“Fase 10 hari kedua di bulan Ramadhan adalah tentang Maghfirah, di mana Allah SWT memberikan waktu terbaik bagi kita untuk bertobat dan memohon ampun atas segala dosa yang telah diperbuat” – kutipan

Saya hanya ada beberapa list album berikut yang tercatat paling sering menemani jam-jam tengah malam saya. Sangat acak, mulai dari psyche-pop, avant-garde, doom, sampe psychedelic black metal. Here the list goes on…

Sleep – Jerusalem

Rilisan lawas dari tahun 1999, buah karya masterpiece dari Al Cisneros, Matt Pike dan Chris Hakius pra “Dopesmoker “[2003], yang kemudian sukses mengubah peta musik heavy metal, doom dan stoner. Sebelum anda nekat memutar High On Fire, dengarkan Sleep dulu!

Akphaezya – Anthology IV; The Tragedy of Nerak

Dalam sebuah sesi chat di jejaring sosial, saya sempat meminta rekomendasi album yang layak didengarkan selama bulan puasa kepada Manan [editor Primitf zine]. Saya tidak pernah meragukan seleranya, dan album ini adalah jawabannya. Musiknya? Yah, serumit nama bandnya. Mr.Bungle versi feminim, kata Manan. Anak-anak haram hasil skandal Mike Patton dan Carla Bruni, kalo kata saya. Avantgarde itu membahagiakan.

Shining – Lots of Girls Gonna Get Hurt

Tidak seperti karya Shining sebelumnya, album ini diresensi buruk oleh berbagai media. Niklas Kvarforth dianggap terlalu lembek dan bertindak biasa di EP yang berisi 4 lagu kover ini. Tapi anehnya saya tetep suka. Track gubahan lagu “For My Demons” [Katatonia] dan “Prince of Darkness” [Alice Cooper] jadi favorit saya.

Enchantment – Dance The Marble Naked

Ini satu-satunya album yang pernah dirlis oleh band death/doom asal Blackpool, UK. Sayang, padahal konon mereka udah deal kontrak 6 album dengan label Century Media, tapi kudu terhenti di tengah jalan dan band ini pun bubar. Ini album yang klasik, kvlt, dan punya histori penting bagi saya dan beberapa kawan dekat. Ceritanya, kami tahu album ini pas maen ke Bandung dan merekamnya dalam bentuk kaset. Lagu-lagunya bercorak death/doom metal dengan intro dan melodi yang ear-catchy hingga bisa kami hapal di luar kepala. Album yang tergolong langka untuk dicari kembali ini saya putar lagi sebagai nostalgia.

Feist – Metals

Saya belum pernah mendengarkan Feist sebelum ada kabar kalo perempuan ini bikin album kolaborasi sama Mastodon. Fukk, siapa perempuan jalang yang berani kerja sama dan main-main dengan Mastodon ini? Begitu nemu, saya langsung jatuh hati pada mbak yang bersuara seksi ini. I heart you, Leslie Feist!

Testament – Dark Roots of Earth

Saya sudah lama kenal band ini, tapi baru jadi fanatik ketika dipaksa oleh seorang sahabat saya. Ini memang bukan album terbaik mereka, tapi masih menyenangkan untuk didengar. Yeah, it’s a thrash pleasure! And this list also dedicated to my thrash guru, Budi Sarzo!

Daft Punk – Discovery

Dewi Ratna, seorang jurnalis situs hiburan memaksa saya untuk mengkopi dan mendengarkan album ini. Daft Punk adalah gerombolan ayam jantan tua asal Perancis yang menyulut revolusi musik tekno/elektronik/kraut di dunia. “Digital Love” adalah track favorit. A nice album, but sorry i still can’t dance to it!

Nachtmystium – Silencing Machine

Salah satu nama yang ikut bertanggungjawab atas semaraknya black metal di kalangan para hipster belakangan ini. Ini album terbarunya, dan tetap memusingkan seperti biasanya. Ada nuansa psikedelik di musik karya Blake Judd dkk ini. Ini seperti Pink Floyd dalam versi yang sehitam-hitamnya!

Efek Rumah Kaca – Hilang [single]

Entah kenapa, belakangan ini suka memutar singel ini berulang-ulang. Mungkin baru serius menyelami saktinya aransemen musik di lagu ini, selain tema liriknya yang memang sangat menyentuh. Rasanya, seperti baru menemukan kembali lagu bagus yang sempat hilang sekian lama di pendengaran saya…

Selamat menikmati menu sahur,

Malang, 12 Juli 2012