Artis : IRON MAIDEN
Album : A Matter Of Life And Death
Label : EMI
Genre : Metal
Rilisan teranyar Iron Maiden ini terdengar lebih keras dan progresif dari album mereka sebelumnya. Rasanya band metal asal Inggris yang digawangi enam personil ini ingin mengulang masa-masa jayanya di era 80-an. Ketika mereka dijuluki pionir genre The New Wave of British Heavy Metal lewat album-album klasiknya yang terdahulu. Di penghujung 2006, sejarah itu sangat mungkin akan kembali terulang. Sebelas nomor di sini berhasil dieksekusi secara baik dan berbobot. The Reincarnation Of Benjamin Breeg jadi track favorit yang sangat tipikal Maiden’s. Kalian bisa ikut bernyanyi di lagu Different World yang catchy. Bersama tembang These Colours Don’t Run, band ini tampak mulai mengembangkan musiknya ke dalam mix yang baru. Nomor lama Hallowed Be Thy Name dibawakan ulang dalam versi radio session, tapi dengan sound metal yang lebih modern dan kekinian. For The Greater Good Of God menyelipkan unsur rock progresif lengkap dengan bunyi-bunyian orkestra. Hampir semua lagu berdurasi panjang, lebih dari lima menit. Karakter vokal Bruce Dickinson masih khas dan tangguh di usia senjanya. Trio gitaris juga bermain cantik dan sesuai porsi masing-masing. Mereka masih menunjukkan aransemen yang powerful dan melodius, terkesan megah serta epikal. Album ini adalah salah satu karya terbaik dari Iron Maiden sejak The Number Of The Beast [1982] dan Piece Of Mind [1983]. Well, kalo anda saat ini menggemari musik metalcore maka A Matter Of Life and Death sangat wajib untuk dimiliki. Musik seperti Trivium dan Avenged Sevenfold itu ada karena mereka, Iron Maiden!…  [samack]

*Artikel ini ditulis untuk rubrik resensi musik di harian Jawa Pos, Maret 2007.