Malam itu, 26 September 1986, Metallica baru kelar show di Solnahallen Arena, Stockholm, Sweden. Dalam perjalanan menuju venue selanjutnya, para personil dan kru Metallica mengisi waktu senggang sambil bermain kartu di dalam bus turnya. Alkisah di akhir permainan kartu tersebut, Cliff Burton mempecundangi Kirk Hammett dan berhak atas taruhan ranjang tidur yang paling nyaman di bus itu. Dia kemudian pamit untuk istirahat dan langsung tergeletak pulas di atas kasur kemenangan.

Tepat dini hari, bus yang mereka tumpangi itu mengalami kecelakaan di jalur E4, 2 mil sebelum kota Ljungby, Swedia. Bus tersebut tergelincir keluar jalur utama dan menyasak pepohonon di sekitarnya. Dalam kecelakaan tersebut, tubuh Cliff Burton terlempar keluar jendela dan tertimpa oleh bodi bus. Setelah gagal dievakuasi, akhirnya sang bassist nyentrik itu meninggal dunia di usia yang masih sangat muda, duapuluh empat tahun!

Kemarin, 27 September 2012, adalah tepat 26 tahun sejak musibah naas yang merenggut nyawa Cliff Burton. Sebagai bentuk penghormatan terhadap bassist lawas Metallica itu, saya akan berbagi beberapa video musik penting untuk mengenang sang legenda, Clifford Lee Burton. Here we go!…

 

(Anesthesia) Pulling Teeth – Metallica
Bagian solo bass di lagu ini sebenarnya sudah dimainkan oleh Cliff Burton saat ia masih tergabung di grup band Agents of Misfortune bersama Big Jim Martin [Faith No More] pada tahun 1981. Tepatnya ketika mereka mengirimkan sebuah rekaman video audisi untuk kompetisi Hayward Area Recreation Department’s Battle of the Bands. Rekaman video tersebut memamerkan talenta Cliff Burton dalam mencabik senar bass. Bagian solo bass-nya diwariskan kepada Metallica dan kemudian jadilah lagu “(Anesthesia) Pulling Teeth”.

For Whom The Bell Tolls – Metallica
Kasusnya mirip dengan tembang di atas. Bagian intro lagu “For Whom the Bell Tolls” juga pernah muncul dalam rekaman video audisi untuk kompetisi Hayward Area Recreation Department’s Battle of the Bands. Ini merupakan intro terbaik yang diberikan Agents of Misfortune, yang akhirnya dicatut dalam lagu “For Whom The Bell Tolls” untuk album kedua Metallica, “Ride The Lightning” [1984].

Orion – Mastodon (Metallica covers)
Tidak perlu diragukan lagi, “Orion” adalah karya unggulan Cliff Burton selama empat tahun karirnya bersama Metallica. Komposisi musiknya memang memberi ruang yang sangat besar bagi cabikan bass Cliff Burton untuk bisa meledak sekaligus ‘meminggirkan’ porsi James Hetfield, Kirk Hammet dan Lars Ulrich ke sudut studio. Dalam kompilasi “Kerrang! Master of Puppets Remastered”, Mastodon memainkan kembali “Orion” dengan karakter sound yang lebih berat dan modern. Untungnya, Mastodon tidak berlaku kurang ajar dan tidak berani mengubah banyak dari versi aslinya. Cliff Burton pasti tersenyum bangga jika mendengar lagu kover ini.

Mechanix – Megadeth
Tembang ini adalah salah satu sengketa terbesar antara Metallica vs Megadeth. Lagu ini konon ditulis sendiri oleh Dave Mustaine dan dimainkannya bersama Metallica dengan judul “The Mechanics” untuk materi demo “No Life ‘Til Leather” [1982]. Setahun kemudian, Dave Mustaine didepak dari Metallica jelang proses rekaman “Kill ‘Em All”, dan lagu ini muncul dengan judul baru, “The Four Horsemen”. Dave Mustaine tidak tinggal diam. Dia lalu membentuk grup band Megadeth dan tetap mengklaim sebagai pemilik hak resmi atas komposisi lagu tersebut. “Mechanix” akhirnya jadi titel lagu Megadeth yang sempat dirilis dalam “Last Rites demo” [1984] dan “Killing Is My Business…And Business Is Good!” [1985]. Dari semua versi lagu tersebut, ada satu hal yang tidak bisa dibantah oleh Metallica maupun Megadeth; Bahwa baik itu “The Mechanics”, “The Four Horsemen” maupun “Mechanix” tetap mengandung peran yang tidak sedikit dari Cliff Burton!

Watch the Children Pray – Metal Church
Menurut pengakuan para personil Metal Church, album “The Dark” ini didedikasikan untuk mengenang kawan dekat mereka, Cliff Burton, yang meninggal sembilan hari sebelum album tersebut dirilis ke pasaran. Fyi, tembang “Watch the Children Pray” adalah singel pertama dari album klasik ini.

Among The Living – Anthrax
Album “Among The Living” [1987] juga didedikasikan untuk mengenang Cliff Burton yang meninggal enam bulan sebelum album tersebut dirilis ke pasaran.

In My Darkest Hour – Megadeth
singel kedua dari album ketiga Megadeth, “So Far, So Good…So What!” ini dirilis tahun 1988. Menurut pengakuan Dave Mustaine, lagu ini memang sengaja dia tulis untuk mengenang kepergian Cliff Burton.

To Live Is To Die – Metallica
Tembang yang berdurasi hampir sepuluh menit ini hanya berisi sebait lirik spoken-word jelang akhir lagu. Konon kalimat itu berasal dari puisi yang ditulis oleh Paul Gerhardt dan pernah populer lewat film klasik Excalibur. Berbagai sumber menyebutkan bahwa judul dan lirik lagu ini sangat related dengan kehidupan dan kematian Cliff Burton. Setelah jasad Cliff Burton dikremasi, abunya disemayamkan di Maxwell Ranch. Selama upacara pemakamannya, diputarkan lagu “Orion” yang meonumental itu. Pada batu nisannya, tertulis kalimat “…cannot the Kingdom of Salvation take me home” yang diambil dari lirik lagu “To Live Is to Die”.

Rest In Peace, Uncle Cliff!

*Untuk mengenal Cliff Burton lebih dekat, saya juga merekomendasikan video “Cliff ‘Em All” [1987] yang dirilis khusus oleh Metallica sebagai tribut bagi Cliff Burton. Lalu, baca juga buku To Live Is To Die; The Life and Death of Metallica’s Cliff Burton [2009] yang ditulis oleh Joel McIver.