Beberapa hari lalu saya ditawari oleh Hilmi dari Sintetik Zine untuk menulis list album rock/metal terbaik 2011. Ah orang ini nekat dan gegabah, pikir saya. Bagaimana tidak, beberapa pekan sebelumnya saya sudah menolak tawaran dari media lain untuk menuliskan artikel serupa. Bukan apa-apa, sebab saya sadar setahun belakangan ini saya jarang sekali mendengar [baca; menemukan] album metal yang menarik. Cuma ada beberapa sih, itu pun biasa-biasa saja. Yah, mungkin salah saya juga yang kurang aktif mencari. Sebab, jujur saja, frekuensi pemutaran irama metal di player saya cenderung menurun setahun lalu. Mungkin akibat ‘misi suci’ mengkoleksi kembali kaset-kaset era 90-an yang multi-genre. Trus tiba-tiba doyan memutar musik rock/blues lawas dan hanya sempat meng-update album-album cadas domestik. Saya bahkan menguping juga album-album pop, alternatif, grunge, punk, sampai post-rock atau shoegaze secara lebih intens daripada sebelumnya. Kadar ke-metal-an saya mulai menurun, kata beberapa teman saya. Mmhh…

Kalau pun pada akhirnya saya meng-iya-kan tawaran Hilmi untuk menulis list ini, semata-mata hanya karena ; [1] Hilmi adalah kawan baik saya, [2] Dari dulu saya pengen banget nulis untuk Sintetik tapi belum pernah kesampaian, [3] Saya mendapat keringanan untuk nge-list 5 album saja dari kuota 10 album, dan alasan terakhir yang paling mengharukan, [4] Konon saya akan ditandemkan bersama penulis ajaib yang selalu saya kagumi, M. Abdul Manan Rasudi, dari institusi purba Primitif Zine. Fukk yeah, let me do this.

Well, akhirnya saya hanya mampu menulis lima album di list ini. Mungkin kurang ‘metal’ dan bukan yang terbaik bagi anda. Bahkan tergolong sangat umum dan mainstream, kurang cutting-edge dan tidak mengejutkan pula. Tapi boleh saya jamin lima karya ini cukup cadas dan esensial untuk didengar, apalagi untuk dimiliki album fisiknya. Oke, berikut akan saya presentasikan singkat lima abum yang setia menaikkan beat musik di player saya dan terus bertahan hingga malam tahun baru 2012 kemarin…

Saya berhenti membaca sejenak. Ini pembuka yang tidak neko-neko. Kalimat-kalimat sederhana  yang lebih telanjang dibandingkan diary ABG kasmaran sekalipun. Ia bahkan terlalu jujur mengakui bahwa ia kurang metal tahun ini. Sebentar, kritikus musik metal kenamaan malang mengaku kurang metal dan list pilihannya bukan yang terbaik? Cuma satu alasannya: ngapusi!

. . .

*Ini karya tulisan saya pertama di tahun 2012, ceritanya saya berkolaborasi dengan Mochamad Abdul Manan Rasudi, penulis musik yang ajaib & editor Primitif Zine. Akh, sebenarnya gak layak kalo disebut duet. Faktanya, tulisan saya malah ‘diacak-acak’ oleh Manan. Dia curang. Tapi untungnya semakin enak untuk dibaca, jadi saya maafkan. Yah, ini sekedar karya tulisan duet ugal-ugalan yang dipromotori oleh Hilmi [Majalah Sintetik]. Silahkan simak tulisan kami selengkapnya melalui Majalah Sintetik.