Sebenarnya cukup panjang proses perjalanan dan pengerjaan materi album ke-empat Extreme Decay yang diberi tajuk “Holocaust Resistance” ini. Mulai dari sesi rekaman yang sempat gagal, pergantian personil di tengah jalan, sampai pada proses produksi yang berlarut-larut memakan waktu…

Berawal pada tahun 2008, di mana Afrl dkk mulai merekam materi musiknya di Delta Studio [Malang] gara-gara ada kabar mendadak kalau sang gitaris, Ravi, akan segera hijrah ke Sumatera. Mungkin akibat sesi rekaman dengan ‘sistem kebut semalam’ itu hingga hasilnya dianggap kurang maksimal, dan prosesnya terpaksa dihentikan di tengah jalan.

Memang pada akhirnya Ravi musti pergi meninggalkan Extreme Decay dengan sisa personil Afrl [vokal], Yuda [bass], dan Eko [drum]. Trio ini mencoba terus bertahan sambil mencari gitaris pengganti. Pilihan mereka akhirnya jatuh kepada Saheri, gitaris handal dari grup band Perish dan Anorma. Proses adaptasi dilakukan secara cepat karena toh mereka sudah berteman sejak lama di scene musik cadas kota Malang.

 

Pada bulan Januari 2009, Extreme Decay memulai lagi proses rekamannya dari awal dan dilakukan secara bertahap. Sesi rekaman album ini memang cukup memakan waktu karena musti dikerjakan di tiga studio yang berbeda ; take drum di Natural Studio [Surabaya], take gitar dan bass di Fakhri Home Recording [Malang], dan take vokal di ETC Studio [Malang]. Ini masih ditambah juga dengan proses mixing di Grim Studio [Jakarta] dan mastering di Blacklines [Jakarta] yang ditangani langsung oleh Yobbi Ananta [Alakazam].

Extreme Decay adalah unit pengusung musik grindcore yang terbentuk di kota Malang pada bulan Januari 1998. Sejak itu mereka sudah produktif merilis berbagai rilisan. Bahkan hanya dalam waktu dua tahun pertama, mereka sudah berhasil merilis tiga album studio dan dua demo rehearsal melalui berbagai label rekaman di Indonesia maupun luar negeri. Belum lagi berbagai proyek album split dan kompilasi internasional yang sudah pernah mereka ikuti sejak berdiri hingga sekarang. Album terakhir mereka adalah “Sampah Dunia Ketiga” yang dirilis oleh Extreme Souls Production pada tahun 2000.

Di album penuhnya yang ke-empat ini, Extreme decay total merekam 13 karya lagu, termasuk lagu lawas, “Green Me”, yang digubah kembali dalam versi baru. Mereka juga memainkan sebuah lagu kover berjudul “Inhale/Exhale” milik band grindcore asal Swedia, Nasum.

Secara garis besar, musik Extreme Decay tetap berada dalam ranah suci grindcore – dengan berbagai aplikasi nada-nada crust, punk, dan metal. Mereka juga mulai memasukkan unsur-unsur elektronik dan harsh di album ini sebagai penguat atmosfir musiknya. Semua lirik yang yang ditulis oleh Afrl bercerita lugas soal perang, bencana, tragedi, lingkungan, kritik sosial, dan juga politik. Straight and to-the-point.

Banyak pihak yang membantu dan berkontribusi dalam pengerjaan album “Holocaust Resistance” ini. Vokal latar pada sejumlah lagu diisi oleh Matto [Killharmonic], Gobbel [Keramat], Catur Guritno [Antiphaty], hingga Casper [Hatestroke]. Kemudian Githrue Mario [Serigala Malam] dan Heickel Alkatiri [Aneka Digital Safari] ikut serta menyuntikan injeksi elektroniknya sebagai intro/outro. Bahkan, Extreme Decay juga mengundang mantan personilnya terdahulu, Adhiext dan Ravi, untuk turut menyumbangkan suara vokalnya.

Artwork yang dipakai pada sampul album “Holocaust Resistance” ini adalah karya ilustrator berbakat asal kota Malang, Mutant Komando, yang juga dikenal sebagai vokalis Primitive Chimpanzee.

Extreme Decay sudah menjajal berbagai panggung musik cadas di kota Malang, Surabaya, Kediri, Solo, Jogja, Bandung, Jakarta, Bali, dsb. Sejak beberapa tahun belakangan, merchandise resmi Extreme Decay ditangani oleh Merch Cons dan tampaknya terus mendapatkan apresiasi positif di pasaran.

Formasi terakhir Extreme Decay saat ini digawangi oleh empat nama yang tetap bertahan di blantika musik cadas dengan multi-profesi dan aktivitasnya masing-masing. Afrl adalah vokalis sekaligus founder band yang juga bekerja di sebuah institusi pemerintahan di kota Kediri. Eko yang bekerja di sebuah distro di Malang sudah lama dikenal sebagai ‘mesin drum’ tangguh bersama Antiphaty, Keramat, dan Anorma. Bassist Yuda [ex Wodka/Disintegrate] adalah pemuda yang menghabiskan waktunya di depan komputer, sambil menekuni berbagai program aplikasi multimedia dan website. Sedangkan Sahery adalah gitaris metal yang juga bergabung di kelompok musik Perish dan Anorma.

Di sela-sela kesibukannya, Afrl dkk akan menempatkan album “Holocaust Resistance” sebagai suatu fase baru dalam eksistensi mereka. Semacam momentum untuk bangkit dan aktif berkarya, serta kembali menyapa penggemarnya yang [mungkin] sudah terlalu lama menunggu. Extreme Decay akan tetap di posisinya sebagai mesin gerinda yang lantang menyuarakan isu-isu global yang aktual dan sangat relevan dengan kondisi jaman saat ini.

Album “Holocaust Resistence” resmi dirilis mulai tanggal 01 Oktober 2010 di bawah label Armstretch Records – sebuah label rekaman independen yang dulunya bernama Blue Sky Records. Rilisan ini sudah beredar luas dan bisa didapatkan di sejumlah distro dan toko musik di Indonesia. Oya, nantikan juga rangkaian promo show dan performa Extreme Decay di kota anda!… [S#9]

Tracklists

I. 1. Overture

2. Violence

II. Duka

III. Damai Kehancuran

IV. Rotasi Dendam

V. Prahara

VI. Your ‘Great Soil’

VII. Welcome To The Bleachness

VIII. 1. Introduction

2. [Re]- Green Me

IX. Gali Saja Kuburmu Sendiri [Edisi Terakhir]

X. Mengetahui Adalah Menderita

XI. Media Infeksi

XII. Inhale/Exhale

XIII. 1. Preface

2. For War…

3. Symphonies Of Madness

Personil

– Afrl : Vokal

– Yuda : Bass

– Eko : Drum

– Sahery : Gitar

Diskografi

– Bastard ; Demotape, 1998 (Self-Released)

– Bastard ; Re-Pressed By Impregnate Records (Czech Republic)

– Extreme Decay As Fuck ; Demo – Raw Tape, 1999 (Self-Released)

– Social Warfare ; Demo – Live – Rehearsal Tape, 1999 (Self-Released)

– Progressive Destruction ; Disgust Tape, 1999 (Indonesia)

– Progressive Destruction ; Cd Re-Pressed By Extremist Records (USA)

– Sampah Dunia Ketiga ; Extreme Souls Production, 2000 (Indonesia)

– Holocaust Resistance ; Armstretch Records, 2010 (Indonesia)

Plus more projects on split, compilation, and tribute albums on many record labels [inside/outside Indo].

Kontak

Email : adhiext@hotmail.com

website : www.myspace.com/extremedecay

 

*Tulisan ini saya bikin untuk naskah Press Release peluncuran album baru Extreme Decay ‘Holocaust Resistance’, yang kemudian disebarkan ke beberapa media.