Alkisah tanah keras Bavaria dikenal memiliki batuan [thrash] metal yang sangat memukul di akhir dekade 80-an hingga awal 90-an lalu. Pada jaman itu, Sodom dianggap salah satu sisi tajam dari trisula thrashmetal bersama Kreator dan Destruction. Jika ada NWOGHM [New Wave Of German Heavy Metal], maka tiga nama itu yang layak menyandangnya. Ketiganya pernah dianggap representasi band terbaik dari Eropa untuk melawan dominasi metal Amerika yang diwakili Metallica, Anthrax dan Testament.

Dua dekade kemudian, barisan band metalcore ‘merampok’ riff-riff sakti tersebut dan menyembunyikan secara rapi ke dalam komposisi musiknya saat ini. Lamb of God atau The Black Dahlia Murder adalah sebagian nama tersangkanya. Namun akhir-akhir ini, ibarat terjadi suatu gathering yang menyenangkan bagi mereka yang rindu irama oldies thrashmetal. Seperti yang anda tahu, Kreator sudah kembali dengan Enemy of God, begitu juga Destruction yang belum lama melempar album barunya. Sekarang, giliran Sodom setelah mereka mengalami masa hiatus selama 8 tahun!

Album self-titled ini dibuka oleh nomor Blood On Your Lips yang cukup berenerji. Tipikal thrashmetal yang groovy dengan part klasik awal ’90-an. Pada track The Enemy Inside mereka cukup berhasil memancung slide gitar yang kering. Beberapa nomor juga terdengar catchy dan modern seperti Buried In The Justice Ground atau City of God. Pada konsep yang kekinian itu mereka seperti tidak mau kalah dengan band-band muda sekaligus menunjukkan bahwa Sodom masih relevan untuk didengarkan hari ini. Pada dasarnya Tom Angelripper dkk bermain safe di album ini. Setiap instrumen di semua nomor bermain baik seperti biasanya. Cukup simpel dengan tempo lagu yang medium. Kekuatannya terletak pada harmoni yang membius. Hampir setiap lagu dipenuhi riff dan melodi gitar yang khas. Artikulasi vokalnya berada pada pitch antara Tom Araya [Slayer] dan Mille Petrozza [Kreator]. Tipikal lagu memang terdengar hampir senada dan nyaris tanpa inovasi drastis. Hanya saja mereka berhasil mengemasnya dalam porsi sound yang lebih kekinian.

Album ini lumayan penting dan layak disimak. Selain karena nama antik Sodom, rekaman ini juga bisa jadi katalisator bagi musik metal jaman sekarang. Ok, hari ini Sodom sudah kembali dan tetap layak untuk duduk di barisan VIP bersama para legenda metal lainnya…

For friends of ; Betrayer, Suckerhead, and every ‘thrash-branded’

*Artikel ini ditulis untuk rubrik resensi musik di situs musiklopedia.com, Oktober 2006.