Saya lupa baca di mana atau siapa yang mengajari saya, tapi saya tahu yang pasti bahwa dalam proses menulis sesuatu dan apapun, saya selalu membiasakan diri untuk mencatat poin-poin, kata kunci, atau kerangkanya terlebih dahulu. Ya, saya bukan orang yang bisa menulis runut mulai awal sampai akhir tanpa henti di atas halaman/kertas kosong hanya dengan berbekal memori semata…

Nah, contohnya catatan yang saya buat itu seperti ini misalnya…

PENAKLUKAN TANAH PRIANGAN ; Catatan harian rombongan sirkus PCHC di Bandung Berisik 2012

#1 ; Malabar. Gerbong. Billy. Hotel. Toro. Dedi. Dunkin. Scene-talks. City tour. Alun-alun. Braga. Bip. Aldi. Hotel. Melekan. Viktor choosing death.

#2 ; Swyk. Rottenomicon. Lunch. Going. Venue. Pchc. Bikini. Dreamer. Backstage. Prasmanan. Booth. Ipul. Hotel. Munich.

#3 ; Toro. Common room. Dom. Gembel. Obey. Trunojoyo. Hc roger’s. hotel. Diskusi scene. Karinding. Bubuka. Kran. Cabul.

#4 ; Icha. Cikapundung. Stasiun. Karinding. Nana. Karaoke. Bebal. Viktor baca. Gind guyon. Agus cloth. Ipul abis. Sodik. Ngamen. Absurd.

Catatan di atas itu saya ketik pada halaman fitur Notes yang ada di ponsel saya. Biar inget aja. Setiap saya menemukan poin atau peristiwa penting selama di Bandung 4 hari itu selalu saya ketik kata kuncinya. Supaya gak lupa atau kelewat. dan bisa runut nanti nulisnya pas sepulang di Malang.

Trik ini sudah lama saya lakukan, terutama dalam proses reportase atau peliputan event. Kata-kata atau bahasa yang saya catat juga seenaknya. Asalkan singkat, simpel, dan to-the-point. Yah, pasti anda susah juga menerka apa maksud dari kata-kata yang saya ketik di atas. Benar, cuma saya yang tahu apa maksudnya kata-kata di atas itu. Kalo gak lupa sih, hehe.

Begitulah kira-kira, sebelum menulis mungkin memang sebaiknya kita mencatat terlebih dahulu. Oke mari kita lihat catatan dan kata-kata kunci di atas ini nanti akan berkembang menjadi tulisan/artikel seperti apa pada akhirnya. Yes, I will let you know later…🙂