Namanya Eko Marjani, pemuda jangkung murah senyum yang sedang merantau dan menuntut ilmu di kota Malang. Well, deskripsi sesingkat ini mungkin tampak biasa-biasa saja, seperti mahasiswa kebanyakan yang tumpah ruah di kota Malang. Oke, saya lanjutkan dengan tiga kata kunci yang kayaknya paling related dengan Eko Marjani, yaitu; Majalah Sintetik, Koalisi Nada, dan radio online Kanaltigapuluh. Get It?!…

Yah, Pemuda ini memang cukup menarik minat saya karena gairah dan antusiasmenya yang tinggi terhadap geliat scene musik lokal di Malang. Di sela beban studi dan tanggungan tugas akhir, perannya cukup menonjol sebagai salah satu aktifis muda di lingkup skena lokal hari ini.

Eko pernah menulis, mengorganisir band dan event, jadi MC, serta siaran radio di tengah malam. Menurut temen-temennya, Eko adalah pribadi yang loyal, sabar dan kerap membantu banyak pihak. Seringkali, Eko memang tampak lebih banyak ‘beraksi’ di belakang layar, baik itu di sesi produksi rekaman maupun gigs-gigs lokal.

Dalam tradisi Jawa, pemuda yang dikasih nama ‘Eko’ itu biasanya merupakan anak pertama atau sulung. Mungkin filosofinya agar si anak juga bisa menjadi sosok yang pertama dan terdepan dalam hidupnya.

Konon, pengalaman pertama, dalam berbagai hal, itu katanya akan selalu dikenang dan sulit untuk bisa dilupakan. Jadi, iseng-iseng saya bertanya tentang berbagai pengalaman pertama yang pernah dialami oleh Eko Marjani dalam hidupnya…


Siapa yang pertama kali mengenalkan anda pada musik rock?
Slank pada awalnya. Mereka yang membimbing saya ke arah kampungan.
Apa album musik yang pertama kali anda dengarkan di masa kecil?
Slank album “Virus” tahun 2002, itu saya masih smp kelas 3, hehe.
Apa album musik yang pertama kali anda beli dengan uang sendiri?
Dari dulu sampai sekarang masih menadahkan tangan, belum ada beli album musik dari band kesukaan dengan uang sendiri.
Apa konser musik yang pertama kali anda tonton?
Pastinya konser Slank dong. Inget banget itu pas awal-awal di Malang sekitar tahun 2005, itu venue-nya masih di stadion Gajayana. Nonton konser sendirian, masih belum nemu temen satu pun di kota ini. Sempat nyasar pas menuju lokasi pertunjukan…
Apa kaos band/musik pertama kali anda miliki?
Lagi-lagi Slank. Belinya di Kayutangan, bajakan, bukan asli dari Gang Potlot. Murah meriah dan mendadak slengean.
Kapan pertama kali anda mewawancarai band/musisi?
Pas cuti kuliah. Saya balik ke kampung halaman, nah di sana sempet di radio remang-remang ngasuh program remang-remang juga dan interview band esek-esek juga, hehe.
Kalau pertama kali anda diwawancarai oleh media?
Sepertinya sekitar tahun 2009, pas mudik. Interview di stasiun tivi lokal barengan band esek-esek saya secara live, sayang band-nya udah keburu bubar jalan.
Apa film atau DVD musik yang pertama kali anda tonton?
Lupa. Jujur saya orangnya gak pernah update film atau dvd. Saya malah banyak copy file-nya dari temen, jadi banyak bergurunya sama temen-temen yang lebih update dan koleksinya gila.
Apa buku musik yang pertama kali anda baca?
Bukunya kang Idhar Resmadi tentang indie label. Itu buku tuntunan yang sampai sekarang terus dibaca.
Anda masih ingat, apa lagu yang pertama kali diputar di radio Kanaltigapuluh dulu?
Kalau awal-awal radio itu saya lupa banget lagu pertama yang diputar, harap maklum saya susah mengingat, hehe. Yang pasti band lokal Malang…
Anda masih ingat, di mana artikel yang pertama kali anda tulis itu dimuat?
Tulisan sederhana saya pernah dimuat di majalah sintetik asuhan mas Hilmi dan mbak Oming, semoga masih punya energi lebih untuk menulis kembali.
Biasanya ketika bangun pagi, apa yang pertama kali anda lakukan?
Lihat jam di layar handphone. Syukur-syukur bisa menunaikan kewajiban di jam 4 pagi, soalnya saya sering kelewatan untuk yang satu itu.
Siapa yang pertama kali biasa anda hubungi di pagi hari?
Orang tua di rumah. Kadang malah ibu yang sering telpon duluan, untuk sekedar menanyakan kabar saya, begitu juga sebaliknya, selayaknya hubungan ibu dan anak. Aku sayang ibu dan ayah di rumah…
Ketika browsing internet, biasanya situs apa yang pertama kali anda kunjungi?
Burung yang berkicau dengan suara cuit-cuit, terus terang saya kecanduan olehnya.
Kapan anda pertama kali minum alkohol?
Tepatnya lupa. Terus pernah dijebak juga sama temen dan pernah juga nyicipin setetes beer. Maklum darah muda masa lalu…
Kapan anda pertama kali jatuh cinta?
Alhamdulilah, belum pernah. Semoga Allah SWT menjodohkan saya dengan lawan jenis yang tepat. Amin.
Apa yang pertama kali terlintas di benak anda saat mendengar kata…
Kota Malang: Kota yang memiliki banyak massa hitam-hitam.
Musik Independen: Gak manja.
Nadya Hutagalung: Subhannallah sekali.
Radio: Aku dengar lagu kesayanganku.
Nasi Pecel: Ada di deket kos, murah, buka pagi, jadi salah satu menu sarapan.

*Eko Marjani bisa disapa melalui akun Facebook dan Twitter @pirban. Intip pula proyek-proyeknya di laman Koalisi Nada dan Radio Kanaltigapuluh.