Musik Dalam Gambar dan Imaji

band shirts

band shirts

“In an artwork you’re always looking for artistic decisions, so an ashtray is perfect. An ashtray has got life and death.” – Damien Hirst.

Siang itu, 25 Juni 2014, saya diundang untuk berbincang dalam talkshow bertopik “Music, Artwork & Merchandise” di Ibu House Coffee Malang. Saya tidak sendirian, karena ada juga kolega yang lain, yaitu…

Continue reading ‘Musik Dalam Gambar dan Imaji’

Menafsirkan Sepakbola Bersama Eddward S. Kennedy

world cup 2014 graffiti [urban times]

world cup 2014 graffiti [urban times]

“Some people think football is a matter of life and death. I don’t like that attitude. I can assure them it is much more serious than that,” kata Bill Shankly [1913 - 1981], salah satu manajer Liverpool FC paling hebat di sepanjang sejarah klub Inggris tersebut.

Ungkapan Bill Shankly itu cukup beralasan jika kita mau melihat sepakbola tidak sekedar permainan 2 x 45 menit semata. Bukan soal skor akhir, atau menang-kalah. Sepakbola, seyogyanya, sudah seperti merayakan denyut dan sendi kehidupan itu sendiri. Indah dan juga rumit. Kompleks.

Eddward Samadyo Kennedy bukanlah sosok komentator sepakbola yang biasa kita tonton wajahnya di layar stasiun televisi nasional kita. Karena memang masih sulit membayangkan ada komentator bola yang lebih suka mengutip kalimat-kalimat Albert Camus atau Jean Paul Sartre daripada Presiden FIFA atau Jose Mourinho, misalnya.

Continue reading ‘Menafsirkan Sepakbola Bersama Eddward S. Kennedy’

Simfoni Legipait di Gelas Kopi Ketiga

the founder ; nova ruth & doni ajer

the founder ; nova ruth & doni ajer

Hari Minggu kemarin, 23 Juni 2014, saya sampai di Legipait sekitar jam sembilan malam. Saat itu Nova Ruth dan Rizal Abdulhadi sedang bersiap-siap di teras menghadap pintu masuk. Space tersebut akan dijadikan altar khusus untuk showcase musik sederhana dalam rangka ulang tahun ketiga Legipait.

Nova tampak serius mengatur stand mic pada posisi yang tepat, sambil menyapa pengunjung dan kerabat yang datang. Sementara Rizal menyiapkan Rasendriya, instrumen unik ciptaannya sendiri yang terbuat dari bahan bambu yang memadukan gitar, didgeridoo dan perkusi.

Mereka berdua siap tampil menghibur puluhan pengunjung dan teman-teman dekat mereka yang tampaknya malam itu sengaja datang ikut merayakan sukacita Legipait. Di salah satu meja, ada beragam makanan tradisional yang disediakan cuma-cuma untuk pengunjung – mulai dari nasi tumpeng, sayuran, lauk-pauk, gorengan hingga kacang rebus. Di atas trotoar depan Legipait, teman-teman dekat menuang minuman keras untuk mengusir dinginnya udara malam.

Continue reading ‘Simfoni Legipait di Gelas Kopi Ketiga’

Restorasi Belatung dan Artefak Distorsi Maksimum

the cd & liner notes

the cd & liner notes

Saya sedang berdiri di Lapangan D Senayan yang becek dan berlumpur sambil serius menonton penampilan sangar Belphegor di Sonic Stage-nya Hammersonic Festival 2014 saat Aditya Nugraha yang berdiri di sebelah tiba-tiba bilang, “Hasil remastered album “Maggot Sickness” keren deh. Lebih bagus dari aslinya. Bahkan terdengar lebih baik daripada versi rilis ulangnya label Malaysia yang dulu.”

“Oh ya?!” sahut saya antusias dengan mata berbinar seperti meminta penjelasan lebih banyak. Dia lalu menceritakan beberapa detil hasil mastering album tersebut. Komplit dengan segala problema di antara prosesnya, serta komposisi lagu yang bakal ada di album itu. Saya sendiri sudah tidak sabar untuk bisa segera mendengarkan ‘kelahiran’ kembali komposisi album legendaris tersebut.

Tak lama, Belphegor sudah kelar memainkan setlist-nya. Kami lalu jalan bergeser ke arah Hammer Stage menunggu penampilan Morbid Angel. Di antara kami, juga ada Bimo D. Samyayogi dari Undying Music, selaku pihak label yang merilis ulang “Maggot Sickness”. Kami bertiga, bersama ribuan crowd yang lain, ikut larut merayakan euforia semasa bocah, menyantap sejumlah nomor klasik milik Morbid Angel.

Continue reading ‘Restorasi Belatung dan Artefak Distorsi Maksimum’

Workshop Kreatif Bertajuk Fourkinds

fourkinds; a workshop for friendship

fourkinds; a workshop for friendship

Hari Rabu esok, 25 Juni 2014 ada hajatan kreatif bertajuk “FOURKINDS; A Workshop For Friendship” di ibuhousecoffee, jalan Citandui 46 Malang. Ini semacam festival kecil soal drawing, printing, music dan fashion yang melibatkan berbagai insan serta pelaku kreatif kota Malang.

Continue reading ‘Workshop Kreatif Bertajuk Fourkinds’

Barongsai Merilis Sepi dan Senja Dari Kota Malang

dok. barongsai records

dok. barongsai records

“Salah satu alasan kenapa belakangan ini hanya sedikit band lokal Malang yang merilis album adalah karena di kota ini tidak ada label rekaman yang serius,” begitu alibi yang sering terdengar dari sejumlah penggiat skena musik independen di kota Malang.

Alibi di atas memang tidak terlalu salah, namun tidak sepenuhnya benar pula. Sebelumnya, sudah ada Monev Records, Tarung Records dan Hell Is Other Records yang cukup produktif merilis rekaman dari beraneka genre musik. Belum lagi, sudah ada beberapa band yang tetap nekat merilis albumnya melalui label sendiri atau self-released – seperti Becuz, Brigade07, Anniverscarry, Begundal Lowokwaru, dan masih banyak lagi.

Tapi memang iya, adanya label rekaman tentu akan mempermudah kerja dan beban yang musti ditanggung oleh band beserta tim manajemennya. Menyenangkan melihat label-label rekaman baru mulai bermunculan dan tampak makin serius dalam berproses di kota dingin ini.

Continue reading ‘Barongsai Merilis Sepi dan Senja Dari Kota Malang’

Senandung Rima dari Malang ke Sudut-Sudut Dunia

photo by norman hs / happipolla photoworks

photo by norman hs / happipolla photoworks

Jumat siang lalu, 31 Agustus 2012, saya diberitahu oleh seorang kawan bahwa Nova Ruth baru saja menerima penghargaan dari sebuah lembaga internasional. Saya tidak paham apresiasi macam apa lagi yang didapat oleh kawan kami yang memang cukup getol dalam bermusik, berkesenian dan berkarya itu. Segera saja saya coba selidiki informasi yang dimaksud melalui halaman jejaring sosial milik seniman/musisi yang bernama asli Nova Ruth Setyaningtyas itu.

“Lined up with the greatest artists all over the world. Speechless.” Begitu kalimat yang termuat pada halaman Twitter milik @novaruth. Lengkap dengan tautan situs internet dari lembaga yang mengabarkan tentang informasi tersebut.

Continue reading ‘Senandung Rima dari Malang ke Sudut-Sudut Dunia’


samack

Goodreads


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers