Menyapa Kembali dan Mengajak Peduli

photo by norman hs

photo by norman hs

Tahun ini, The Morning After didaulat menjadi salah satu duta Earth Hour Malang 2014 bersama dengan dua sosok lainnya, yaitu Muhammad Anton [Walikota Malang] dan dr. Gamal Albinsaid [CEO Indonesia Medika]. Informasi ini resmi disampaikan oleh pihak Earth Hour Malang di hadapan media dalam konferensi pers di Hotel Atria Malang, 26 Maret lalu.

Earth Hour merupakan program kampanye global yang dicetuskan oleh WWF yang mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintah di seluruh dunia untuk turut peduli terhadap perubahan iklim. Program ini dirayakan secara serempak di seluruh dunia, setiap hari Sabtu pada minggu terakhir di bulan Maret. Gerakan ini berupa mematikan listrik dan alat elektronik yang tidak terpakai selama satu jam, sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius dalam menghadapi perubahan iklim.

Continue reading ‘Menyapa Kembali dan Mengajak Peduli’

Cara Hangat Untuk Menerka dan Memaklumi Metallica

source; metalsucks.net

source; metalsucks.net

Metallica – Lords of Summer
Memainkan kembali intro bergaya “Creeping Death”, dijahit dengan sound tipikal “And Justice For All”, dalam tempo standar se-”Black Album” yang dipermak jadi 8 menit. Mengingatkan pada potongan puzzle lagu-lagu lawas mereka. Ada bagian koor, chanting, solo gitar, dan riff-riff thrashing yang terdengar fun. Mungkin sektor drum saja yang seperti agak kurang tenaga [berani memaki Lars?] – selebihnya lumayan dan tidak buruk kok. Tetap seperti Metallica yang seharusnya. Oke, menarik untuk ditunggu hasil akhirnya. [Rating; 4.5/6.0]

Continue reading ‘Cara Hangat Untuk Menerka dan Memaklumi Metallica’

Menuju Syiar Pandai Besi Full HD

siar, daur baur

siar, daur baur

Jumat malam esok, saya diundang untuk hadir dalam pemutaran video dokumenternya Pandai Besi di RM Ringin Asri Malang. Tidak hanya disuruh nonton, tapi saya ditodong untuk ikut nimbrung bicara di momen itu, bersama beberapa narasumber lainnya. Boleh, baiklah…

Uhm, sesungguhnya saya belum tahu mau bicara apa di acara itu. Belum pernah nonton filmnya kok. Eh, ada sih versi preview dari panitia acara, tapi belum saya tonton juga. Ha!

Continue reading ‘Menuju Syiar Pandai Besi Full HD’

Status Facebook Hari Ini dan Top 10 List Untuk Selamanya

top 10 list

top 10 list

Oke, sebut saja saya seorang compulsive list maker. Salahkan Rob Gordon [yang diperankan oleh John Cussack] di film High Fidelity atas hobi saya yang doyan bikin daftar soal ini-itu. Eh siapa pun anda, saya rekomendasikan untuk segera menonton High Fidelity. Sekarang juga!

List saya memang kebanyakan soal musik [album/lagu/band]. Biasanya tematik seperti misalnya Lagu Untuk Halloween, atau tergantung momen kayak Album Cadas Terbaik 2013. Namun, aktifitas ini kadangkala merambah juga ke sektor budaya populer yang lain seperti daftar film dan buku – bahkan soal pemain sepakbola, kuliner atau sekedar kedai kopi favorit.

Setiap belanja ke pasar atau mini market saya diajarkan untuk bikin daftar belanjaan dulu, biar tidak ada yang lupa atau beli sesuatu di luar kebutuhan. Setiap malam saya bikin to-do-list yang tercatat dan di-saved di ponsel saya. Isinya, soal apa saja yang kudu saya kerjakan esok hari. Meski malam berikutnya selalu saja ada yang saya revisi, karena tertunda atau batal. Ha!

