THE SELF-DESTRUKT HIT LIST

Terus terang, ternyata tidak mudah bikin list yang berisi singel-singel favorit dari bermacam band. Setidaknya itu berlaku bagi saya, yang cenderung lebih mengapresiasi sepaket album daripada butiran lagu. Jika saya malas dan putus asa, mungkin list ini akan berisi semua lagu dari tiga album awal Metallica, atau semua lagu dari album “The Wall”-nya Pink Floyd, atau semua track yang ada di “Mellon Collie and The Infinite Sadness”-nya Smashing Pumpkins. Tapi syukurlah hal itu tidak saya lakukan, karena pasti dianggap menyebalkan di mata sang empunya program ini…

Akhirnya, saya sempatkan membongkar file dan rak untuk mencari [kembali] lagu-lagu yang saya suka dan gilai selama hidup saya ini. Proses hunting lagu ini saya lakukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jadi saya yakin pasti ada beberapa lagu yang luput dari memori dan pantauan. Tapi biarlah. Saya coba trik sederhana; konon jika hunting dimulai dari band favorit, lalu menuju ke album favorit, biasanya akan sampai pada satu lagu yang paling favorit juga. And it’s really works for me.

Hasilnya sekarang ada 33 lagu yang saya susun secara acak – kecuali lagu pertama dan terakhir yang saya desain supaya tampak seperti ‘live’, haha. Beberapa lagu memang memiliki histori dan cerita spesial, sebagian lagi saya pilih karena musiknya emang keren aja dan bikin saya bersemangat.

Oya, list lagu ini kebanyakan emang cadas dan 90-an sih – tapi selalu ada ruang kok bagi lagu-lagu yang pop dan lembut, dari jaman lawas maupun era kekinian. Sekalipun saya saya cukup terbuka pada segala jenis musik, toh saya masih bangga menyebut diri saya sebagai seorang metalhead.

Eits, metalhead?! By the way, saya mungkin orang yang paling durhaka pada root metal. Sebab, sejujurnya saya tidak pernah benar-benar terpukau pada Sabbath, Motorhead atau Slayer yang sering diagung-agungkan oleh banyak kawan saya itu. Jadi tiga band supermetal itu tidak asa dalam list ini. Jadi silahkan menggugat kadar ke-metal-an saya hari ini…

Well, menyusun list seperti ini ternyata menyenangkan dan seperti berbagi pengalaman. Duh, rasanya sebentar lagi saya akan kecanduan untuk menyusun list atau malah nekat bikin mixtape. Tapi please, jangan tanyakan lagi apa playlist saya ketika menyusun list ini…

Plug. Play. Enjoy.

  1. Iron Maiden – [Churchill’s Speech] Aces High

Hey metalheads, anda memang tidak wajib untuk menyukai musik Iron Maiden, tapi setidaknya anda musti menghormati mereka. Silahkan hitung sendiri ada berapa banyak penonton yang tiba-tiba histeris atau menangis ketika Iron Maiden mulai memainkan lagu pertamanya di Jakarta dan Bali, Februari 2011 nanti…

Cek video konser mereka versi Live After Death ; http://www.youtube.com/watch?v=FJq1eJe-sto

  1. Godbless – Cendawan Kuning

Konser rock pertama saya adalah tur album Raksasa di Stadion Gajayana Malang, tahun 1989. Saat itu saya masih kelas 1 SMP dan nekat nonton sendirian ke venue. Sejak Godbless naik ke atas panggung dan mulai memainkan setlist-nya dengan gagah, hidup saya langsung berubah…

  1. Metallica – The Thing That Should Not Be

Dulu saya menjadi seorang Metallikatz yang taat – tepatnya sejak era Kill ‘em All sampai Black Album. Well, lagu ini memang tidak terlalu cadas dan kencang, tapi selalu terdengar elegan bagi saya. It’s still my fave track from everyone’s fave album. Oke, nanti anda akan segera tahu kenapa saya tidak memilih lagu Master of Puppets saja di list ini?!…

  1. Fear Factory – Scapegoat

Heavy metal dan industrial selalu jadi kombinasi yang berbahaya di tangan Fear Factory. Hanya perlu sebuah Ibanez bagi seorang Dino Cazares untuk bikin riff yang mematikan, dan tanpa solo gitar!…

Cek live mereka di event Dynamo Open Air ; http://www.youtube.com/watch?v=-xbFgCc5YNQ

  1. Godflesh – Mothra

Godflesh dan album Pure-nya mengantarkan saya kepada jalur industrial/metal. Dan Justin Broadrick tidak pernah berhenti berkarya demi membebaskan anak-anak muda dari jeratan musik ala Justin Bieber.

Cek live mereka di sini ; http://www.youtube.com/watch?v=p9NhTaa7lGA

  1. Tool – stinkfist

Saya hanya merasa tampak pintar dari kebanyakan orang ketika mendengarkan musik Tool. Dan saya seperti mahasiswa psikologi tingkat akhir yang sedang mencari bahan skripsi saat membaca lirik-liriknya. Yes, Tool is cool. So don’t be a fool!…

  1. Pink Floyd – Lucifer Sam

Awalnya saya akan comot satu track dari album The Wall. Namun demi rasa hormat saya kepada Syd Barret, maka saya memilih lagu ini. Apalagi ‘Lucifer Sam’ juga sering jadi nickname saya di saat mood saya sedang ‘jahat’. Jangan tanya kenapa, sebab menurut liriknya, “Lucifer sam, that cat’s something I can’t explain…”

  1. The Cure – Trust

Di kawasan Cihapit Bandung tahun 1994, saya pertama kali beli kaset bekas album Wish dan mulai suka sama The Cure. Semua lagu di album ini memang bagus, tapi Trust yang paling nempel di kepala. Lagu galau berdurasi panjang dengan lirik singkat yang to-the-point. Konon perempuan kantoran yang bersepeda selalu suka sama band ini…

  1. The Smashing Pumpkins – Try Try Try

Lupakan rasa sebal anda pada Billy Corgan di JRL kemarin. Lagu ini mungkin bisa bikin anda merasa baik-baik saja. Tetaplah tenang, lanjutkan hidup, dan lupakan semua yang pahit. Klipnya bercerita soal drama sepasang kekasih junkies, dan dikembangkan lagi oleh sutradara Jonas Akerlund lewat film pendek berjudul Try.

Coba tonton film pendeknya di sini ; http://www.youtube.com/watch?v=xj9x6kUJX98

  1. The Who – Baba O’Riley

The Who membuat lagu rock yang megah komplit dengan kocokan liar Pete Townsend dan suara serak Roger Daltrey. Menyenangkan melihat ada band alumni Woodstock 1969 yang masih eksis sampai saat ini. Menurut saya, lagu sedahsyat ini lahir terlalu prematur di jamannya.

  1. Isis – The Pliable Foe

Saya suka semua karya dari Isis. Konon ini adalah stok lagu unreleased mereka, yang akhirnya dirilis dalam proyek split dengan The Melvins, pada bulan Juli 2010 kemarin.

  1. Cynic – Veil of Maya

Dulu gak banyak temen-teman saya yang suka Cynic album Focus. Death Metal kok terlalu rumit dan ribet, begitu alasannya. Saat itu prog-metal memang belum sebesar sekarang. Tapi sejak dulu saya yakin band ini penting dan ‘have something’. Veil of Maya mengantarkan saya pada halaman [death] metal yang lebih progresif, teknikal, serta berwawasan…

Cek video live mereka di sini ; http://www.youtube.com/watch?v=c5VzbQQEQo0

  1. Biohazard – Urban Discipline

Kadar hardcore saya yang sangat tipis ini mungkin [hanya] dibentuk oleh Biohazard. Meski banyak temen saya yang bilang, “Biohazard itu bukan hardcore!”. Loh?! Whatever deh, mungkin saya cuma terpesona sama distorsi gitar dan vokal rapping-nya. Atau ‘hardcore’ yang mereka maksud ada dalam diri mantan istri Evan Seinfeld yang bernama Tera Patrick itu?! Ups, c’mon guy’s, you know who she is…

  1. Machine Head – Davidian

Jauh sebelum trend nu-metal atau hip-metal, Machine Head sudah membawa musik metal ke wilayah yang lebih groovy, namun tetap garang dan dan tidak tampak konyol sama sekali. Album Burn My Eyes adalah salah satu landmark penting bagi progresi modern metal, metalcore, atau metal jenis apapun dengan bumbu ini-itu.

