Pesta pora pembukaan sebuah distro yang diwarnai dengan gelegar musik indie serta banjir hadiah dari atas panggung. Dalam produksi acara yang rapi dan menarik. Plus sederet talenta band lokal yang berbobot. Inilah dia, Grand Opening Three Second & Greenlight Store yang gegap gempita membahana dari kawasan jalan Soekarno Hatta Malang, 21 Juni lalu…

John Attack yang naik pertama di jam dua siang ternyata tampil cukup memukau. Agak di luar perkiraan, mengingat mereka tergolong muka baru dan belum terlalu dikenal di scene lokal. Band rock & roll yang konon bentukan para pekerja film indie ini piawai memainkan variasi musik ala Deep Purple yang vintage atau The Strokes yang jadi konsumsi para hipster. Dilanjutkan kemudian oleh aksi My Beautiful Life. Band anyar milik Norman [Sweet Memories] ini memperkaya khazanah musik lokal dengan balutan aroma power pop yang sekilas mengarah pada Weezer atau Pure Saturday. Nice start!…

Tidak lama, di atas pentas sudah ada Lolyta yang menggeber karya-karya mereka sendiri dalam kadar rock yang cukup tinggi. Berbakat dan menjanjikan. Brigade 07 menguasai panggung dengan aksi kerennya. Meluncurkan dominasi pop-punk nan melodik dalam blocking act yang bertenaga. Tropical Forest menebar virus reggae yang langsung disambut hangat oleh crowd yang maju berjoget di bibir stage. Tensi acara ini mulai meningkat. Atmosfirnya juga pas sekali. Mengantarkan pada suasana senja yang lengkap dengan panorama sunset dan break adzan maghrib. Romantische…

Malam harinya, penonton mulai berdatangan. Suasana bertambah meriah. Kendaraan mulai merayap dan jalanan semakin macet. Pelataran toko juga bertambah sesak. Bercampur baur antara penonton konser, tamu, undangan, dan konsumen distro. Malam itu sang pemilik brand sangat berbaik hati. Mulai dari MC, band, dan panitia diutus membagikan beragam produk kaos, voucher diskon, stiker, air mineral, hingga rokok kepada crowd yang hadir. Banjir hadiah dan kejutan di mana-mana. Kemeriahan bertambah dengan dukungan giant screen di sudut lokasi serta obi van milik Elfara FM yang menyiarkan event ini secara on-air.

Balik ke panggung, Wai Rejected bermain lepas dalam kemasan indie-rock dan new-wave yang danceable. Kembali kita disuguhi penampilan yang keren dari band lokal yang masih ‘terpendam’. Moshpit kembali meriah akibat aksi Snickers And The Chicken Fighter yang cukup membakar. Puluhan street-punkers melebur bernyanyi dan pogo-dancing dalam suasana yang hangat. Event ini mulai meneteskan peluh dan keringat…

Pestanya semakin seru ketika ada ‘si raja panggung’, Berry Prima. Band ini mulai menampakkan performa entertainer-nya yang sejati. Ngocol dan komunikatif. Dan tentu saja sangat menghibur. Mereka selalu cocok untuk suasana party apapun. Setelah itu giliran Dan Band dari Surabaya. Band yang sudah di-endorse sekian lama oleh brand Three Second ini menyajikan musik pop dan lagu-lagu kover dari Iwan Fals. Sebagai pamungkas acara, muncul The Morning After. Band indie-pop/alt-rock almamater LA Lights Indie Fest yang sudah siap rilis album ini tampil matang, baik dalam performa maupun tata musiknya. A nice good band!…

Pesta sudah berakhir. Three Second & Greenlight Store sudah dibuka. Dan kekuatan-kekuatan baru dalam scene indie lokal mulai menampakkan talentanya. Oke, selamat buat semuanya!…

*Tulisan ini saya buat untuk dimuat di situs resmi Three Second [Clothing Co.] selaku pemilik brand & promotor event. Ya, kebetulan saya juga yang menggarap event promo ini bersama kawan-kawan🙂