Continue reading ‘Status Facebook Hari Ini dan Top 10 List Untuk Selamanya’

Mengingat Pria Itu Juga Adalah ‘Lester Bangs’ dan ‘The Count’

#RIPPhilipSeymourHoffman

#RIPPhilipSeymourHoffman

“Bro… this shit head is playing over 20 great movies such as Scent of a Woman (1992), Twister (1996), Boogie Nights (1997), The Big Lebowski (1998), Patch Adams (1998), Magnolia (1999), The Talented Mr. Ripley (1999), Almost Famous (2000), Capote (2000) Red Dragon (2002), 25th Hour (2002), Punch-Drunk Love (2002), Charlie Wilson’s War (2007), Doubt (2008) and The Master (2012), Owning Mahowny (2003), Before the Devil Knows You’re Dead (2007), The Savages (2007), Synecdoche, New York (2008), Moneyball (2011) and The Ides of March (2011) and Cold Mountain (2003). and you only know him from that shit movies called Catching Fire? shit man…..” – Status Facebook Arman Dhani, 18 jam yang lalu.

Continue reading ‘Mengingat Pria Itu Juga Adalah ‘Lester Bangs’ dan ‘The Count’’

Top 5 List ; January 2014

top-5-list

top-5-list

Mengalami bulan pertama di tahun yang baru, saya sudah disibukkan oleh beberapa rilisan musik yang menarik. Tanpa banyak prolog, berikut lima album anyar yang jadi favorit saya selama sebulan kemarin. Sebuah awal tahun yang bagus, bukan? Yeah, it’s just the beginning…

Continue reading ‘Top 5 List ; January 2014′

13 Alasan Kenapa Saya Menulis di Jakartabeat

Image

may i got a cup of coffee & keep writing?

Pada pertengahan tahun 2010, situs musik Apokalip.com yang saya kelola bersama seorang kawan mendadak terhenti operasionalnya. Padahal saat itu saya baru saja menyelesaikan naskah wawancara panjang dengan Wendi Putranto [editor RSI]. Awalnya naskah itu memang untuk dimuat di Apokalip – dan saya bilang pada Wendi juga begitu. Tapi toh tuhan, kuota bandwidth dan manajemen situs musik sok-cadas itu berkata lain. Apokalip kudu hiatus dan saya belum sempat mengunggah naskah tersebut. Fukk!

Tentu saya agak sebal dan panik. Sebab saya sudah mengolah draft wawancara yang panjang hingga jadi artikel yang cukup dalam. Menguras waktu dan energi. Lagian, isinya saya rasa juga penting untuk diketahui publik. Sebab banyak membahas soal jurnalisme musik dan buku Music Biz-nya Wendi. Hal yang agak baru dan jarang terekspos, kayaknya.

Saya lalu banting setir, mencari media online yang sekiranya cocok untuk memuat artikel tersebut. Dari beberapa nama yang kurang sreg, akhirnya saya menemukan Jakartabeat.net. Uhm, situs musik yang lumayan. Tampaknya mereka suka dengan naskah-naskah yang panjang dan ulasan yang mendalam – satu hal yang sering dihindari oleh media online dengan alasan klasik; naskah online itu gak perlu panjang-panjang, kudu singkat dan to-the-point. Rumus itu katanya berdasar pada survey bahwa pembaca online lebih doyan baca artikel yang pendek. Basi!

Maaf saya sebut basi, karena tulisan saya biasanya cenderung panjang dan lebar. Di Apokalip, saya juga menulis seperti itu. Suka bertutur panjang, kadang gak penting. Jadi, sori kak.

Saya lalu menghubungi redaksi Jakartabeat – via email atau mesej Facebook saya sudah lupa. Saya perkenalkan diri dan menawarkan kalau ada naskah baru yang mungkin mereka minat untuk memuatnya. Mereka langsung menyatakan bersedia menampung ‘sampah’ saya itu. Saya gak tau siapa yang balas mesej saya, tapi pasti kalo gak mas Philips Vermonte ya bung Taufiq Rahman saat itu. Sapa lagi?

Singkat kata, langsung saya kirim naskahnya dan beberapa hari kemudian dimuat. Saya tersenyum, bangga. Seperti itulah keterlibatan pertama saya menulis bersama Jakartabeat. Nyaris tidak sengaja, terpaksa dan layaknya kecelakaan, bukan?!

Beberapa hari lalu adalah perayaan ulang tahun Jakartabeat yang ke-empat. Berikut ini semacam testimoni personal berupa 13 alasan kenapa saya – pernah, mau, sedang, dan mungkin akan tetap – menulis di situs tersebut…

Continue reading ’13 Alasan Kenapa Saya Menulis di Jakartabeat’


samack

Goodreads


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers