Seri pamungkas dari festival Outloud di Jawa Timur akhirnya digelar di kota Tulungagung, tepatnya di Lapangan Stadion Beji, pada hari Sabtu, 05 Maret 2011. Cuaca memang kurang bersahabat pada hari itu. Hujan deras yang terus mengguyur sejak sore memaksa sesi pertunjukan musik sempat tertunda beberapa jam untuk menunggu reda.

Wah, biasanya mulai sore udah mulai rame dan berjubel penontonnya kalau ada konser di Tulungagung. Ini mungkin gara-gara hujan, jadi mereka menunggu hujannya berhenti dulu baru berangkat menonton konser musik,” kata Bastian, pria asli Tulungagung yang nekat datang ke venue dalam kondisi kehujanan.

Seperti di empat kota sebelumnya, Outloud juga menawarkan konsep pertunjukan yang sama. Event ini merupakan serial festival musik dan hiburan yang digelar setiap pekan di sejumlah kota dalam rangka peluncuran produk baru milik salah satu perusahaan rokok nasional. Konsep umumnya adalah memadukan live music dengan berbagai aktifitas anak muda atau komunitas hobi setempat, seperti freestyle BMX, lowrider, skateboard, atau motorcross.

 

Sore harinya, di tengah rintik hujan, masih sempat ada atraksi motorcross di sudut timur venue dari komunitas motor setempat. Belasan pengendara motor trail beroda besar unjuk kebolehan dalam medan ekstrim yang agak berlumpur. Penonton tampak berkumpul menonton atraksi otomotif yang cukup menegangkan tersebut.

Iya, kita nekat datang aja meski kehujanan. Sayang banget kalau gak nonton, mas. Jarang-jarang ada acara kayak gini di Tulungagung. Apalagi ada bintang tamunya band dari Jakarta,” ungkap salah seorang pria yang malam itu rela menonton sambil memakai jas hujan.

Atmosfir festival baru terasa sejak pukul sembilan malam saat hujan mulai reda dan kesibukan di atas panggung mulai beroperasi optimal. Ribuan penonton mulai tampak memadati sudut-sudut venue. Mereka juga tetap bersemangat dan antusias meski harus berdiri di atas lapangan rumput yang becek. Sesekali mereka berpindah ke segala penjuru venue untuk menyambangi berbagai fasilitas hiburan yang disediakan pihak penyelenggara.

Jajaran booth sudah berdiri di salah satu sudut venue menawarkan beragam jenis produk milik sponsor dengan harga terjangkau, ditambah dengan sejumlah bonus hadiah langsung atau merchandise. Sementara di sudut lain, tampak logo Outloud dalam corak desain yang mencolok pada Wall of Fame, banner besar yang sengaja dipajang oleh penyelenggara bagi penonton yang ingin berfoto bersama.

Sementara di atas panggung sempat tampil juga beberapa band lokal yang memainkan genre musik pop, rock, dan metal. Salah satunya adalah Tenggorokan, band asal kota Kediri yang mengusung jenis musik death metal. Lima anak muda itu tampil lugas dan penuh tenaga menyuguhkan tiga lagu karya mereka sendiri.

Outloud malam itu tetap menawarkan nilai-nilai yang berani dan positif. Seperti halnya kebebasan berekspresi bagi setiap insan, khususnya generasi muda. Termasuk di dalamnya adalah kemampuan berkarya, berani menerima tantangan, kerja keras, serta semangat positif dalam menyuarakan enerji dan aspirasinya kepada dunia.

Kalimat-kalimat imenggugah semangat terus saja disuarakan melalui duet MC dari atas panggung, “Ayo, malam ini kita bersama dengan lantang menyuarakan ekspresi anak-anak muda kota Tulungagung. Kalian kudu berani berpikir dan bertindak positif dalam suasana yang damai dan bersahabat. Tunjukkan kalau anak muda Tulungagung juga bisa maju!”

Semakin malam, crowd tampak makin padat dan berjubel. Tidak kurang dari 5000 orang yang hadir di venue malam itu. Selain dari Tulungagung, penonton malam itu juga banyak mengaku datang dari daerah Kediri, Blitar, Nganjuk, Trenggalek, bahkan Surabaya. Sebagian dari mereka bahkan membawa bendera atribut yang menggambarkan daerah asal atau golongan komunitasnya.

Halo Tulungagung, mari kita bersenang-senang meski dalam kondisi hujan malam ini!” sapa Bagus [vokal/bass] mengawali penampilan Netral tepat di jam sepuluh malam melalui lagu “I Love You”. Penonton langsung merapat ke depan, bergoyang sambil ikut bernyanyi bersama. Suasana pertunjukan otomatis menjadi lebih hangat dan seru.

Setelah itu, Bagus dkk langsung menggeber lagu “Cinta Gila” dan “Sorry” dalam performa yang menawan. Di sudut kiri stage, tampak gitaris sangar yang murah senyum, Coki, dengan gaya khasnya. Sesekali dia maju membagikan pick gitarnya kepada penonton. Sedangkan di belakang, drummer Eno terlihat cukup lihai memamerkan kelincahan tangannya saat menabuh beduk drum secara atraktif.

Setting panggung Outloud malam itu cukup juga menarik. Sebagai latar belakang, terdapat video multimedia yang menampilkan scene-scene artistik. Panggung besar nan kokoh itu juga didukung dengan lighting yang apik serta sound system berkekuatan besar.

Selamat datang di hari yang indaaah!” seru Bagus sambil menyebutkan salah satu judul lagu hits yang mereka bawakan kemudian, “Hari Yang Indah”. Aksi menawan Netral terus berlanjut hingga lagu “Pertempuran Hati” dan ditutup dengan anthem “Garuda Di Dadaku” yang jadi ‘soundtrack’ tidak resmi di setiap pertandingan sepakbola nasional.

Bersamaan dengan pesta kembang api yang meriah, seluruh personil Netral bergandengan tangan dan maju berpamitan kepada penonton. Momen itu sekaligus menutup rangkaian serial festival musik Outloud di wilayah Jawa Timur yang telah berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Secara keseluruhan, Outloud berhasil menyuguhkan konsep pertunjukan festival yang mampu memberikan ruang lebar bagi [komunitas] anak muda untuk terus berkarya, mengembangkan hobi dan bebas menyuarakan ekspresinya. Tentunya ini akan menjadi kabar baik bagi seluruh insan pelaku industri musik dan industri kreatif di tanah air. Sejauh ini, Outloud telah berbicara banyak dan keras!…

 *Artikel ini adalah hasil reportase saya untuk rubrik Advertorial event Outloud di majalah Rolling Stone Indonesia.