Apokalipwebzine's Blog

Puncak rangkaian festival Battle of Bands ada di Balai Merdeka Unmer Malang, 7 Juli kemarin. Sepuluh band finalis dari Jatim dan Bali serius berburu peruntungan dan gelar. Dua band lokal dan satu band dari Jakarta dijadikan guest, serta memberi percontohan bagaimana band rock itu seharusnya. Di dalam venue kayaknya nyaris ada 1000 kepala dan sebagian besar adalah fans dari tiga band headliner penutup. Skip and go!…

Pasukan Antiphaty naik stage sekitar jam sembilan malam. Bertelanjang dada, penuh tato, dan frontman yang layaknya berandalan biker. Malam itu Catur dkk memainkan empat lagu dalam tensi crusty-punk yang tinggi. Sejak lagu pertama, Apostate, mereka sudah mampu memanaskan suasana. Anti Punk Fuck Off malah jadi koor masal bagi sebagian punkers di baris depan. Riff gitar Yoyok memang makin ‘bandel’. Mesin drum yang bernama Eko terus menabuh beat, berpadu dengan cabikan senar bass Antok. Aksi mereka cukup powerfull, serta tampak mulai jago menguasai panggung…

View original post 419 more words