu dan liriknya pun sudah cukup bikin jantung berdegup kencang. You still can dance, and also making love with this song!

06. Primitive Chimpanzee – Blasteran Gendruwo
Unit krossover ini masih ugal-ugalan dan kurang ajar. Meramu irama metal, punk, dan hardcore dalam satu sangkar yang penuh dengan aura hewani. Mereka tetap memakai bahasa jawa yang lugas dan kasar. Konon liriknya berkisah soal perjalanan spiritual ke dalam hutan belantara untuk mencari sebuah kitab suci dan bertemu iblis penjaga yang mereka namakan Blasteran Gendruwo. Absurd nan sinting!

Stream or download via Soundcloud

05. Oneding – Jancok
Sebuah kata umpatan tidak pernah terdengar lembut, enak, dan nyaman didengar sebelum adanya lagu ini. Oneding [Andjoeran Pengoeasa / SATCF] nekat mengangkat gitar bolongnya, tampil sendirian dan menciptakan sumpah serapah “Jancok” yang cukup bersahabat serta adiktif untuk dinyanyikan bersama. Manis. Melekat kuat di telinga. Anthemik. He’s done a great job!

04. Silence Is Broken – Hesitate
Silence Is Broken sekarang memajang line-up anyar dengan barisan wajah yang sebelumnya aktif di grup band Sekarat, Throne of Tyrants, Keramat, dan Rottenomicon. “Hesitate” yang melaju bak Lamb of God bertemu Bolt Thrower ini memacu riff-riff gitar yang old-school dengan deru bass dan drum yang cepat. Terdengar megah, keras dan bertenaga.

Stream or download via Soundcloud

03. Ajer – Screen On My Cellphone
Ajer merekam satu lagu anyarnya dalam format live video yang indah. Kolaborasi para musisi/seniman lintas disiplin di kota Malang ini membangun konstruksi irama folk dengan pondasi eksperimental yang kuat. Barisan suara alat petik, pianika, dan tamborin yang ragu-ragu seperti pas mengiringi suara ratapan sang vokalis. Lagu ini bisa mengukuhkan posisi mereka sebagai musisi sekaligus pekerja seni yang bertalenta tinggi. Terobosan yang sangat unik dan kreatif. In other word, artsy!

02. Knee And Toes – Golden & Diamond
Harus diakui, duo musisi lokal yang bersenjatakan perangkat akustik ini mahir meramu musik folk/pop yang sederhana menjadi sangat luar biasa. “Golden & Diamond” berisi dialog vokal dan instrumen yang terdengar serius di antara Ristri Putri dan Bie Paksi. Dua vokal yang bersahutan apik serta petikan senar gitar yang tegas. Percakapan yang intens, misterius, dan sepertinya tidak akan pernah selesai. A good thrilling folks!

01. Screaming Factor – EXIsTence
Jika ada nama band lokal Malang yang paling ditunggu-tunggu karyanya itu adalah Screaming Factor. Di sela-sela proses pengerjaan materi album anyarnya, pengusung hardcore/metal ini coba-coba melempar demo lagu “EXIsTence” secara gratis melalui jaringan internet. Riff gitar yang thrashy sudah meluap-luap sejak awal durasi. Seakan berduel sengit dengan deru drumming yang penuh dengan atraksi dan kejutan tempo. Novi Andriyanto juga pintar dan lantang menyuarakan lirik-lirik psikologisnya. Ini singel jawara yang sangat menjanjikan. Menegaskan bahwa Screaming factor masih menjadi target utama yang perlu diantisipasi.

*Thanks to Megavoid, Malang In Your Face, Koalisi Nada, and all featured Soundcloud-Reverbnation-Youtube links. PS; It’s my personal list and exclusively written for Solidrock archive. Yes you can also makes your own list too.

*Sebagian besar track yang ada di list ini juga bisa disimak melalui Soundcloud dan 8Tracks.