Image

Mille Petrozza dkk seperti menemukan cerminnya yang lama, dan menyadari kembali kerut wajah musikal mereka yang asli. Ini bisa menjadi sebuah pembenaran, jika ‘teori’ sejauh mana musisi menjelajahi sudut-sudut ruang musikal toh akan sangat memungkinkan untuk kembali pada titik awal di mana mereka bermula. Album Enemy Of God ibarat episode lanjutan dari Pleasure To Kill, Extreme Aggression atau Coma Of Souls. Setelah ‘selingan’ yang mereka lakukan dari Renewal sampai Endorama, Kreator mencoba merebut kembali sisi kebrutalan yang pernah tercipta di awal karir mereka. Sebenarnya kesan itu sudah bisa ditangkap secara ragu dari album sebelum ini, Violent Revolution, dan mereka menegaskan total di album ini. Lengkingan vokal khas Petrozza masih punya ‘soul’ kuat yang tak tergantikan. Bersama duo gitar yang sanggup memadu riff ritem dan melodi untuk terdengar memukau di telinga. Ventor masih seorang master bagi kedua stiknya. Drummer gaek itu mampu menjejalkan tempo klasik raja thrash jerman ini agar tetap ‘membunuh’. Menyimak sejumlah track keren seperti Impossible Brutalilty, Suicide Terrorist atau Under A Total Blackened Sky akan semakin jelas mengukur proses ‘reborn’ mereka. Ditambah lagi epik dari The Ancient Plague yang dengan intro melodi dan akustik membikin akhir set Enemy Of God menjadi begitu mempesona. Ini bisa jadi bukti, jika klaim, kontroversi dan kritik tentang kejayaan sound metal telah beralih ke wilayah sweden adalah tidak sepenuhnya benar. Well, album ini adalah contoh karya yang nyaris perfek untuk konsepsi musik thrash klasik yang dilahirkan kembali tanpa mengabaikan progres sound metal jaman ini. Bersama Enemy Of God, sangat memungkinkan bagi Kreator untuk mendominasi scene thrashmetal sekali lagi. As you wish, it’s a thrash pleasure!… [Samack]

*Artikel ini ditulis untuk rubrik resensi musik di situs musiklopedia.com [Juli 2005]