  1. Mastodon – Blood and Thunder

Mungkin seperti inilah lagu Master of Puppets jika diciptakan di era 2000-an. Fakta lainnya, lagu ini jadi bagian dari video game Guitar Hero; Metallica, dan diam-diam Mastodon sempat mengkover Orion dalam rangka ulang tahun album Master of Puppets yang ke-20. Saya yakin ini bukan kebetulan! Mastodon is the new Metallica!…

  1. Meshuggah – Future Breed Machine

Anda yang ingin bisa bermain gitar dengan banyak layer dan penuh presisi boleh belajar dari band Swedia ini. Meshuggah akan selalu menjadi macan bagi semua band metal yang guitar-oriented. Lagu favorit saya ini diambil dari album monumental mereka, Destroy Erase Improve.

Cek video konser mereka ; http://www.youtube.com/watch?v=gkB5FzggDoY&feature=related

  1. Baroness – A Horse Called Golgotha

Lagu ini cukup anthemik dan penuh gelora. Seperti konvoi marching cadas yang diselipi banyak orasi dan sing-along. Eits, lagu ini juga sudah berbulan-bulan menjadi ringtone abadi di ponsel saya. Coba telpon saya, jika tak diangkat mungkin saya sedang sibuk headbang saat itu…

  1. Fucked Up – Son The Father

Band yang sekarang menjadi jagoan saya dan sering saya pamerkan pada kawan-kawan yang into punk/hardcore. Musik keras, lirik cerdas. If you don’t listen to them, you must die!

Cek video mereka di sini ; http://www.youtube.com/watch?v=bAIiNUStNOA

  1. Explosion In The Sky – Look Into The Air

Sulut rokok, bersandar ke kursi, lalu pandang ke atas. Kurang puas? Coba ulangi sekali lagi.

  1. Atari Teenage Riot – Kids Are United

Versi yang lebih berisik, mengganggu dan menendang dari If The Kids Are United-nya Sham 69. Cocok untuk disetel kencang di atas truk pada aksi demo yang agak-agak rusuh di depan kantor pemerintahan yang mbalelo atau rumah dinas wakil rakyat yang suka pelesir.

http://www.youtube.com/watch?v=8SIwUOII7hg

  1. Municipal Waste – Born To Party

Sepertinya, musik thrash metal itu memang diciptakan untuk berpesta dan bersenang-senang. Municipal Waste seperti kumpulan pria ugal-ugalan yang ingin merasakan sensasi muda di tahun 1986.

  1. The Mars Volta – Copernicus

Lagu sendu yang sepertinya bukan tentang pelajaran astronomi atau teori Heliosentrisme. Tapi silahkan saja jika The Mars Volta mau disebut sebagai pusat dari galaksi progressive rock/metal hari ini. Sebab mereka cukup layak untuk menyandang status semacam itu.

Cek video mereka di sini ; http://www.youtube.com/watch?v=aCcrc8T6kKo

  1. Kylesa – Don’t Look Back

Sejenak, intro-nya mengingatkan pada Today milik The Smashing Pumpkins. Setelah itu, jangan menoleh ke belakang. Sebab komposisi musik Kylesa sudah semakin berkembang jauh. Ini kayaknya lagu yang paling gres di list. Stok terkuat dari album Spiral Shadow yang hampir dipastikan akan mengambil satu slot dalam daftar album metal terbaik 2010.

  1. Neurosis – A Sun That Never Sets

Neurosis adalah salah satu pihak yang patut disalahkan jika ada musik metal yang agak keluar dari pakem, serta bikin anak muda yang so-called-metalheads itu menjadi bingung dan merasa tidak nyaman lagi. pada akhirnya, Neurosis sukses bikin anak metal sedunia menjadi gila dan tergila-gila ingin meniru musik mereka.

  1. Nuclear Assault – When Freedom Dies

Band ini sangat thrashing dan cukup crossover. Menyenangkan, intinya. Baru-baru ini saya mendapatkan CD album Handle With Care dalam versi remastered. Mengharukan, mengingat lima belas tahun lalu saya masih mendengarkan album mereka dalam versi kaset bajakan.

