Sampul & Imej ; Menurut Jakartabeat, “Ada semacam semangat untuk menghargai entitas budaya non-Barat. Bola dunia di tengah mata uang itu menampilkan wilayah Asia Pasifik, termasuk peta Indonesia, berbeda dengan gambar standar di media populer lain, benua Amerika dengan Lautan Atlantik. Kemudian ada perahu Jung China di tengah mata uang yang bukan Dollar Amerika Serikat, namun Yuan. Bagi kami ini menunjukkan afeksi dan penghormatan Filastine terhadap apa yang secara tradisional disebut oleh Orient oleh Occident.” – Oke, saya sepakat dengan semua baris itu.
Musik & Sound ; Irama elektronik yang gaduh, penuh warna, dan kadang syahdu. Diselipi part-part eksperimental serta bebunyian unik yang sukses memadukan elemen barat [modern] dan timur [orientalis].
Lirik & Syair ; Filastine berbasis pada bunyi-bunyian elektronik, minim lirik. Tapi saya memilih sepenggal lirik ‘Colony Collapse’ yang dinyanyikan Nova Ruth sebagai favorit; “Lek wani ngomong jujur, bumi wis kate ajur, wong gak kenek diatur, sego wes dadi bubur.
Puja-Puji ; Filastine sukses memasukkan elemen non-barat ke dalam berbagai komposisi, dan tidak hanya berakhir sebagai sekedar tempelan di album ini. Ya, timur terdengar makin seksi.
Caci-maki ; Hampir tidak ada komplain, kecuali kenapa tidak ada lirik/eksplanasi lagu di kemasannya?!
Lagu Terbaik ; ‘Colony Collapse’
Momen Tepat ; Pagi buta saat minum teh panas sambil baca surat kabar yang isinya didominasi oleh berita-berita kisruh sosial-politik yang semakin menyebalkan.
Bursa Prediksi ; Album ini sarat protes dan cukup ‘berisi’. Mungkin salah satu album elektronik paling ‘nendang’ tahun ini.
Pas Untuk Telinga ; Penggemar Atari Teenage Riot, Homicide, punk rock, dan world music yang masih doyan turun ke jalan mendobrak tiran yang berdiri mengangkang. Molotov!
Pilihan Pentas ; Filastine sudah kenyang tur ke berbagai belahan dunia, sudah selayaknya bisa mampir dan konser di kampung halaman Nova Ruth, Indonesia.

*Lebih detil tentang Filastine, silahkan klik ; www.filastine.com . Lalu baca juga artikel terkait di Jakartabeat, kalau tentang Nova Ruth ada di Kapanlagi.