Rilex, pejamkan mata, lepaskan otot-otot anda, santai, tenang, damai…” kalimat dari track pembuka ini sangat menarik. Rilex berhasil menyapa dengan nuansa baru Netral yang lebih matang. Trio ini makin pintar bikin layer-layer musik yang menawan, unik dan tetap punya karakter. Musiknya tetap penuh untuk ukuran tiga instrumen dasar gitar, bass dan drum. Tidak terdengar murahan seperti album pop-punk lokal yang makin bejibun itu. Haru Biru mengadopsi banyak eksperimen nada dan beat yang baru. Bagus bernyanyi dengan baik pada lirik-lirik buatannya yang masih juara. Atas Nama, Muak dan Bom mungkin bisa jadi referensi penting untuk alasan mengapa musti ada Hitam, dan harus menjadi kontra atas Putih-nya Netral di pasar komersil. Satu track terakhir, Kunci Seribu Pintu adalah nomor yang boleh dibilang paling berhasil secara kualitas. Bertempo sedang, menghentak dan klasik. Coky yang jarang diulas sebenarnya pahlawan musik band ini. Dia yang bikin irama catchy dan crunchy pada setiap lagu Netral sehingga tetap enak didengar ‘seancur’ apapun musik mereka. Contoh konkrit pada lagu Muak dan Bom yang sangat liar nan cadas. Untuk itu, bintang layak disematkan pada jari-jarinya. Sedang Eno masih terkesan sangat menjiwai roh Travis Barker (Blink 182) dalam gaya, dandanan dan ketukan. Bukan hal yang salah. Cukup baik, minimal dia tidak salah mencari role-model. Kibatan stik-nya enak didengar – dan apik ditonton pada saat live! Album yang konon mewakili sisi gelap Bagus dkk serta dibuat untuk ‘berontak dan melawan’ ini memungkinkan untuk jadi masterpiece karir mereka. Oya, kesempatan untuk memiliki CD ini sangatlah sempit, sebab Hitam hanya dirilis 7000 kopi untuk konsumsi jualan di distro-distro saja. Hitam, pekat, lepas dan menawan!… (samack)

Tracklist ; Rilex, Haru Biru, Atas Nama, Koma, Muak, Bom, Kunci Seribu Pintu.

Rating ; 7,5 / 10

For fans of ; Greenday, Blink 182, The Hives

*artikel ini ditulis untuk rubrik resensi musik di musiklopedia.com [Oktober 2005]