  1. Testament – D.N.R. [Do Not Resuscitate]

Lagu ini jadi pembuka di album paling garang yang pernah dirilis Testament pada tahun 1999, The Gathering. Mungkin itu gara-gara ‘kunjungan’ dua musisi tamu istimewa, James Murphy [Death/Obituary/Cancer] dan Dave Lombardo [Slayer/Fantomas] yang memperkuat formasi album ini.

Tonton aja klipnya di sini ; http://www.youtube.com/watch?v=udSe5GGWz04

  1. Carcass – No Love Lost

Hanya Carcass yang bisa mengevolusi diri sedemikian baiknya dari konsep gore metal ke arah melodic death metal. Buktinya mereka cukup sukses dan inspiratif di dua jalur musik tersebut. Tapi setelah saya dengarkan lagi album-album awal mereka, ternyata Carcass sudah melodius sejak lama. Mungkin kita saja yang agak terbutakan oleh judul-judul lagu yang medikal dan nuansa desain yang gore.

  1. Pyogenesis – Love Nation Sugarhead

Dulunya dikenal sebagai band gothic/doom metal sebelum memutuskan untuk ‘murtad’ ke jalur alternatif/pop-punk. Lagu ini cukup segar, manis dan ceria. Pyogenesis adalah contoh band yang berani merubah konsep musiknya secara drastis namun tetap berhasil, meski harus menyulut kontroversi dari para fans-nya.

Tonton klipnya di sini ; http://www.youtube.com/watch?v=Man1RKZMr74&feature=related

  1. Coheed And Cambria – Here We Are Juggernaut

Ini juga band yang berkembang dengan baik. Sangat baik, malahan. Dulunya sempat saya sepelekan karena gayanya terlalu ‘emo’. Tapi makin lama mereka semakin pintar. Mereka sekarang berubah menjadi Rush yang lebih muda dan bertenaga. CaC membuat konsep saga yang cukup keren dengan segala teori konspirasi dan roman fiksi ilmiah.

Tonton konsernya dalam versi akustik di sini ; http://www.youtube.com/watch?v=w4N3HSQjYZ8

  1. Michael Jackson – Beat It

Sejak kecil saya cukup akrab dengan MJ karena semua orang rumah sangat mengidolakan dia. Jadi saya musti memasukkan satu singel MJ [yang paling saya suka!] ke dalam list ini demi bakti saya kepada keluarga, atau saya bisa diusir keluar dari rumah!…

  1. U2 – Where The Street Have No Name

Buat saya, lagu ini cocok diputar ketika traveling atau backpacker – terutama saat tak punya destinasi yang jelas atau sering tersesat di tengah jalan. Joshua Tree adalah album favorit yang bikin saya segan pada Bono dkk sampai sekarang. Oya, saya juga masih yakin kalau U2 adalah supergroup terakhir di planet ini. Tidak akan pernah ada the next U2, sekalipun itu namanya Coldplay atau Muse!

  1. M83 – Teen Angst

Seperti diajak terbang mengendarai UFO di sore hari, tapi tiba-tiba meledak di samping menara Eiffel tepat jam dua belas malam. Simple we live, simple we die. But hey alien, itu sama sekali tidak romantis!

Tonton videonya di sini ; http://www.youtube.com/watch?v=olG0NFjmzgw

  1. Nine Inch Nails – Hurt

Reznor is god. Maka ijinkan saya menjadikan lagu ini sebagai encore yang sempurna untuk menutup aksi tebar playlist ini kepada khalayak rock di manapun mereka berada. “If I could start again, a million miles away, I will keep myself, I will find away…”

Tonton video live NIN feat. David Bowie di sini ; http://www.youtube.com/watch?v=c7_Te7iDojA

The Block Rockin’ Beats

Curator: Rudolf Dethu

Every Wednesday, 8 – 10 PM

The Beat Radio Plus – Bali, 98.5 FM

120 minutes of cock-melting tunes.

No bullcrap. Zero horse shit.

Rad-ass rebel without a pause.

Visit the source ; http://www.rudolfdethu.com/2010/11/10/tonite-the-self-destrukt-hit-list/

The list on aired at November 10, 2010.

*Special thanks to A Curator From Hell, Rudolf Dethu. You Really Rocks, Dude!…