Nama bekennya Irwan Chaoz, nama aslinya belum pernah saya ketahui. Konon, dia adalah perantauan dari Bima, sebuah daerah di Indonesia Timur sana. Entah sejak kapan dan sudah berapa lama dia hidup di kota Malang ini. Irwan adalah sosok anak muda yang mudah ditemui di setiap acara gigs dan hura-hura lokal. Dia memang hampir selalu hadir. Bahkan penampakannya cukup menonjol; kalau tidak sedang ‘sibuk’ di moshpit, biasanya dia menenteng kamera di areal stage. Memotret fenomena konser, teman-temannya, dan mungkin dirinya sendiri. Seorang metalhead yang mengaku jadi ‘kuli angkat’ untuk sebuah band ini juga anggota redaksi sebuah media lokal dan aktifis scene death metal di Malang. Sesi tanya-jawab ini berlangsung cukup singkat; janjian di tengah malam, pagi saya kirimi list pertanyaan, siangnya langsung dia jawab, dan sore ini sudah dimuat. Sebenarnya masih banyak yang bisa digali dari pemuda ini; tentang musik metal, media & fotografi, spot nongkrong, maupun perempuan. Silahkan anda sapa lebih lanjut melalui akun Facebook atau Twitter-nya saja. Ah sialan, saya jadi lupa nanya kapan kira-kira ada Bima Death Fest?!…


Apa kegiatan anda sehari-hari?
Standar saja. Pagi sampe sore ngabisin waktu di tempat kerja. Pulang kerja kumpul sama teman-teman di warung kopi dan kadang sedikit menyempatkan waktu buat pacaran. Tengah malam hingga menjelang waktu tidur, nyampah di Twitter. Oh iya, jangan lupa follow @ironechaoz ya…

Oya, anda masih bekerja di Distortion Store?
Sampai skarang masih. Selain jadi shopkeeper, saya juga pegang job untuk marketing online dari Distortion.

Anda juga salah satu anggota redaksi Common Ground. Sudah reportase ke mana saja?
Yang jelas beberapa spot gigs lokal Malang. Kalau untuk luar kota, pernah ke Bali [Bali Extreme Metal Fest], Surabaya [konser Misery Index dan beberapa event metal lokal], Solo [Rock In Solo], Semarang, Jogjakarta [Jogja Brebeg, Heaven Shall Burn), dan Jakarta [Hammersonic Fest].

Masih sering memotret di ‘ring satu’ pentas cadas?
Kalo untuk reportase lapangan,’ring satu’ adalah tempat favorit. Kalau untuk pentas luar kota yang terakhir motret event Hammersonic di Jakarta. Kebayang gak rasanya cuma berdiri dengan jarak gak lebih dari dua meter di depan mbah-nya thrash, DRI, dan dedengkat deathmetal, Suffocation. Aaargghhhhh, momen yang gak akan terlupa.

Oya, anda juga menjabat sebagai manajer grup band NADI kan?
Manajer NADI? Sebenarnya itu terlalu berlebihan. Sampai saat ini saya belum layak untuk dikatakan manajer. Karena selain gak punya dasar tentang artist management, di dalam tubuh NADI pun tidak ada istilah pengangkatan resmi seorang manajer. “Saling bantu atas nama kesenangan dan pertemanan,” mungkin itu lebih tepat.

Lalu sibuk apa NADI sekarang?
NADI saat ini sedang dalam proses mixing dan mastering album pertama, sembari mencari-cari label yang cocok. Kalau tidak ada halangan, paling lambat awal tahun depan albumnya sudah dirilis dalam bentuk fisik. Selanjutnya kita akan mengadakan tour promo album.

Anda juga aktif di Malang Death Metal Force [MDMF]. Masih sering nongkrong bareng?
Tiap sabtu kita sering nongkrong di angkringan sego kucing ‘pesawat’ di Suhat. Tapi, tempat itu jadi dipenuhi oleh klub atau gank motor. Jadi suasana obrolan kurang kondusif. Telinga kita harus dipekakkan oleh suara raungan motor. Tapi tiap hari kita biasa kumpul-kumpul dalam forum kecil di Warung kopi JOKER [sebelah barat McD Watugong]. Yuk monggo yang pengen ngopi dan sharing-sharing bisa datang ke sana. We’re ready everyday!

Apa pendapat anda soal banyaknya tongkrongan, klub dan squat metal di kota Malang?
No problemo. Selama visi dan misi jelas, it’s ok. Ibarat sekolah, banyak sekolah yang berbeda, mulai dari negeri hingga swasta, tapi semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menuntut ilmu. Semoga saja tujuannya sama-sama memajukan kota Malang. Pride!

Anda sering terlihat di berbagai konser lokal dan termasuk penggila moshpit. Kasih tips dong bagi mereka yang ingin menikmati suasana di area moshpit…
Hahaha, apa ya? Mungkin sebelum turun ke area moshpit, jangan lupa lakukan pemanasan untuk melemaskan otot-otot anda, terutama di bagian leher. Simpan barang-barang berharga seperti handphone dan uang di tempat yang aman. Mosphit area adalah tempat bersenang-senang. Gesekan itu biasa, jangan sampai terjadi gesekan yang ‘berarti’. Dan satu lagi, bersyukurlah anda-anda yang berpostur kecil, karena besar kemungkinan anda akan lebih sering melakukan stage dive!

Scene musik kota Malang terkenal cukup besar dan menonjol di tanah air, tapi kenapa belum ada music-fest yang akbar layaknya Bandung Berisik, Rock In Celebes, Rock In Solo, atau Hammersonic Fest misalnya?
Pertanyaan yang sama ini terus menghantui di antara deretan kopi hitam setiap malam. Memang tepat kalau dikatakan “belum”, karena saya yakin suatu saat Malang pasti akan punya metal-fest sendiri. Di Malang sebenarnya banyak elemen mumpuni yang andai dipersatukan bukan tidak mungkin bisa mewujudkan wacana itu. Mungkin kerjasama antara pihak skena dan investor bisa merealisasikan mimpi itu.

Pengalaman nonton konser yang paling berkesan selama ini?
Nonton Rock In Solo dan Hammersonic Fest. Nonton DRI, Suffocation, Death Angel, Dying Fetus, Kataklysm dari jarak gak lebih dari dua meter itu sangat luar biasa!

Konser yang gagal anda tonton dan paling disesali seumur hidup?
Mungkin bukan konser, lebih tepatnya band! Itu NILE waktu tampil di Hammersonic Fest. Saya sekarang jadi semakin yakin dengan pesan salah seorang teman “Ketika datang ke konser, jangan dalam kondisi terpengaruh alkohol jumlah banyak”. Akhirnya pas NILE on stage, saya tertidur persis di belakang panggung mereka, dari lagu pertama sampai terakhir. Ini mungkin penyesalan terbesar!

Oya, banyak yang penasaran juga; dari scene cadas Malang saat ini kok jarang muncul rilisan fisik. Menurut anda kenapa hal itu bisa terjadi?
Mungkin ada satu alasan klasik, yaitu biaya produksi.

Rekomendasikan band-band metal anyar yang berbahaya dari kota Malang!
saya rekomendasikan yang muda-muda saja. Karena yang muda itu yang berbahaya. Monggo dicek DEAD PIECES, BLASTED, dan tentu saja NADI!…

Terakhir, apa saja lima album yang sering anda dengarkan akhir-akhir ini?
– Hellcore – Destruction of The World
– Kreator – Phantom Antichrist
– Fear Factory – The Industrialist
– Sekarat – Made Flesh Creep
– Youngster City Rockers EP